
''Lepaskan!'' Teriak Shasha saat Dayan tidak mau melepaskan nya.
''Maafkan aku, jangan pernah pergi dariku.'' Dayan memohon, namun Shasha terus mendorong tubuh Dayan hingga pelukan itu lepas.
''Apa kau tau, selama enam tahun terakhir ini aku harus mengalami kesulitan terutama aku mengandung anakmu! kenapa ibu mu jahat padaku hah! aku tidak tau apapun tentang masalalu ibu mu, tapi mengapa harus aku yang terkena imbas dan menanggung semuanya?'' Teriak Shasha sudah tidak bisa lagi menahan semua yang ada di dalam hatinya..
Dayan merangkup kedua pipi Shasha, lalu memaksa Shasha untuk menatap mata nya. ''Aku minta maaf sudah membuat mu dalam kesulitan selama enam tahun, tapi percayalah. Tidak ada niat jahat aku pada mu, kau tau dengan jelas jika aku sangat mencintaimu. Aku mohon tetaplah bersamaku.''
Kedua mata itu saling menatap dengan dalam, ada rasa getar yang Shasha rasakan saat ia menatap kedua manik mata milik Dayan. Mata itu, mata orang yang selama ini Shasha rindukan. Mata yang bisa membuat jantung Shasha berdebar tak karuan hingga sulit untuk Shasha lupakan.
''Aku merindukanmu.'' ucap Shasha langsung mencium bibir Dayan dengan semangat, tanpa ia sadari jika kerinduannya mengalahkan kemarahan yang ada dalam hatinya.
__ADS_1
Sedangkan Dayan mematung seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Hingga Shasha tersadar dengan apa yang sudah ia lakukan. ''Maafkan aku, aku begitu semangat karna kau masih ada di dunia ini.'' lilih Shasha.
Kedua mata itu saling beradu, bertukar pandang dengan rasa rindu yang mendebarkan di dalam kalbu, hingga mereka merasakan resah tak menentu. Tak di sangka Dayan pun langsung menarik tengkuk Shasha hingga mereka berciuman dengan rasa yang baru..
Deru nafas mereka saling mengelusi, lidah pun saling bertautan dan bertukar saliva menelusuri rasa manis dari bibir keduanya. Awalnya ciuman itu bernada lembut, namun lama kelamaan ciuman itu begitu menuntut untuk keduanya hingga mereka saling melepasakan pakaian mereka satu sama lain dengan tergesa gesa..
Keduanya saling membelai satu sama lain, hingga mereka terdorong ke atas ranjang. ''Aku merindukan mu.'' bisik Dayan hingga Shasha tak kuasa menahan sesuatu yang sudah lama tak pernah ia rasakan kembali, Jantung Shasha berdebar tak karuan saat netra matanya melihat tubuh kekar milik Dayan yang berisi.
Begitu pun dengan Dayan, yang sudah lama tidak merasakan hal senikmat ini. Dayan menyentuh setiap jengkal tubuh Shasha bahkan Dayan menyentuh apa yang tidak boleh di sentuh olehnya, hingga Dayan mengecup bahkan sesekali membuat tanda di setiap jengkal tubuh Shasha bahwa ini adalah maha karya miliknya..
Hingga tak lama Dayan menyatukan penyatuannya, membuat Shasha mengeluarkan desah dari bibirnya dengan Dayan yang masih senantiasa menghentakkan pinggulnya..
__ADS_1
Sore hari yang dingin di kota Zurich, menjadi saksi bisu atas apa yang sudah terjadi di kamar nomer lima. hingga suara ambigu yang menggairahkan serta buliran keringat menjadi saksi atas puncak yang sudah mereka gapai.
Hingga tak lama geraman panjang dari keduanya sangat nyaring saat mereka sudah mendapatkan ******* nya, keduanya ambruk dengan rasa lelah saling berpelukan dan terlelap tidur. Tidak! hanya Dayan yang tidur di pelukan Shasha, sedangkan Shasha tidak tidur sama sekali. Ia membelai rambut Dayan dengan lembut hingga Dayan menggapai mimpinya.
''Ibumu sudah memisahkan kita selama enam tahun lamanya, dan kini aku pastikan jika ibumu tidak akan pernah bertemu dengan mu, bahkan sampai akhir hayatnya.'' gumam Shasha dalam hati.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
__ADS_1