Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh ~S2


__ADS_3

"Bagaimana, apa kalian menemukan Shasha?'' Tuti yang sejak tadi menunggu suami dan anaknya pulang langsung menanyakan anak gadisnya yang tak kunjung pulang hingga selarut ini.


Asad melirik Ryan dan Kaleea, mengisyaratkan jika dia yang akan menjelaskan pada ibu mereka apa yang terjadi. Ryan mengangguk dan membawa Kaleea keluar dari kamar sang ibu...


Sedangkan Asad menghela nafasnya lalu melangkah dan duduk di sisi Tuti, mengelus punggung istrinya yang tengah bersedih kehilangan putrinya..


''Maafkan aku.''


''Apa! Kenapa kau harus meminta maaf?''


''Para polisi hanya menemukan barang-barang Shasha tergeletak di pinggir jalan dan di temukan oleh seseorang, namun Shasha sendiri tidak ada kabar dan belum di temukan.''


''Lantas kemana putriku pergi yaa Asad hisk,, hisk.'' Tuti menangis memeluk Asad sambil memukul dada bidang suaminya untuk menjadi pelampiasan..


''Jangan menyerah, kita akan mencari sampai putri kita di temukan.'' Asad memeluk erat dan ia tidak memperdulikan jika Tuti memukulnya..


Ia tau jika sang istri pasti terpukul atas kepergian anak perempuan satu-satunya, membiarkan tangis kesediahan meluap dengan sendirinya agar membuat hati merasa nyaman dan jauh lebih baik..


Selama ini Asad tau jika Tuti akan membiarkan anak perempuan nya untuk melakukan apa yang ia mau. Tuti juga akan mendukung, menuntun, dan memberikan semua pengetahuan yang Shasha butuhkan karena Tuti ingin Shasha berhasil dalam apa pun yang ingin di gapainya. Yang membuat semua orang bingung adalah, mengapa Shasha pergi dari rumah sedangkan selama ini yang ia ketahui tidak ada masalah apapun dalam keluarganya..


Asad berpikir dalam benaknya, apakah ada hal yang ia lewatkan??





Di sisi lain •


...•••••...

__ADS_1




16Jam 15mnt. Perjalanan dari airport internasional Dubai ke Bandara Internasional Miami (IATA: MIA, ICAO: KMIA, FAA LID: MIA) adalah bandar udara yang terletak di bagian selatan Miami, Amerika Serikat dan satu-satunya bandara komersial yang beroperasi di negara ini..


Shasha tengah berdiri di luar bandara menunggu seseorang yang akan menjemputnya, dan tak berapa lama mobil sedan berhenti di depan Shasha lalu keluarlah orang yang di tunggu Shasha..


''Ameena.''


''Shasha.''


Kedua orang itu berpelukan dan menanyakan kabar satu sama lain, lalu Ameena membawa Shasha masuk kedalam mobil menuju apartemen miliknya..


Butuh waktu 30mnt dari bandara ke tempat di mana Ameena tinggal, dan kini mereka sudah berada di apartemen milik Ameena.


''Kau tinggal disini sendirian?'' Tanya Shasha yang di angguki oleh Ameena.


''Mereka tinggal di salah satu perumahan yang jauh dari hiruk piuknya kota Miami.''


''Oummm.''


''Oh iya Sha tinggal saja di sini bersamaku, tidak usah mencari apartemen lagi biar pengeluaran mu ringan.''


Shasha terdiam, ia tidak mungkin tinggal disini dengan keadaan perutnya yang akan membuncit seringnya waktu ''Ahh tidak usah Ame, aku kesini ingin mandiri dan bekerja keras sendiri.'' tolak Shasha dengan halus.


''Apa kedua orang tua mu tau kau kesini?'' Tanya Ameena yang langsung di jawab gelengan oleh Shasha.


''Tidak, tidak ada satu orang pun yang mengetahui aku pergi dari rumah.'' Ucap Shasha sedih.


Ameena tersenyum, ''Tunggu di sini dulu, biar aku ambilkan minum untuk mu.'' Ameena pergi ke dapur lalu menoleh kebelakang melihat Shasha yang sedang memperhatikan barang-barang nya..

__ADS_1


Ameena tersenyum misterius lalu menekan layar ponsel untuk menghubungi seseorang, dan berbicara berbisik dan mengangguk seakan dirinya dan si penelpon itu yang mengerti. Ameena pun menutup telpon itu dengan senyuman mengembang terlihat di wajahnya.


''Saldo di rekening ku akan bertambah sepertinya.'' gumam Ameena lalu menoleh kebelakang dan terkejut saat ia melihat Shasha berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam. ''Shasha.''


Plaaakk!!


Shasha menampar pipi Ameena lalu mencengkram rahang dan menjambak rambut Ameena. ''Aku pikir kau teman! Turns out you're a prostitute, (Ternyata kamu pelacur) kau pikir kau bisa menjualku HAH.''


''Shasha aku bisa jelaskan.'' Ucap Ameena menahan sakit di kepalanya, karna Shasha mencengkram dengan kuat.


Tanpa basa basi Shasha menyeret tubuh Ameana menuju kamar dan mendorongnya masuk lalu mengunci Ameena dari luar. ''Fu**king b*tch.'' Teriak Shasha menendang pintu, lalu dengan segera membawa semua barang-barang keluar dari apartemen Ameena dengan panik.


Shasha tak menyangka jika Ameena akan melakukan ini padanya, padahal mereka berteman baik semasa sekolah. Sekarang Shasha tau jika tidak ada siapapun yang bisa di percaya terkecuali dirinya sendiri.






Sedangkan di benua yang berbeda, tim dokter bedah plastik yang Nurriah datangkan langsung dari Korea sudah sampai di Jerman tepatnya di Mansion Nurriah..


Para dokter sudah berkumpul mendengarkan apa yang Nurriah inginkan dan apa yang harus para dokter itu lakukan, karna Nurriah tidak mau ada satu inci pun yang kurang dan berbeda dari apa yang dia dan sang suami inginkan..


Setelah semuanya mengerti, para dokter pun langsung melihat keadaan Dayan yang masih terbaring di atas ranjang..


Sebuah awal yang sulit dan pahit pada awalnya, pasti akan membuahkan yang manis pada akhirnya. Bagaimana dan kapan mereka akan bertemu itu sebuah rahasia ilahi (dan author tentunya) khemm..


...••••...

__ADS_1


Jangan lupa apreasinya ya ziyeng, jangan jadi orang yang tidak menghargai Author. Cukup like komen aja author udah seneng banget kok, kan gratis gak perlu bayar like mah😊 jika pun ada beberapa orang yang mengirimkan give terimakasih 💙


__ADS_2