Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh Part 51


__ADS_3

ISTANBUL TURKY•


...•••••...


Seorang pria tidak sadarkan diri di dalam hotelnya akibat terlalu banyak meminum alkohol. Hati nya sedang terluka oleh cintanya sendiri, niat hati sudah baik ingin menemui dan memastikan jika sang kekasih baik-baik saja di rumahnya.


Niat hati ingin bersilaturahmi dan mengenal jauh dengan orang tua sang kekasih. Niat hati ingin melamar langsung sang pujaan hati di depan kedua orang tuanya dan melangkah ke jenjang yang lebih serius..


Namun__ niat itu harus terkubur sedalam dalamnya, saat seorang Affan Arrasid melihat kekasih hati nya sedang memasangkan cincin di jari manis pria lain dan bukan dirinya..


Shock?


Tentu saja ia shock! Dengan apa yang dia lihat dengan kedua matanya sendiri, ia tak pernah menyangka jika kekasihnya akan menghianati cinta yang tulus darinya..


Praaannggg...


''FATMEDAAAAAA.'' Teriak Affan membanting botol minuman yang dia pegang..



Flashback tadi malam•




Affan yang sudah berada di Turky, ia langsung menuju kediaman Meda karna sudah tidak sabar untuk bertemu karna rindu..


Setelah sampai di tempat yang ia tuju, Affan menurunkan kaca mobil yang dia tumpangi, melihat rumah Meda yang nampak sederhana walau bertingkat.


Namun kening Affan mengkerut heran, saat ia melihat banyak orang yang datang dan berjalan ke arah belakang membawa kotak kado di tangan mereka..


''Apakah di dalam ada acara ulang tahun?'' Gumam Affan dalam hati terdiam sejenak.


Affan yang begitu penasaran, ia pun keluar dari dalam mobil merapihkan penampilannya terlebih dahulu lalu kakinya melangkah untuk melihat ada acara apa di dalam sana..

__ADS_1


''Permisi.


''Permisi.


''Yaa permisi.


Dengan perlahan kaki Affan melangkah dan menerobos masuk tanpa undangan, melihat kanan kiri mencari seseorang yang ia rindukan..


Setelah berada di dalam persta, langkah Affan langsung terhenti ketika netra matanya melihat Meda sedang berdiri dengan seorang pria yang tidak ia kenal sedang bertukar cincin di jari manis mereka masing masing..


Deg.. Deg.. Deg..


Jantung Affan seperti meloncat dari tempatnya, matanya menyipit untuk memastikan jika ayang ada di atas itu adalah meda kekasihnya.


Setelah di perhatikan lebih jeli kedua tangan Affan mengepal kuat saat dia yakin jika itu adalah kekasihnya, Ingin sekali Affan menghampiri Meda namun kedua kaki Affan kaku tidak bisa di gerakkan. Nafasnya sudah memburu tak karuan melihat Meda tersenyum saat pria itu memasangkan cincin di jarinya..


''MEDA!!'' Teriak Affan menggema membuat semua orang menoleh padanyam.


Meda langsung menoleh saat ada orang yang memanggil namanya, namun matanya langsung melotot saat ia melihat jika Affan berdiri di depan sana dengan raut muka yang sudah memerah menahan amarah..


Semua orang saling berbisik-bisik dan bertanya dalam hati mereka, siapa gerangan pria yang sudah berani menghentikan acara pertunangan yang sedang di selenggarakan..


''Maaf anda siapa yaa?'' Tanya seorang pria paruh baya menghampiri Affan.


Namun Affan tidak menghiraukan pertanyaan dari pria yang tidak dia kenal, Affan masih memandang sengit ke arah Meda yang sudah berani menghianatinya lalu berjalan ke arah Meda..


''Jawab pertanyaanku! apa yang sedang terjadi! FATMEDA!'' Teriak Affan mencengkram pergelangan tangan Meda dengan kasar..


Aahhkk.. Meda meringis sakit..


''Hei bung, lepaskan tanganmu dari calon istriku.'' Sentak pria yang ada di sebelah Meda..


Affan menoleh dan menatap sengit! lalu menatap kembali ke arah Meda. ''Meda! apa kau bisu HAH!!


''Maafkan aku.''

__ADS_1


''Aku tidak bisa mendengar apa yang kau ucapkan!''


''Maafkan aku.''


''Mengapa kau meminta maaf HAH?! apa kau benar-benar akan bertunangan dengannya!''


Meda menunduk takut dan tidak tau harus menjelaskan dari mana. ''Maafkan aku, aku terpaksa unt__


''MURAHAN!'' Bentak Affan lalu pergi.


Sementara Meda mengejar Affan dari belakang. ''Affan tunggu, Affan! aku bisa jelaskan. Aku mohon dengarkan penjelasan dariku.''


Dhuk.. Dhuk.. Dhuk..


Meda menggedor gedor kaca mobil yang di tumpangi Affan dengan keras, yang mana membuat semua orang memperhatikan Meda. Namun Meda tidak memperdulikan semua orang sedang melihatnya dengan heran, baginya ia harus meluruskan kesalah pahaman ini dengan Affan.


Sementara Affan yang berada di dalam mobil, ia memejamkan matanya dan mengontrol emosi yang ingin meledak di dalam jiwanya.


Setelah cukup mengontrol emosinya, Affan pun tidak tega melihat Meda menggedor kaca mobilnya Affan pun membuka kaca mobil itu namun hanya setengah..


''Jelaskan.'' Kata Affan tanpa melihat Meda yang sedang meneteskan air matanya.


Meda pun menceritakan jika dia terpaksa untuk menikah dengan pria itu, karena keluarganya terlilit hutang dan mau tidak mau Meda harus menjadi istrinya..


Namun respon Affan hanya datar seakan tak perduli saat mendengar Meda menjelaskan itu semua padanya, Affan menoleh dengan tatapan yang rumit di artikan melihat Meda..


''Mengapa kau tidak bicara padaku? bahkan aku bisa saja melunasi hutang keluarga mu dalam jentikkan jariku.'' ucap Affan yang mana membuat Meda terdiam membisu..


Affan pun menutup kaca mobilnya dan menyuruh sopir untuk pergi ke penginapannya..



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2