Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Part 101. Tentang Rasa


__ADS_3

KE ESOKKAN HARINYA•


...••••••...


Hari ini Sha Sha pulang sekolah lebih awal karna hanya mengerjakan ujian akhir saja, Tuti sang Ibu sudah memasak dan memasukkan makanan itu kedalam wadah lalu di masukkan kedalam paper bag..


''Ini Nak, hati-hati bawanya yaaa.''


Sha Sha menerima paper bag yang berisi makan siang untuknya dan Dayan, Sha Sha pun pergi menuju kantor dimana Dayan bekerja..


Beberapa menit kemudian•


Sha Sha sudah sampai di depan gedung Domax Building, lalu masuk kedalam tanpa menanyakan pada resepsionis karna dia sudah sering keluar masuk perusahaan nya Affan hingga semua staf mengenalinya..


Di dalam lift menuju ruang Dayan, entah mengapa jantung Sha Sha berdetak kecang bersamaan dengan rasa gelisah tak menentu di lerung hatinya..


Dhuk.. Dhuk..


Sha Sha memukul beberapa kali dadanya. agar suara detak jantungnya berhenti sejenak. ''Ada apa denganku, ini sangat menyiksa.'' Gerutu Sha Sha di dalam Lift..


Thing__


Pintu lift terbuka Sha Sha pun keluar namun ia tidak melihat ke arah depan hingga ia menubruk seseorang Bruuuggghhh...


Awww..


''Sha Sha.''


''Ka Affan.''


Mereka berdua sama sama terkejut apa lagi Sha Sha, karna inilah kali pertama Sha Sha berjumpa lagi dengan orang yang dulu dia cinta namun cintanya bertepuk sebelah tangan..


''Maaf Kak Affan, Sha Sha nggak liat.'' Sha Sha menunduk.


Affan tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Sha Sha. ''Apa kabar adik kecil ku ini hmmm, kenapa kamu jarang sekali kemari menemui Kakak mu ini.?''


''Aku sibuk Kak.'' Jawab Sha Sha namun mendapatkan gelak tawa dari Affan, hingga Affan terbahak-bahak membuat Sha Sha mengerucutkan bibirnya..


''Nggak ada yang lucu!''

__ADS_1


''Hahahah, sejak kapan mahluk satu spesies dengan si Gokong mempunyai kesibukan! yang ada kalian ini selalu membuat onar dan masalah.''


''Ih apaan sih Kak, udah ah awas aku mau ke ruangannya Kak Dayan.'' Sha Sha benar-benar bete lalu pergi meninggalkan Affan..


''Heii kok Kakak di tinggal? kamu ngapain ke ruangannya Dayan?''


Sha Sha berhenti lalu berbalik ke belakang. ''Kepo.'' Ucap Sha Sha berhasil membungkam Affan, lalu Sha Sha melanjutkan langkahnya lagi untuk ke ruangan Dayan..



Setelah sampai di depan ruangan Dayan, Sha Sha diam dan belum berani mengetuk pintu karna entah mengapa hatinya merasa tak nyaman dan ini kali pertama Sha Sha merasa malu bertemu seseorang..


''Ih aku ini kenapa sih.'' Gumam Sha Sha menarik nafas panjang, lalu memberanikan diri untuk mengetuk pintu..


Tok.. Tok.. Tok..


''Masuk.''


Sha Sha mendengar suara yang menyuruhnya masuk, namun dua malah semakin berat untuk melangkah masuk hingga Sha Sha seperti patung yang tidak bisa bergerak..


Sedangkan di dalam, Dayan mengerutkan keningnya saat orang yang mengetuk pintu tidak juga masuk kedalam membuat Dayan berdiri untuk melihat siapa yang ada di luar..


"Kenapa tidak maaa__


Deg..


Dayan dan Sha Sha tertegun diam dan saling pandang di depan pintu, ada sesuatu yang mereka berdua rasakan di lerung hati mereka saat bertemu setelah pertengkaran mereka..


Rasa ingin memeluk satu sama lain, namun masih terhalang oleh rasa gengsi dan ego masing-masing hingga membuat mereka kikuk dan canggung..


''Kak.'' Itulah satu kata yang membuat Dayan langsung tersadar dari lamunan nya..


Khem..


''Sha, tumben kemari ada apa?''


Ingin sekali Dayan tenggelam saat dia mengatakan hal konyol itu pada Sha Sha, tentu saja Sha Sha kemari menemui dirinya dan mungkin akan menyelesaikan masalah mereka yang belum selesai..


''Boleh Sha Sha masuk Kak?''

__ADS_1


Dayan mengangguk. ''Te_ tentu ayo masuk.''


Sha Sha pun masuk kedalam lalu duduk di sofa, begitu pun Dayan yang duduk tak jauh dari Sha Sha..


''Ini Kak, ibu menyuruh aku membawakan makan siang untuk Kakak.'' Sha Sha menyodorkan paper bag berisi makanan di dalamnya..


Dayan tersenyum dan membuka apa yang Sha Sha bawa. ''Terima kasih Sha, tau aja kalau Kakak belum makan siang.'' Dayan mencoba mencairkan suasana yang canggung..


''Maaf.'' Ucap Sha Sha yang membuat Dayan langsung menoleh pada Sha Sha..


''Maaf, karna kemarin sudah salah mengira dan enggan untuk mendengar penjelasan dari Kakak.'' Sha Sha menunduk sedangkan Dayan tersenyum senang, karna besar kemungkinan pernikahan yang akan di selenggarakan akan berjalan dengan lancar..


Dayan berdiri dari duduknya dan langsung memeluk tubuh mungil yang sedang menunduk sedih. ''Jangan berkata maaf, seharusnya Kakak yang meminta maaf padamu.''


Sha Sha membalas pelukan Dayan dengan suka rela, karna ada hati yang sangat nyaman saat Dayan memeluknya dengan erat. Ada hati yang berbunga ketika pria di depannya ini tidak mempermasalahkan sikap ke kanak-kanak kan yang dia miliki..


Kedua orang itu berpelukkan dan tidak ingin melepasakn pelukan yang sedang mereka rasakan, tanpa mereka berdua sadari jika si sableng Affan memperhatikan keduanya dari kamera pengawas Cctv yang terpasang di setiap ruangan..


''Apa mereka punya hubungan?'' Tanya Affan pada Yasmien yang sama sablengnya memperhatikan gerak gerik orang yang sedang berpelukkan..


''Sha Sha bilang mereka akan menikah bulan depan.''


''Whatt!! kenapa aku tidak tau akan hal ini?''


''Ih orang Yash aja taunya pas di sekolah, Sha Sha curhat gitu.''


Affan diam lalu menoleh pada istrinya dengan senyuman licik tertera jelas di wajah tampaknya..


''Apa?''


''Ayooo.''


''Kemana?''


''Aku akan buat kamu terbang ke nirwana.''



...•••••...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2