
...••••••...
Shasha mematung di depan cermin melihat alat tes kehamilan yang di beli untuk membuktikan jika dugaannya salah, namun tuhan mempunyai rencana lain yang ternyata hasilnya bergaris dua. Dunianya seakan runtuh kala mengetahui jika ia tengah hamil anaknya Dayan.
''Hah!
Shasha hampir saja terjengkang kebelakang kalau saja tangannya tidak berpegangan pada wastafel di depannya, Tenggorokan Shasha tiba-tiba mengering memikirkan bagaimana nasibnya bagaimana reaksi kedua orang tuanya saat tau jika ia tengah hamil..
''Kenapa bisa hamil? bukankah hanya aku dan Dayan hanya sekali melakukannya, aaaarrrkkk sialan!'' Teriak Shasha tanpa suara.
Shasha duduk di atas kloset, menjambak rambutnya prustasi lalu memejamkan matanya mencari solusi dari masalahnya. Shasha tak tega jika memberitau pada ayah ibunya, karna Shasha yakin jika kedua orang tuanya pasti akan kecewa dan marah padanya..
''No. I'm sure if mom will be disappointed with me,what should I do (Nggak. Aku yakin jika ibu pasti akan kecewa padaku, apa yang harus aku lakukan).'' gumam Shasha memeluk lututnya..
Tok..Tok..Tok..
''Shaaa, kamu di dalam nak?''
Hampir saja jantung Shasha keluar dari tempatnya, saat sang ibu mengetuk pintu. ''Ah, i_ iya bu Shasha di dalam memangnya ada apa?''
''Ayo kita makan malam di bawah bersama.''
''Oh, baik Shasha keluar sebentar lagi.'' Teriak Shasha.
__ADS_1
''Oke.''
Shasha berdiri dan membuang alat tes kehamilan itu kedalam kloset agar tidak ada yang menemukannya, setelah selesai ia merapihkan penampilannya lalu keluar dari kamarnya untuk bergabung di meja makan..
''Lagi sibuk apa sekarang Sha?'' Tanya Kaleea yang melihat jika adik iparnya menjadi pendiam.
''Hah, kau bertanya padaku?'' Shasha tidak ngeh jika Kaleea bertanya padanya, karna ia memikirkan solusi atas masalah yang tengah ia hadapi.
''Kau melamun.'' Tebak Ryan membuat Shasha langsung menggeleng.
''Nggak! hanya saja Shasha tidak nafsu makan Kak.''
''Kaya lagi ngidam aja kamu Sha nggak enak badan.'' celetuk Kaleea membuat Shasha menahan nafasnya dengan tegang, ketika celetukkan iparnya membuat ia panas dingin mendadak..
Pletaakk.. Awwww..
''Eeyy dasar mertua jahanam, aku cuma becanda lagian mana mungkin Shasha hamil! memangnya Contolatos mana yang sudah merobek keperawanannya.'' Ucap Kaleea semakin menjadi jadi..
''Astagfirullah hallazim yaaa Gokongggg! jangan sampai cucuku ketularan mesum seperti mu.''
''Mana bisaa seperti itu, dimana mana buah jatuh tidak akan jauh dari pohonya. Kalau Guntur nggak kaya aku itu namanya melawan alam semesta.''
''Alaaahh kam__
''Sudah sudah, lanjutkan makan kalian.'' Asad sudah pusing mendengar celotehan kedua wanita yang absurd.
__ADS_1
•
•
•
•
Di belahan benua lain•
Seorang pria tampan tengah terbaring dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya, dia adalah Dayan yang di bawa kabur oleh sang Ibu ke negara Jerman di kota Quedlinburg.
Quedlinburg adalah kota yang terletak di Harz yang terletak di Jerman bagian tengah. Penduduknya berjumlah 22.795 jiwa. Kota ini terletak di sungai Bode.
Sang ibu sengaja membawanya jauh dari orang-orang yang dia benci, ia tidak mau jika sang anak bagian dari keluarga yang sudah membuat hidupnya hancur. Bahkan dengan tega sang ibu menyuruh dokter untuk mencuci otak sang anak untuk tidak mengingat apapun ketika dia bangun suatu hari nanti..
''Apa kau sudah menyuntikkan obat itu?''
''Sudan nyonya.''
''Baiklah kau boleh pergi.''
Dokter itu mengangguk lalu pergi meninggalkan Nurriah yang sedang mematap Dayan..
•
__ADS_1
...••••...
...JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE...