
Ruang makan di pagi hari semua orang sudah berkumpul di meja makan, kecuali Shasha yang tidak ada di kursinya membuat sang ibu mengerutkan keningnya biasanya anak itulah yang sudah lebih dulu di meja makan.
"Binue." Panggil Tuti, yang langsung mendapatkan jawaban dari arah dapur.
"Na'am madam."
"Tolong panggilkan Shasha di kamarnya, tumben sekali dia tidak ada paling awal."
"Baik madam."
Binue mengangguk, perempuan yang berasal dari negara Utopia itu langsung ke lantai atas dan mengetuk pintu anak majikannya itu..
Tok.. Tok.. Tok..
Binue mengetuk pintu, namun sudah beberapa kali ia memanggil Shasha tidak ada jawaban dari dalam kamar membuat Binue membuka pintu lalu masuk kedalam..
''Shasha... Shasha, kamu di panggil Amma.'' Teriak Binue celingak celinguk lalu memeriksa kamar mandi yang ternyata kosong, Binue melangkah ke arah ke ruang ganti pakaian dan ternyata orang yang dia cari tidak terlihat batang hidungnya..
"Kemana dia? Apa dia pergi tadi pagi yaaa.'' Gumam Binue dalam hati lalu menggidikkan bahunya, melangkah pergi dari kamar. Namun saat ia akan menutup pintu kamar Shasha, netra matanya tak sengaja melihat secarik kertas di atas nakas yang melambai tertiup angin.
Burkiah pun melangkah untuk mengambil kertas itu dan melihatnya, Binue membacanya dengan khusu dan serius namun sedetik kemudian Binue merasa pening saat ia tak mengerti apa yang di tulis di kertas yang ia pegang.. "Heisss kenapa tidak pakai bahasa ingus saja yang di tulis biar aku mengerti." Ucap Binue melangkah pergi membawa kertas itu pada majikannya..
Sesampainya di ruang makan, Binue melaporkan bahwa Shasha tidak ada di kamarnya dan memberikan kertas penemuannya di kamar Shasha..
"Ini madam, Shasha tidak ada tali aku menemukan kertas ini di atas nakas.
Tuti diam sejenak lalu menerima kertas itu dan membacanya, alangkah terkejutnya Tuti saat ia tau jika sang anak kabur dari rumah. Matanya melotot, dadanya sesak saat ia mengetahui jika anak perempuan nya kabur...
Gubraaakk..
__ADS_1
Tuti jatuh pingsan yang membuat semua orang panik, karna ndoro putri yang tidak pernah sakit kini jatuh pingsan..
"Sayang.''
"Ibu."
''Madam.''
Ucap semua orang secara bersamaan, lalu menolong Tuti yang tergeletak di lantai.
•
•
•
•
Shasha sudah berada di dalam pesawat, menuju ke negara Miami ploridina oren eh salah Florida maksudnya. Miami merupakan sebuah kota di Amerika Serikat. Kota ini terletak di bagian selatan, negara bagian Florida..
"Miss Linzzy do you want something?" Tanya pramugari saat ia menyajikan makanan..
Shasha menoleh dan menggeleng. "No thanks, this is enough for me." Jawab Shasha.. Pramugari itu tersenyum lalu pergi untuk memberikan makanan pada penumpang yang lainnya..
Shasha menoleh ke arah jendela pesawat, melihat awan awan yang menggumpal tertata rapih. Tak terasa satu tetes airmatanya turun membasahi pipi lalu dengan segera Shasha menghapus airmatanya, ia tidak boleh cengeng dan terpuruk karna masih ada satu nyawa yang harus ia jaga dan besarkan..
Shasha mengganti identitasnya dan sekarang namanya adalah Linzzy Blezensky umur 25thn lebih tua dari umur aslinya Shasha..
Shasha sengaja pergi ke Miami karna salah satu teman sekolahnya dulu pindah ke Miami, dan dirinya akan tinggal di Miami dengan anaknya kelak dengan bantuan temannya. Awalnya dia akan pergi ke Indonesia dan menjalani hidup disana, namun ia teringat jika tinggal di Indonesia dengan keadaan hamil tanpa pernikahan sama saja membunuh dirinya sendiri..
__ADS_1
•
•
•
Di tempat lain•
Kehilangan buah hati yang ia sayangi membuat Tuti sangat shock dan beberapa kali jatuh pingsan tak sadarkan diri sampai saat ini, menantinya selama bertahun-tahun lalu mengandung dan melahirkannya ke dunia tentu saja menoreh sedih yang mendalam bagi Tuti saat ia tahu jika anaknya kabur dari rumah.
Apa salahnya hingga anaknya pergi tanpa pamit. Apakah ia melakukan kesalahan hingga sang anak lebih memilih pergi di bandingkan berbicara dari hati ke hati dengannya.
Perasaan nelangsa yang menyelimuti diri, serta ke khawatiran seorang ibu terhadap anaknya yang berada di luar sana. Bagaimana jika sang anak kelaparan, bagaimana jika anaknya kedinginan, bagaimana jika anaknya bertemu orang jahat di luar sana yang akan memanfaatkan sang anak.
Tuti terus saja meraung sedih, lalu jatuh pingsan kembali saat memikirkan nasib sang anak dan bertanya tanya dalam hati apa dia membuat kesalahan hingga sang anak dengan tega meninggalkan dirinya..
"Bagaimana ini?" Tanya Kaleea pada Ryan saat ia mengkhawatirkan keadaan mertuanya, yang sudah lebih dari tiga kali pingsan terus menerus dan yang terakhir ini belum bangun juga.
"Jagalah ibu, aku dan ayah akan mencarinya." Ucap Ryan mengecup kening Kaleea lalu pergi dari rumah dengan ayah Asad untuk menanyakan keberadaan Shasha pada teman temannya..
•
...Jangan lupa apreasinya yaaaaa Ziyeng...
...setiap Bab harus di like...
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1