
''Gan Gan Lu mau kemana?'' Tanya Kaleea melihat Gano malah pergi ke arah pintu ke luar, bukannya tadi Gano ingin makan! karna asam lambungnya sudah naik ke pupil mata?
''Aku tidak jadi makan! makanan di rumah mu tidak ada yang enak byee.'' Gano keluar dari rumah, membuat Kaleea berdecih.
''Dasar aneh '' Kaleea kembali menonton Tv..
Sedangkan di dapur nasib malang menimpa Siksa, bagaimana tidak! ponsel keluaran terbaru bermerek Sasung tergeletak di lantai setelah Gano banting dengan cukup keras.
''Dasar kurang ajar! butuh tiga bulan aku mengumpulkan uang untuk membeli ponsel ini, eehh dengan se'enak jidatnya di banting! awas kau pak Gano akan ku buat perhitungan.'' Gerutu Siska memeriksa ponselnya
''Aaaaaa,, aku mohon jangan rusak yaaa jangan rusak.'' Siska berdo'a saat menyalakan ponselnya, dan untungnya ponsel bermerek Sasung itu tahan banting dan tahan air yang mana membuat Siska senang bukan kepalang, walau layar lcd separuh ponselnya sudah blur yang terpenting dia bisa mengambil rekaman suara yang ada di ponsel ini..
Siska tidak bisa membiarkan Gano bisa bernafas lega setelah membuat ponselnya rusak. ''Aku tidak akan memaafkan mu pak Gano, sebelum anda mengganti ponselku dengan yang baru. Lihat saja, akan aku buat rencana agar kalian tidak mempunyai muka lagi di depan keluarga kalian.'' Ucap Siska penuh tekad.
•
•
•
•
KE ESOKKAN HARINYA•
...•°•°•°•°•...
__ADS_1
Di rumah sakit, jam menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Sha Sha mengeliatkan badannya saat ia bangun dari tidurnya karna semalaman Sha Sha menjaga Dayan hingga ia ketiduran di sofa.
Hoooaaammm...
Sha Sha menguap lalu mengucek matanya, menyingkirkan belek-belek kehidupan di ujung matanya. Ia berdiri melangkah ke arah ranjang di mana Dayan sedang terbaring..
Sreeeekkk..
Sha Sha membuka gordeng, namun alangkah terkejutnya Sha Sha saat ia melihat ranjang di depannya kosong! tidak ada Dayan yang terbaring seperti selama ia menjaganya..
''Kemana dia? apa perawat memindahkan Kak Dayan?'' gumam Sha Sha lalu pergi ke luar untuk mencari perawat..
''Sus, suster.'' Teriak Sha Sha memanggil Suster yang berjaga pagi.
''Dimana pasien di ruangan ini di pindahkan?'' Tanya Sha Sha yang membuat kedua Suster itu saling pandang.
''Bukankah pasien di ruangan ini sudah di bawa oleh keluarganya semalam, dan berkata akan membawa pasien berobat ke luar negri.''
''Apaaa!!''
Deg.. Deg.. Deg..
Jantung Sha Sha kembang kempis berdetak kencang tak karuan, mata Sha Sha sudah berkaca kaca hingga badannya terhiyung kebelakang..
''Eeehh, Nona anda baik-baik saja?'' kedua Suster memegangi pundak Sha Sha dan menuntun nya untuk duduk di kursi..
__ADS_1
''Ja_ jam berapa keluarga calon suaminya membawanya?
''Semalam Nona, sekitar jam 1 malam karna mereka juga sudah meminta izin pada dokter yang menangani pasien..
Sungguh, Sha Sha sudah tidak bisa berkata kata hingga bibirnya kelu untuk bertanya lagi. Betapa malangnya nasib Sha Sha saat ia mengetahui sang kekasih sudah di bawa pergi jauh darinya, air bening mulai berjatuhan dari sudut pelupuk mata di serta isak tangis tak bersuara.
Tak pernah sekali pun Sha Sha membayangkan ini akan terjadi padanya setelah dia memberikan semuanya pada Dayan.
Hissskk,, Hissskk,,
''Kenapa dia pergi? kapan dia pergi? kenapa tidak mengajak ku Hissskkk. Ayahhhhh.'' lirih Sha Sha dengan nada suara pilu dan sakit di ulu hatinya, tangan Sha Sha bergetar mengambil ponselnya untuk menghubungi sang Ayah..
''Haloo..
''Ayaaaahhh..''
•
...•°•°•°•°•...
...Kira kira siapa yang bawa Dayan yaa?...
Akankah Siska berhasil membongkar perselingkuhan Gano dan Maria?
...Jangan lupa LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1