
Dua hari kemudian•
...•••••...
Tubuh yang lemah tak berdaya di penuhi dengan selang dan alat alat medis yang lainnya, terpasang penuh di tubuh Dayan. Entah apa yang sedang di lakukan oleh Nurriah sang ibu pada anaknya yang pasti itu tidak akan baik baik saja..
Ia tengah berbicara dengan seorang dokter ahli syaraf dan otak, menanyakan perkembangan anaknya yang sudah bisa menggerakkan jari jemarinya namun matanya masih terpenjam..
''Apa itu bisa di lakukan secepatnya Dok?'' Tanya Nurriah pada sang dokter.
Dokter itu diam sejenak menatap Dayan yang masih terbaring lemah di atas ranjang. ''Saya lebih menganjurkan, biarkan dia sadar terlebih dahulu maka itu akan jauh lebih baik untuk bisa melakukan oprasi. Karna operasi wajah yang terbaik hanya ada di korea nyonya, tapi anda harus ingat jika melakukan oprasi keseluruhan akan menelan biaya yang tidak sedikit. '' ujar sang dokter menasehati..
''Jangan mempermasalahkan biaya dok, jika pun bisa tolong atur jadwal oprasi secepatnya.'' Ucap Nurriah melangkah pergi, ia akan berusaha mengubur dan membuat masa depan untuk anaknya dengan identitas baru.
📞. ''Jemput para dokter terbaik di korea agar bisa melakukan oprasi wajah secepatnya disini.'' titah Nurriah pada sang asisten.
📞''Baik nyonya.'' Jawab sang asisten di ujung telpon sana.
Nurriah masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya menuju Mansion tempat ia dan suaminya tinggal. Nurriah menikah lagi tepat satu tahun Azam ayahnya Dayan meninggal, ia di bawa oleh suami barunya ke Jerman dan meninggalkan Dayan yang masih bayi di asuh oleh adiknya.
Keberuntungan bagi Nurriah karna ia di nikahi oleh pria kaya dari Jerman walau bukan asli orang Jerman karna suaminya campuran hindia, walau usianya jauh lebih tua darinya tak membuat Nurriah mengeluh dan menerima suaminya apa adanya..
Suaminya juga yang membantu ia melarikan diri membawa anaknya ke sini tanpa ada yang mengetahui termasuk Omar, terlebih Nurriah menyembunyikan sang anak jauh dari perkotaan..
Nurriah membawa Dayan ke sini bukan tanpa sebab, ia dan suami barunya sengaja membawa Dayan dan akan mengganti identitas dari segala hal termasuk nama dan lain sebagainya untuk itu Nurriah akan melakukan oprasi wajah pada Dayan. Hal yang lebih gila adalah Dayan akan menggantikan identitas anak dari suaminya yang sudah meninggal satu tahun yang lalu karna depresi, beruntunglah tidak ada siapapun yang tau jika anak dari suaminya itu meninggal dan hanya orang-orang terpercaya yang mengetahuinya..
Tak ada penolakkan dari Nurriah sebagai ibu, bahkan Nurriah senang jika anaknya yang akan menjadi pewaris tunggal dari seluruh kekayaan suaminya..
__ADS_1
•
•
•
•
Di sisi lain•
Dentuman jarum jam berputar seringnya waktu berjalan, seorang gadis tengah terbaring dengan tatapan kosong terlihat dari manik matanya yang terus menatap langit-langit kamarnya..
Hatinya bergerak gelisah tak menentu membayangkan nasib dirinya kedepannya. ''Aku harus pergi.'' ucapnya dengan lirih.
''Yaa aku harus pergi dari sini, di bandingkan aku harus melihat kedua orang tua ku menelan kekecewaan ketika mengetahui jika aku hamil di luar pernikahan.'' Ucap Shasha menggigit bibir bawahnya, mengambil ponsel yang ada di dalam nakas lalu menghubungi seseorang yang dia percaya bisa membawanya keluar dari negara ini..
Penyesalan Shasha bisa dialami oleh siapa saja dan hal wajar terjadi dalam kehidupan seseorang. Namun Shasha masih takut untuk jujur pada ibunya dan memilih pergi di bandingkan melihat sang ibu malu mempunyai anak seperti dirinya..
•
Ke esokkan pagi•
Pagi pagi sekali Shasha sudah rapih untuk bertemu dengan seseorang, ia keluar dari kamarnya tanpa berpamitan pada siapapun namun ia berpapasan dengan Kakak nya yang akan menaiki tangga..
''Mau kemana dek?''
''Oh pagi kak, ini Shasha mau keluar olah raga pagi janjian sama teman.'' jawab Shasha senetral mungkin agar tidak membuat sang Kakak curiga padanya.
__ADS_1
''Yasudah hati-hati bawa mobilnya yaa.''
Shasha mengangguk lalu melangkah masuk kedalam mobil dan keluar dari Qars(mansion) mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang..
Shasha dan orang itu akan bertemu di suatu tempat yang private.. Setelah mengemudikan mobilnya beberapa menit, akhirnya Shasha sampai di tempat tujuannya..
Shasha masuk kedalam cafe lalu di tuntun oleh pelayan yang sudah menunggu Shasha. ''Silahkan Nona.'' pelayan membuka pintu, lalu Shasha masuk dan melihat orang yang sudah menunggunya..
''Apa kau sudah lama menungguku?''
"No really, I just arrived two minutes ago (Tidak juga, aku baru sampai dua menit yang lalu)." ucap seorang pria yang tidak di ketahui identitasnya.
Shasha duduk di depan pria itu lalu menyodorkan uang yang sudah ia siapkan. ''Ini uang yang kau minta.''
Pria itu tersenyum lalu menyodorkan map berisikan paspor, visa, ktp, dan lain sebagainya yang sudah di palsukan untuk Shasha pakai. ''Oh yaa, dan ini pakailah jika kau akan masuk ke bandara.'' Pria itu menyodorkan botol berisikan kulit yang sudah menyerupai sidik jari yang harus di pakai oleh Shasha..
''Baiklah aku mengerti, terima kasih.''
Pria misterius itu mengangguk dan pergi meninggalkan Shasha sendirian yang sedang menatap paspor barunya, ia tau jika ini keputusan yang salah untuk dia ambil tapi mungkin ini jauh lebih baik di bandingkan harus tetap tinggal dengan rasa malu yang akan di terima oleh kedua orang tuanya..
•
...•••••...
Yang jadi pertanyaan kemana kah Shasha akan pergi? akankah dia dan Dayan akan bertemu dengan identitas baru mereka?
...Jangan lupa...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...