
Di sebuah restoran dekat perkantoran, Ryan sedang duduk mendengarkan mantan kekasihnya bercerita tentang kejadian yang menimpa dirinya..
Aurell dengan pilu dan berlinang airmata penuh drama, menangisi kejadian naas yang dia alami. Aurell tidak tau harus meminta tolong pada siapa lagi kalau bukan dengan Ryan..
Namun Aurell merasa heran dengan raut muka yang di tunjukkan oleh mantan kekasihnya, Ryan hanya diam tidak bertanya atau menanyakan permasalahannya..
''Lalu aku harus apa? menyembunyikan dirimu dari orang-orang yang sedang mencarimu?.'' Tanya Ryan pada akhirnya setelah dia meneliti permasalahan mantan kekasihnya ini..
''Jika kamu tidak keberatan dan mau menolongku, aku mohon.'' Aurell memegang tangan Ryan dengan erat, namun tidak di sangka jika Ryan langsung menepis tangan Aurell yang memegang tangannya..
''Begini Aurell,'' Ryan menegakkan posisi duduknya sambil membenarkan jas yang dia pakai, lalu menatap Aurell yang sedang menghapus airmatanya. ''Yang pertama aku ingin menanyakan rasa malu mu dimana? setelah kamu mengkhianati ku.''
Deg..
''Yang ke dua, apa kamu yakin aku mau membantu dirimu setelah apa yang sudah kamu perbuat padaku.?
Deg.. Deg..
''Yang ke tiga, aku tegaskan padamu! jika aku tidak sudi mengeluarkan uang seperserpun untuk membantu dirimu. Katakan lah aku jahat, tapi di bandingkan aku mengeluarkan uang untuk wanita seperti dirimu, lebih baik aku memberikan uang ku pada istriku yang sedang menunggu di rumah.''
Bak di sambar petir dari ketinggian 2000 kaki, hingga menembus kedalaman 7kilometer. Aurell lemas seketika mendengar penolakan tegas dari Ryan..
''Ryan Ak__
Ryan berdiri membuat Aurell tidak bisa meneruskan kata katanya.
''Ryan tunggu, apa kamu tidak iba sedikit pun terhadapku? aku sedang mengandung dan___
__ADS_1
''Iba? heii Aurell, jika aku tidak salah ingat! kamu masih memiliki orang tua dan sodara bukan? kenapa tidak meminta tolong pada mereka saja, karna mereka lebih berhak di bandingkan aku yang bukan siapa-siapa dirimu lagi.''
Ryan pergi meninggalkan Aurell yang diam seribu bahasa, Aurell tidak pernah menyangka jika Ryan yang dulunya lemah lembut kepadanya. Kini berubah drastis bahkan Aurell seperti tidak mengenali Ryan yang sekarang..
''Sialan!!
.
...........
Sedangkan di kediaman Kaleea, Tantan turun dari sepeda baru miliknya pemberian dari Kaleea sewaktu Tantan ulang tahun. Tantan masuk kedalam rumah membawa kantong plastik entah apa itu isinya..
''Asalamualaikum Kak.''
''Walaikum salam, mana?
''Banyak banget Tan.? Kaleea merasa heran, karna seingat dirinya hanya memesan satu seblak saja..
Dugh..
Tantan duduk di sofa. ''Sengaja tantan beli banyak parian rasa Kak, biar nggak bolak balik keluar lagi karna panas lagi trik-triknya.''
''Dih gaya nya, emang ada seblak beda beda rasa? setau Kakak seblak mah gitu-gitu aja rasanya..
''Tentu saja ada Kak, ini.'' Tantan mengambil satu kotak sterofom dan membukanya. ''Ini seblak ceker rasa pelakor di tonjok istri sah.
''Dan yang ini, Seblak kwetiaw pedas rasa patah hati di tinggal pas lagi sayang-sayang nya. Dan yang ini, seblak Tulang rasa waria sedang berjoget di lampu merah. Dan in__
__ADS_1
''Stoop! Jangan di teruskan, nanti Kakak nggak mood makan Seblak gara gara rasa yang nyeleneh dari mulut mu.'' Ujar Kaleea membuka satu persatu seblak yang ada di depannya..
Ini adalah kali pertama Kaleea ngidam, dan itu pun bisa Tantan belikan karna Kaleea tidak mau mengganggu suaminya yang sedang bekerja..
''Oh iya Kak, Tantan sampe lupa ngabarin.''
''Apa?
''Waktu Kakak pulang ke kampung, Ada wanita yang sering Tantan Liat ke sini nanyain Kak Ryan mulu.''
Kening Kaleea mengkerut..
''Tapi ya Kak, wanita itu lagi hamil loh Kak! trus Tantan tanya ke Emak, dan Emak bilang Mantannya Kak Ryan.
Uhukk..
Uhukk..
Kaleea langsung tersedak seblak yang dia makan.
''Kak, apa jangan-jangaaaaannn...
.
Kompooorrrrrr lagi adem adem ada Kompooorrrrrr
...........
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE*...