
PAGI HARI•
...•••••...
Kriiiing... Kriinng..
Jam beker di nakas berdering sangat nyaring, membangunkan gadis cantik yang sedang tertidur pulas..
Hmmm_
Mata Kaleea separuh sadar lalu meraih jam itu dan mematikan nya, namun bukannya bangun! Kaleea malah tidur kembali yang mana membuat Bi Mina yang sedang mengepel lantai langsung melangkah ke kamar untuk membangunkan majikan nya yang pemalas..
''Non, non Ella bangun non! ini udah siang.''
''Iya bii, lima menit lagi.''
''Ini udah jam delapan loh Non.''
Mata Kaleea langsung terbuka dengan lebar saat mendengar kata delapan pagi, lalu terbangun dan mengacak-ngacak rambutnya. ''Biii, kenapa gak bangunin aku dari tadi sih, aku ada kuliah pagiiii.'' Ujar Kaleea berlari ke luar kamar dan masuk kedalam kamar mandi, namun baru juga pintu kamar mandi tertutup! Kaleea membukanya kembali dan berlari mengambil handuk untuk dia pakai.
Braaakkk_
Pintu kamar mandi tertutup dengan keras, membuat Bi Mina menggelengkan kepalanya melihat kelakukan majikannya yang ceroboh..
''Untung gak satu rumah sama mertua, jika satu rumah sama mertua udah kaya perang dunia ketujuh ini mah liat menantu modelnya begitu.'' Kata Bi Mina sambil melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai..
•
Tak berselang lama, Kaleea sudah rapih dengan pakaian casualnya keluar dari dalam kamar sambil menenteng tas..
''Biiii aku berangkat yaa.''
''Non, gak sarapan dulu? Teriak Bi Mina dari arah dapur.
''Gak Bii, nanti saja di kampus! Teriak Kaleea yang sudah selesai memakai sepatu dan merapihkan semuanya..
Namun Bi Mina berlari kecil menyusul majikannya, sambil menenteng satu gelas susu dan roti di tangannya. ''Non, ini minum dulu barang sebentar! jangan sampai kosong perut nanti sakit!''
__ADS_1
Kaleea diam menatap satu gelas susu yang di sodorkan padanya, namun sedetik kemudian Kaleea meminum susu itu dan mengambil roti lalu pergi.
''Asalamualaikum Bii.''
''Walaikum salam Non, hati-hati.'' teriak Bi Mina
Bi Mina langsung masuk kembali kedalam rumah saat ia melihat majikannya sudah pergi, namun ketika menoleh ke arah sofa! Bi Mina melihat ponsel Kaleea yang ketinggalan..
''Dasar ceroboh, ponsel saja bisa ketinggalan.'' Bi Mina mengambil ponsel itu lalu menaruh ponsel itu di kamar majikannya..
...•••••...
•
Sedangkan di belahan dunia lain.# Dubai.
Affan terlihat sedang fokus mengerjakan berkas-berkas di mejanya, namun tak lama ketenangan itu menjadi bising ketika pintu terbuka bersamaan dengan seorang gadis masuk dan berteriak memanggil namanya.
''Kakaaakk.''
Teriak gadis cantik dan imut bermata bulat menerobos masuk dan mengganggu ketenangan seorang Affan Arrasid. Bukannya marah, Affan malah tersenyum saat melihat Gadis imut dengan sifatnya satu spesies dengan sang adik Kaleea..
Panggil Affan pada anak perempuan dari aunty Tuti. Sha Sha tersenyum lalu menyalami Affan dengan sopan.. ''Hallo Kak, kangen aku gak?'' celetuk Sha Sha, seperti biasa jika bertemu dengan Affan dia akan menggombal..
''Ck, siapa yang kangen dengan bocah nakal seperti mu! Hmmm." Ucap Affan sambil mencubit kedua pipi Sha Sha dengan gemas.
''Awww, Kak Af sakit!'' Sha Sha menepis tangan Affan yang mencubit pipinya..
Gadis berwajah cantik nan imut berumur 18thn itu cemberut, yang mana membuat Affan selalu ingin menjahilinya ketika mereka bertemu..
Affan menyuruh Sha Sha untuk duduk di kursi yang ada di depannya, namun Sha Sha menarik kursi itu dan duduk di sebelah Affan..
''Jadiii, ada hal apa yang membuat Rakun kecil ini datang kemari hmmm?'' tanya Affan melipat kedua tangannya di dada..
Sha Sha tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih sambil menoel-noel paha Affan. ''Kakaaaak bisa tidak menolong ku? aku terkena masalah di sekolah dan di haruskan memanggil orang tua, tapi aku takut kena omelan non faedah jika Ibu tau kal__
''Kalau kau berkelahi dengan kakak kelasmu?'' lanjut Affan yang sudah tau apa yang sedang terjadi..
__ADS_1
''Hehehehe Iyaaa kak, mau yaaa nanti Sha Sha kasih cium deh.'' celetuk Sha Sha yang langsung mendapatkan toyoran dari Affan..
Tuuung_
''Dasar gadis bodoh, siapa yang mau di cium gadis kecil sepertimu.!!
''Ehhh belum di coba mana tau? kan kan kan.. Ayo lah kak bantuin akuuuuuuu.'' Sha Sha menampilkan mimik muka memelas, yang mana membuat Affan silau melihatnya..
''Astagaaaa lepas dari Rakun satu, mengapa aku bisa terjebak dengan Rakun satunya lagi.'' Gumam Affan menghela nafas dengan kasar.
''Baiklah, baiklah! tapi jangan menampilkan mimik muka seperti itu lagi! membuat aku ingin muntah.'' guyon Affan yang membuat Sha Sha tersenyum bahagia ketika mendengar jika Affan mau menolongnya, ia pun langsung memeluk Affan dengan erat.
''Makasih Kak Af, sebagai gantinya nanti aku kasih cipoke deh!!
"Tidak terima kasih, dasar Rakun kecil! masih kecil sudah tau begituan!! apa kau sering mencobanya ? Sentak Affan menatap tajam Sha Sha..
''Tidak!!
''Sha Sha hanya sering dengar dan melihat saja heheheh..''
Affan menggelengkan kepalanya. ''Ya sudah ayo kita pergi ke sekolah mu.''
Sha Sha mengangguk, mereka pun pergi dari ruangan Affan..
•
...•••...
...Dan disinilah awal konflik batin seorang Affan Arrasid yang akan terjebak dengan dua wanita...
...Penasaran???...
...Like!!!!...
...Komen!!!...
...Voteeeeeeeeee!!!...
__ADS_1
...Bunga sekalian!!!!...