
Kediaman Arrashid yang luas, kini ramai dengan perkumpulan para sahabat yang sudah seperti saudara sendiri... Keluarga Lulu, Susi, Tuti, Yanti, Lintang, semuanya berkumpul bersama bercanda riang tiada beban di benak mereka.
Mereka juga sudah menjadwalkan pernikahan Affan dan Yasmien dua hari kedepan, dan akan mengadakan resepsi besar-besaran di bulan depan..
Semua menyambut dengan gembira kabar itu, namun tidak dengan Sha Sha! dia hanya tersenyum kecut dengan hati sedikit tidak rela namun dia sadar jika Affan memang bukan untuknya. Sha Sha memang sangat mencintai Affan namun sekali lagi kenyataan membuat dia sadar jika Affan bukanlah jodohnya.
Sha Sha pergi melangkah ke tempat yang sepi untuk menyendiri, menenangkan hatinya yang sedang sensitif karna mendengarkan kebisingan semua orang yang ada di dalam.
Begitu pun para lelaki yang pindah tempat untuk mengobrol masalah bisnis mereka, meninggalkan para wanita yang sedang asik bergosip hal yang tidak jauh dari persoalan ranjang dan perpepewan..
•••
Sha Sha duduk di kursi belakang taman Qars (Mansion), dan kebetulan kursi yang dia duduki sangat gelap. Sha Sha duduk dan merenungi kesalahannya pada Yasmien yang memang sudah keterlaluan, tapi apa mau dikata jika semua ini sudah terjadi..
Ia berjanji mulai malam ini Sha Sha akan mencoba melupakan Affan di hatinya walau Sha Sha tidak yakin, ingin sekali Sha Sha mengutarakan rasa cintanya pada Affan namun dia takut di tolak yang akan membuat dia jauh lebih sakit hati di bandingkan sekarang.. Untuk itu, lebih baik Sha Sha pendam rasa cintanya dan berharap akan ada pangeran yang mengisi hatinya cepat atau lambat..
''Huuufftt begini kah rasanya sakit hati.'' Gumam Sha Sha pelan..
''Sakit hati Kenapa?'' tanya seseorang dari arah belakang, yang membuat Sha Sha langsung menoleh dan terkejut..
Aaaahhkk...
Gubraakk..
Sha Sha terjungkal dari kursi saking terkejutnya, saat dia menoleh melihat Gano di belakangnya dan begitu dekat dengan wajahnya.
''Ihhhh Kak Gano! kaget aku tuh.''
''Ha ha hahah, lagian ngapain ngelamun di tempat gelap! gak takut ke sambet hantu apa.'' ucap Gano duduk di kursi tanpa mau menolong Sha Sha yang masih duduk di tanah..
''Ck, siapa yang lagi ngelamun.'' Sha Sha berdiri dan duduk di sebelah Gano..
''Mana ka Agam?''
''Biasa lagi telpon sama pacarnya.''
''Terus kapan Kak Gano punya pacar, jomblo mulu perasaan diliatin.''
''Ihhh udah donk, tapi Kakak gak mau kenalin sama semua orang karna belum waktunya.''
''Dih, udah kaya pacaran sama Artis aja! apa jangan-jangan Kakak jadi selingkuhan yaa.''
__ADS_1
Deg..
Gano menjadi salah tingkah saat Sha Sha menebak jika dirinya menjadi selingkuhan.. ''A_ Khem Apa sih kamu Sha! mana ada cowo tampan seperti aku ini jadi selingkuhan!''
''We don't know what's real. (Kita tidak tahu apa yang nyata.)'' Ujar Sha Sha menggidikkan bahunya yang membuat Gano terdiam membisu..
Tak akan ada yang tau mengapa Gano terdiam saat Sha Sha menebak dirinya, namun ada sesuatu yang dia sembunyikan dari semua orang..
''Heii Kak, ko jadi Kak Gano yang melamun?''
''Hah?''
''Isshh ya udah kita ngelamun bersama aja yookk.'' Ajak Sha Sha yang sebal melihat anak dari Aunty Lulu malah melamun dengannya disini..
•
•
Sedangkan di Ruang tamu•
''Kaleea sayang kamu masih kuliah? tanya Aunty Lulu pada Kaleea yang sedang asik memakan puding..
''Masih Aunty, ka Ryan menyuruhku untuk kuliah padahal aku tidak mau kuliah.'' Jawab Kaleea dengan mimik muka sedih dan teraniaya.
''Aku lebih suka menunggu ka Ryan pulang dari kantor, dan berolahraga malam penuh keringat! di bandingkan harus belajar menguras otak ku yang minim akhlak ini.'' Jawab Kaleea yang membuat para emak-emak saling pandang satu sama lain dan menggelengkan kepalanya..
''Benar-benar anaknya Lintang.'' ucap Lintang menepuk dadanya bangga, membuat yang lain mengerlingkan mata malas mereka secara bersamaan..
"Oh iyaa Kaleea Aunty mau tanya nih, tapi sedikit sensitif boleh gak? tanya LuLu..
"Apa?''
"Khem... Si kemed lokal gede gak ukurannya?'' tanya Lulu yang membuat Tuti menyemburkan minumannya..
Byuuuurrr..
''Ahhhh__ Ada mbah dukun!'' teriak Yasmien yang terkena sembur oleh Tuti..
''Ehh maaf sayang Aunty gak sengaja.'' Tuti memberikan tisu pada Yasmien untuk mengelap mukanya yang basah, Tuti melihat Lulu dan mentoyor kepala Lulu dengan gemas..
Tuuuuiinggg..
__ADS_1
''Kau bertanya ukuran si kemed Anakku bodoh! kau meragukan kehebatan anakku di ranjang! iyaa Luu?''
''Eh ko mbak yang jadi sewot? aku tanya sama Kaleea, kan aku taunya Kemed impor dan belum penah nyoba yang lokal yaaa aku tanya enak gak gitu rasa lokal.''
''Hah, di jawab tuh gimana rasanya punya barang lokal.'' Lintang menimpali..
"Woy, bisa gak woy gak bahas urusan ranjang jika bertemu. Anakku masih bocil ini.'' lirih Yanti takut anaknya bisa tercemari virus mesum..
''Yeeeeyy gak papa, buat edukasi aja biar mereka tau bagaimana cara tata kerja jika sedang bercinta.'' ucap si sengklek Lintang..
Yanti melihat anak gadisnya dan menyuruh dia untuk bergabung dengan kedua kakaknya yang sedang mengobrol di dekat kolam..
Si cantik Dhea mengangguk dan menyusul Dhamar dan Dhamian di dekat kolam, agar otaknya bisa selamat dari virus virus yang akan merusak masa depannya.. Sedangkan para emak-emak dan Yasmien sedang menunggu jawaban dari Kaleea..
''Jadi apa jawabannya?'' tanya Lulu yang sudah tidak sabar..
''Apanya.... Ummmmm penasaran yaaa.''
''Astagfirullah ya Allah ya kariiiimmm, menantu si Tuti anaknya Lintang! bener benar buat aku darah tinggi.'' teriak Lulu yang membuat Kaleea terkekeh..
Khem__ "Tenang Aunty tenang, biar aku jelaskan. Besar nggak, kecil juga nggak, yaaaa paslah buat keluar masuk si momoki ku. Emmm bisa juga di bilang PENDEKAR lah..'' Ujar Kaleea membuat semua orang bingung...
''PENDEKAR?'' ucap semua orang secara bersamaan melihat Kaleea meminta penjelasan..
''PENDEK TAPI KEKAAARRR Ha hahahaha ha.'' Kaleea dan semua orang tertawa terbahak-bahak terkecuali Tuti, dia menatap tajam pada sang menantu yang sudah berani mengejek kepunyaan sang anak..
''Aiiii__ pi pi pip mama mertua kenapa aku di jewer.''
''Dasar istri duhakim, berani sekali kamu mengejek suami mu.''
''Aku aai-aii-aii- hanya becanda mama mertua, kan aku bilang Pendekar bukan Penkil.''
''Tetap saja kamu mengejeknya!! Tuti melepaskan jewerannya.
Sedangkan Kaleea langsung lari terbirit-birit mengadu pada sang suami. ''Kakaaaaa, ibu mu melakukan kekerasan permenantuan, dia lebih kejam di bandingkan mertua di cenel ikan terbang.'' teriak Kaleea sambil berlari yang membuat Tuti melotot tak percaya..
''Litaaaaaaaannnggg anak mu Ya ilahiiiiiii Ya robiiiii.''
•
...•••••...
__ADS_1
...Jangan Lupa....
...LIKE.KOMEN.VOTE...