
...•••••...
•
Setelah apa yang sudah di lalui hari ini, Dayan termenung di dalam kamarnya yang sudah dia bereskan dari kekacauan. Kini Dayan sedang memikirkan bagaimana kedepannya dan apa yang harus dia lakukan..
''Akh sialan! mengapa aku tidak ingat semuanya.'' Dayan memijat pelipisnya karna merasakan pening mendadak saat terus mengingat apa yang terjadi. Dayan hanya mengingat jika cintanya di tolak, setelah itu dia pergi ke club dan setelah mabuk dia tidak mengingat apapun lagi.
Bagaimana pun kerasnya Dayan mengingat, tentu saja Dayan tidak akan mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan Sha Sha karna memang tidak terjadi apapun di antara mereka berdua..
Huuuffftt.
Dayan menghela nafas dengan berat, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi keluarganya. dia akan membicarakan semuanya pada sang ibu dan meminta solusi dari masalahnya.
•
•
•
•
Sedangkan Sha Sha yang sudah berada di rumahnya terus tertawa bahagia karna sudah berhasil mengerjai Dayan, Sha Sha menganggap itu adalah sebuah lelucon yang akan mereda dengan sendirinya tanpa harus dia jelaskan..
Tapi Sha Sha tidak akan pernah menyangka jika leluconnya malah di anggap serius oleh orang lain. Sha Sha adalah tipe orang yang tidak akan pernah berpikir panjang! bahwa apa yang sudah di lakukan akan mendapatkan balasan yang akan kembali pada dirinya sendiri..
Tok.. Tok..
Pintu kamar Sha Sha di ketuk, bersamaan dengan sang Kakak Ryan masuk. "Shaa.'' Panggilnya
Sha Sha yang tengah duduk di meja rias langsung menoleh dan tersenyum melihat kakaknya. ''Kak.''
Ryan berjalan lalu duduk di pinggir ranjang dan menyuruh sang adik untuk duduk di sebelahnya, Sha Sha pun menurut dan duduk menatap sang Kakak..
''Ada apa kak?''
Ryan tersenyum mengelus rambut adik kesayangan nya dengan lembut. ''Apa kamu tidak ingin meminta maaf dek?''
''Hah! maksud Kakak apa?''
Ryan tersenyum. ''Dengarkan Kakak, minta maaflah sebelum terlambat. Kau tau, jika ibu mengetahui kelakukan mu pada Yasmien kira-kira apa yang akan dia lakukan.'' Ujar Ryan.
Deg.. Deg..
''Kak.'' Sha Sha tidak bisa melanjutkan perkataannya, tenggorokannya terasa kering mendadak dengan hati yang sudah tak karuan..
Ryan tersenyum. ''Kakak sudah tau semuanya, Affan menceritakan apa yang dia ketahui pada Kakak. Kamu tau Shaa, Affan dan Yasmien sengaja tidak memberi tahu keluarga tentang bagaimana kejadian awal bermula. Kakak tau jika kau tidak sengaja melakukannya, dan Kakak mohon berpikiran dewasa dan minta maaflah jika kamu salah.''
__ADS_1
Sha Sha diam menunduk meneteskan airmatanya, sebenarnya Sha Sha ingin meminta maaf pada Yasmien! Namun Sha Sha malu. ''Apa Yash akan memaafkan aku, atas apa yang sudah aku perbuat?''
''Tentu saja, kalian berteman bukan kemaren sore bukan? Tapi kalian berteman semenjak di dalam perut, Kakak yakin jika Yash akan dengan mudah memaafkan dirimu.''
Sha Sha mengangguk..
''Dengar__ minta maaflah atas dasar kesadaran dan dari lubuk hatimu, jangan pernah meminta maaf jika kamu merasa terpaksa atau di paksa. Karna itu tidak akan baik untuk Sayang... Kau adikku bukan?''
Sha Sha lagi dan lagi mengaguk.
''Adik ku tidak memiliki hati yang jahat, dan niat yang jahat untuk melukai orang bukan?''
Sha Sha menganguk.
''Good girls, sini peluk Kakak. ''
Mereka berdua berpelukan saling menyayangi satu sama lain walau berbeda ayah..
''Kak, dimana Kaleea.? tanya Sha Sha di sela mereka sedang berpelukan..
''Dia sedang ada di rumah kedua orang tuanya.''
''Lalu kenapa Kakak disini?''
''Memangnya Kakak tidak boleh meluangkan waktu dengan adik sendiri.?
''Heheee, makasih Kak.''
•
•
•
Sedangkan di kediaman Arrashid kini sangat ramai, karna semua keluarga Lintang dan Omar datang berkumpul menjadi satu. Di ruang keluarga, semua orang tengah menyaksikan perdebatan antara Kakak dan Adik yang sedang memainkan permainan BKG (batu, kertas, gunting.)
Namun bukannya mereka bermain, mereka malah beradu argumen karna sang adik tidak terima dengan kekalahannya. "Kak Affan curang.'' Protes Kaleea pada sang Kakak, saat dirinya terus menerus kalah dan harus melumuri wajahnya dengan tepung. Sedangkan Affan masih bersih dan belum kalah sama sekali..
"Apa yang curang dek, semua orang disini menjadi saksinya termasuk Nenek..'' Ucap Affan dengan senyum bahagia, karna dia bisa balas dendam pada sang adik..
''Yasudah sok sekali lagi.''
Affan dan Kaleea tengah bersiap-siap, tapi tak lama ponsel Affan berdering membuat permainan berhenti karna Affan menjawab telpon dulu. ''Bentar yaa dek, aku jawab telpon dulu.''
''Hah, jangan lama-lama.'' Teriak Kaleea saat sang kakak berlari ke luar, karna di ruang keluarga sangat bising oleh pergibahan seantero bangsa.
Setelah berada di taman belakang, Affan menjawab telpon dari Meda.''
__ADS_1
📞.''Ya Hallo.''
📞."Hallo, apa benar ini Tuan Affan?''
📞.''Yaa, saya sendiri.''
📞."Begini Tuan, saya menemukan ponsel ini bersama pemiliknya yang tergeletak di jalan. Apa Tuan bisa membantu saya.?
📞. Affan terdiam sejenak. ''Memangnya apa yang terjadi dengan pemilik ponsel itu?''
📞"Saya kurang tau Tuan, saya menemukannya tergeletak pingsan."
📞"Dia pingsan?''
📞"Ya Tuan."
📞''Ck, jika dia pingsan! kenapa kamu tidak telpon ambulan? dan membawanya ke rumah sakit! malah menelponku dasar bodoh.'' Sentak Affan, karna dia malas berhubungan dengan masa lalu..
TUT..
Affan mengakhiri sambungan telponnya dengan sepihak, dia merasa bingung kenapa jika Meda di temukan pingsan di jalan malah menelepon dirinya bukan ambulans. ''Orang-orang bodoh.''
•
Sedangkan di sisi lain•
''Bagaimana?'' tanya Meda pada temannya yang barusan menelepon Affan..
''Dia menyuruhku menelepon ambulans.''
''Hah!! iihhh.'' Meda sangat kesal dengan sikap Affan yang benar-benar tidak perduli lagi dengannya, padahal Meda sudah melakukan segala cara agar Affan mau menoleh padanya lagi, tapi mungkin usahanya sia-sia karna di hati Affan kini bukan nama Meda yang terukir melainkan nama Yash yang sudah Affan ukir secara permanen di dalam lubuk hatinya..
''Sudah lah Med, lepaskan saja Affan kamu lihat saja sikapnya sudah acuh seperti itu berarti dia sudah tidak mencintai mu lagi.''
''Tapi dulu dia sangat mencintaiku, tidak menutup kemungkinan jika dia masih mencintaiku bukan.?!
''Itu dulu Medaaaa, sekarang situasinya sudah berbeda.''
Meda diam dan duduk dengan lemas, apa yang di ucapkan sahabatnya ini ada benarnya juga, Meda pun tersenyum dan menoleh lalu merangkul sahabatnya..
''Baiklah, ayo kita pulang ke Turky dan melupakan apa yang harus di lupakan.''
''Gitu donk, itu baru sahabat ku..''
Meda dan sahabatnya pergi membawa hati yang kecewa, namun Meda akan belajar mengikhlaskan Affan untuk bahagia bersama pilihannya..
.
__ADS_1
...........
...LIKE LIKE.KOMEN.VOTE...