
...•••••...
Ryan pada akhirnya membawa sang istri ke rumah sakit sebelum mereka pulang ke Qars (Mansion) orang tua mereka, dia tidak bisa melihat istrinya menderita dan terus menerus muntah di setiap dua menit sekali. Dan puncaknya Kaleea pingsan di dalam mobil menuju rumah sakit, membuat Ryan panik setengah mati dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi..
Setelah beberapa menit mengendarai, akhirnya Ryan sampai di depan rumah sakit dan langsung berteriak meminta tolong pada suster. Para suster yang mendengar teriakkan langsung menolong dan membawa Kaleea untuk di periksa dokter, sedangkan Ryan menunggu dengan cemas di luar ruangan..
Satu Menit.. Lima menit.. Sepuluh menit.. Dan beberapa menit berlalu Ryan dengan sabar menunggu dan berdoa supaya sang istri sehat sehat saja. ''Sus bagaimana keadaan istri saya?'' Ryan berdiri saat Suster keluar dari ruang pemeriksaan..
''Mari masuk Tuan, Dokter Karl sudah menunggu anda.''
Ryan pun masuk kedalam ruangan, sekilas matanya melihat Kaleea yang masih belum sadar. Ryan pun duduk berhadapan dengan Dokter Karl. ''Dok, bagaimana keadaan istri saya.?
Dokter Karl tersenyum melihat Ryan yang tegang. ''Jangan Khawatir Tuan, istri anda baik-baik saja.''
''Alhamdulillah.'' Ryan bisa bernafas lega saat dokter mengatakan jika istrinya baik-baik saja..
''Dan juga saya mengucapkan selamat untuk anda, karna sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah.''
__ADS_1
''Hah.''
Ryan terdiam mengerutkan keningnya dan merasa bingung. ''A_ ap_apa Dok, sayaaaa.''
''Yaa anda akan menjadi seorang ayah, tadi saya sudah memeriksa bahkan sudah melakukan usg dan ternyata istri anda positif hamil. Saya memperkirakan usia kandungan istri anda sudah menginjak enam minggu.'' Tutur Dokter Karl.
Sungguh, Ryan tidak bisa berkata-kata saat mengetahui dia akan menjadi seorang ayah. Matanya berkaca-kaca dan terus berucap syukur atas nikmat yang sudah dia berikan pada keluarga kecilnya. Ryan pun berterima kasih pada Dokter Karl, lalu berdiri menghampiri istrinya yang masih terbaring di brangkar..
Cupp.. Cupp.. Cupp..
Ryan mencium seluruh wajah istrinya dan membisikkan terima kasih, hingga sang empu terbangun dari tidurnya karna Ryan terus menciumnya..
''Ummm Yank.'' Kaleea membuka matanya.
Ryan tersenyum lalu mengecup kening Kaleea. ''Sudah bangun Hon, makasih yaaa..''
''Makasih untuk apa kak.''
__ADS_1
Ryan tersenyum dan menceritakan jika Kaleea sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, awalnya Kaleea terkejut dan tidak percaya. Namun saat Dokter Karl mengatakan semuanya dan melakukan usg ulang baru lah Kaleea percaya..
Air mata Ryan sempat menetes saat dia melihat buah cinta dirinya dan Kaleea masih dalam pertumbuhan. Dokter Karl pun memberi tahu apa yang boleh di konsumsi dan tidak, dan soal urusan ranjang agar tidak terlalu aktif agar si janin tumbuh sehat..
Kaleea yang mendengar jika harus mengurangi urusan ranjang sempat cemberut dan lesu, sungguh. Kaleea bisa menahan larangan dan godaan apapun, namun tidak dengan urusan pepew perpepewan..
Karna bagi kaleea jika sehari saja tidak melakukan itu, maka dirinya seperti Doraemon tanpa Nobita yang akan hampa di kesehariannya..
Tapi dia juga tidak boleh egois karna di dalam perutnya ada Ryan Junior yang harus dia jaga dengan baik, untuk itu Kaleea akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak sering melakukan Mpeew..
•
...•••••...
...HAPPY NEW YEAR 🥳🥳🥳 PARA ZIYENG KU TERCINTA.....
...Hayu kita tutup buku di tahun 2021.....
__ADS_1
...Dan membuka buku baru di tahun 2022...