
Disisi lain•
...•••••...
Pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Los Angeles sekitar pukul sembilan malam. 18 j, 15 mnt+ pesawat mengudara tanpa transit, merupakan durasi yang cukup lama dalam sebuah penerbangan..
Ryan beserta sekretaris dan asisten pribadi Tuan Danesh sampai di hotel RA Group Hotel. Namun ketika di dalam lift Tuan Danesh mengajak Ryan untuk pergi ke club miliknya dan bersenang-senang sejenak, namun Ryan kali ini menolak dengan tegas karna dia menjauhi hal semacam itu dan meminta maaf karna tidak bisa menemaninya untuk pergi ke club..
Tuan Danesh mengangguk dan mengerti, tak lama pintu lift pun terbuka lalu mereka memasuki kamar masing-masing..
Ceklekk..
Ryan membuka pintu kamar hotelnya dan sedikit menghela nafas saat ia melihat kamarnya yang cukup luas untuk di tempati sendiri. Ia pun menyalakan lampu dan menaruh kopernya sembarangan..
Brugh__
Aaahh__
Ryan menjatuhkan tubuhnya di atas karus yang empuk, sambil melihat ke atas langit-langit kamarnya lalu meraih ponsel dan memeriksa ponselnya.
Namun ketika melihat layar ponselnya yang bersih dan tidak ada pesan satu pun dari istrinya, membuat Ryan langsung cemberut dan mengetik sesuatu pada Kaleea..
"Hon, kau sedang apa?''
__ADS_1
"Hon, Kau sudah tidur?''
"Hon, Aku merindukanmu!''
"Hon.
"Hon.
"honeeeeyyyy...
Begitulah beberapa pesan yang Ryan kirim pada Kaleea, namun tidak ada balasan satu pun. Ryan menghela nafasnya lalu melempar ponselnya kesembarang arah, entah mengapa ada sesuatu rasa yang menggelitik ketika Ryan jauh dari Kaleea untuk pertama kalinya.
Ryan meraba sisi ranjang sebelah kiri dan tersenyum ketika orang yang selalu membuat keributan sebelum tidur tidak ada untuk malam ini..
Ryan merasakan hambar dan tidak nyaman saat memeluk guling yang sedang dia dekap, ia merindukan guling hidupnya yang selalu mengendus lehernya ketika memeluk badannya dan berucap "Aku mencintaimu Kak." itulah kata-kata Kaleea sebelum mereka memejamkan mata dan meraih mimpi indah..
Hmmppptt!
Ryan mendengus sebal lalu membuka matanya dan meraih ponsel, ia tidak perduli jika diIndonesia sudah dini hari yang penting Ryan bisa mendengar suara cempreng yang dia rindukan..
Namun cukup lama ia menunggu, tak ada jawaban atau sapaan dari ujung telpon sana yang membuat Ryan memijat keningnya..
Kedua mata Ryan sudah mengantuk, namun entah mengapa dia tidak bisa tidur yang mana membuat Ryan berguling-gulingkan badannya ke kanan dan ke kiri, membuat sprai menjadi kusut seperti pikirannya yang kusut akibat memikirkan guling hidupnya yang jauh dari pelukannya..
__ADS_1
''Haiisshh menyebalkan! sepertinya aku harus mandi air dingin supaya otakku jerih dan tidak memikirkan Kaleea, tapi aku benar-benar merindukan nyaaaa.'' Ujar Ryan uring-uringan sendiri dan mengacak ngacak rambutnya prustasi..
...•••••...
Sedangkan yang di rindukan, ia sedang tidur pulas dan bermimpi indah di temani bocah nakal di sampingnya..
Mereka berdua tidur seperti sedang bergulat di arena Ring! Yang satu kepala dimana, dan yang satu kakinya dimana, dengan mulut mereka yang terbuka dan yang satu sedang membuat pulau awan.
Bugh__
Kaki Kaleea menimpa wajah Tantan, Kedua manusia nakal itu sedang perang dengkuran hingga Bi Mina ngedumel mendengar dengkuran majikan dan anaknya yang sama sama tidak mau mengalah..
Hooookkkk...
Hoooookkkk..
Hooookkk..
''Wes Ambyarrrr sudah tidurku untuk tujuh hari kedepan!'' gerutu Bi Mina menutup kepalanya dengan bantal, dan berharap ia bisa segera tidur tanpa mendengar dengkuran keras kedua orang yang sedang tertidur pulas..
...........
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1
...Jangan lupa Like setelah membaca...