
DI DALAM MOBIL•
...•••••...
📞. ''Bagaimana?'' Tanya Omar pada orang suruhannya, untuk bertugas mengintai Nadia.
📞. ''Dia tengah bersembunyi disalah satu kontrakan Tuan, saya sudah mengamati nya sejak tadi pagi dan dia tidak keluar sama sekali.''
📞. ''Bagus, tetap awasi dia karna kami tengah dalam perjalanan menuju ke sana.''
📞.''Baik tuan.''
Tut..
Omar menutup sambungan telponnya dan menoleh pada sang istri yang sejak keberangkatan ke Indonesia hanya diam saja.
''Sayankk.'' Omar mengelus bahu Lintang dengan lembut dan menarik tubuh Lintang dalam pelukannya. ''Semua akan baik-baik saja, wanita itu pun tidak akan lepas dari hukumannya.''
''Aku hanya tidak habis pikir pada wanita yang mempunyai sifat seperti itu, apa yang mereka pikirkan saat itu hingga tega melakukan hal yang menjijikkan dan tidak bermoal terlebih membahayakan nyawa orang lain.''
''Aku tidak punya jawaban untuk pertanyaan mu sayankk.'' Omar mengelus pundak Lintang..
''Kita hampir saja kehilangan cucu pertama kita, Kau tidak boleh membiarkannya! Pokonya dia tidak boleh di biarkan hidup tenang dan damai, dia harus merasakan hidup segan mati pun tak bisa.''
Cup.. Cup..
Omar mencium pucuk kepala wanita yang sudah lama menemani hari-harinya. ''Whatever you want honey.'' Jawab Omar dengan enteng..
Ihh ngeri kali lah jika ibusuri yang maha benar sudah memberikan perintah..
•
•
•
...••••...
RUMAH SAKIT•
Di kamar mandi Ryan dengan telaten menyeka tubuh Kaleea, walau itu tidak lah gampang bagi seorang Ryan Adiwangsa menyeka tubuh istrinya sendiri. Karna Ryan harus melihat lekuk tubuh Kaleea tanpa mencicipi nya sedikit pun dan hanya mengelap tubuh Kaleea menggunakan waslap..
Sungguh si Kemed memberontak sejak tadi meminta di pertemukan dengan Momokinya, namun dengan sekuat tenaga Ryan menahan hasratnya karna pikiran nya masih berfungsi dengan baik dan mengingat pesan Dokter Lisa agar tidak melakukan kegiatan suami istri terlebih dahulu sebelum Kaleea sembuh total..
Sedangkan Kaleea yang melihat kabut gairah dari mata Ryan hanya terkekeh mengejek, karna suaminya ini harus menyeka seluruh tubuh tanpa mencicipinya sedikit pun..
''Hon, bisa tidak jangan mengejekku?'' Lama kelamaan Ryan kesal melihat Kaleea tersenyum mengejeknya..
''Ihhh kapan aku menggejek mu Yank, perasaan aku tidak mengejek mu deh.'' Ucap Kaleea namun ia dengan sengaja menggoyangkan kedua Squshy kembar miliknya hingga bergoyang ke kanan dan ke kiri..
''Seee!! Ryan melototkan matanya..
__ADS_1
''Iyaaa, iyaaa, im sorry.'' Kaleea tersenyum menampilkan gigi putihnya, tidak ada rasa malu bagi Kaleea menggoda dengan cara seperti itu karna memang si Gokong sudah tidak punya malu mungkin..
Ryan pun dengan cepat memakaikan baju, lalu menggendong Kaleea keluar dari kamar mandi dan mendudukkan nya di ranjang rumah sakit..
•
•
Sedangkan di luar•
Tuti dan Asad berjalan di lorong menuju ruang inap dimana menantunya di rawat, Tuti tidak ikut dengan Lintang karna Lintang menyuruhnya untuk melihat keadaan Kaleea terlebih dahulu.
Ceklekk..
''Hallo ha mentantu kuuuu.'' Teriak Tuti dengan heboh masuk kedalam dan langsung menghambur memeluk Kaleea..
Kaleea sedikit terkejut dengan kedatangan mertuanya yang mendadak. ''Ibu di sini?'' Kaleea membalas pelukan Tuti mertuanya.
''Tentu saja aku di sini untuk menjenguk menantu kesayangan ku, terutama cucu ku.'' Ucap Tuti "Cucu yang akan menjadi cucu emas pertama di keluarga Arrashid. " Tambah Tuti dalam hati. ''Apa ada yang sakit nak heumm? kandungan mu tidak apa apa kan?'' Tanya Tuti berturut yang mana membuat Kaleea mengerutkan keningnya..
Kaleea merasa aneh dan curiga jika melihat mertuanya baik seperti ini, karna Kaleea sangat mengetahui sifat Tuti yang bisa di bilang tidak jauh beda dengan tuan Crab versi wanita.
Mantu durhakim..
''Buuu, kau melupakan aku.'' Ucap Ryan melipatkan kedua tangannya di dada, setelah ia berbincang dengan ayah tirinya Asad..
Tuti menoleh dan terkekeh lalu memeluk anak kesayangan nya ini. ''Uluuu ulu uluuu maaf kan ibu tidak melihat dirimu, ibu kira kamu gordeng berdiri disitu heheheh.'' guyon sang ibu.
''Bu, Ummah mana?'' Tanya Kaleea celingak-celinguk arah pintu.
''Ummah dan Abba mu pergi untuk menyelesaikan sesuatu, setelah selesai mereka pasti langsung kemari menjenguk mu.''
Kaleea mengangguk..
''Apa mereka sedang mencari keberadaan Nadia?'' Tanya Ryan dengan raut muka serius.
''Bukan sedang mencari, tapi kedua mertua mu sudah menemukan ke beradaan nya.''
Ryan sedikit tertegun.''Bagaimana bisa mereka menemukan Nadia dengan cepat, sedangkan orang suruhanku saja masih mencari keberadaan nya.''
Twiiinggg..
Tuti mentoyor kepala Ryan, ''Kau belum mengetahui dengan betul siapa mertua laki-laki mu, bahkan jika musuhnya sembunyi di lubang semut pun dia pasti menemukannya dengan cepat.''
''Apakah Abba Omar seorang Mafia?'' pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Ryan.
Twiiiwww..
Tuti mentoyor kepala Ryan untuk kedua kalianya. ''Apa yang ada di otakmu Ryan! Jaman sekarang mana ada mafia mafiaan! Kau tinggalkan dimana otak mu yang pintar itu? Apa kau tertular virus si Gokong?'' Ucap Tuti sambil menunjuk Kaleea..
"Ck, sudah aku duga mertua ku memang lacnut." Gumam Kaleea dalam hati..
__ADS_1
''Mertuamu bukan seorang mafia bodoh, tapi mertuamu gudang dari segala gudangnya duit dan banyak koneksi hingga mencari satu orang saja tinggal menjentikkan jarinya.'' Ujar Tuti dan berakhir dengan ceramah, menasehati anaknya agar tidak macam-macam dan lain sebagainya jika tidak ingin Omar gantung di balai kota..
•
•
•
DI KOTA LAIN•
Enam orang berbadan kekar menyerupai intel dari kepolisian padahal mereka hanya menyamar, tengah mengepung salah satu kontrakan yang di tinggali oleh Nadia..
Dua orang berjaga di depan halaman, dua orang di depan pintu, lalu satu orang di depan jendela. Sedangkan Omar dan Lintang menunggu di dalam mobil memperhatikan orang suruhan mereka yang akan membawa Nadia padanya...
''Kalian siap?'' Tanya salah satu orang yang berdiri di depan jendela dengan gerakkan isyarat.
Mereka mengangguk dan...
BRAAAKKK..
Salah satu pria mendobrak pintu dan langsung menerobos kedalam mencari Nadia. Sedangkan Nadia sendiri baru saja keluar dari kamar mandi dan begitu terkejut melihat ada orang asing masuk ke kontrakan nya.
''Heii siapa kalian?'' Sentak Nadia yang panik setengah sadar..
Dua orang pria berbadan kekar menghampiri Nadia dan mencekal lengan serta bahu Nadia, hingga Nadia tidak bisa bergerak untuk memberontak lalu membawanya keluar rumah..
''Heiii lepas, siapa kalian!'' Nadia memberontak ketika tubuhnya di seret paksa.
''Ikut saja dengan kami nona, dan jangan memberontak!'' Salah satu pria berkata dengan nada dingin.
''Tolongggg, tolonggggg.'' Nadia berteriak dengan kencang, yang mana membuat semua orang berdatangan untuk melihat.
Namun orang suruhan Omar dengan santai memberi tahu jika mereka dari pihak kepolisian yang sedang mencari tahanan yang kabur dari sel, yang mana membuat Nadia melototkan matanya lalu menggeleng dengan cepat.
''Bohong! saya bukan buronan! mereka semua ini Bohong bapak ibu tolong sayaaaa.'' Teriak Nadia prustasi..
Sedangkan para warga tidak bisa menolong Nadia, karna mereka lebih percaya dengan perkataan orang suruhan nya Omar. Karena mereka juga tidak terlalu kenal dengan Nadia yang baru pindah kemarin ke kontrakan di wilayah sini..
Akhirnya para warga bubar tak perduli, sedangkan Nadia di seret paksa kedalam mobil yang sudah ada Omar dan Lintang di dalamnya..
''Lepaskan brengsek!'' Nadia memberontak, lalu menoleh ke arah depan di mana Omar dan Lintang menatapnya dengan tajam..
''Siapa kalian.?'' Tanya Nadia dengan heran..
•
•
...••...
...JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE KASIH BUNGA JUGA DONK BIAR SUMUNGUT....
__ADS_1