Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Part 115.


__ADS_3

INDONESIA•


...•••••...


Syuuuutttt..


Pesawat pribadi milik Arrashid mendarat dengan selamat di Bandar Udara Soekarno Hatta. Omar dan seluruh keluarganya dan keluarga Tuti langsung pergi setelah mendapatkan kabar mengenai Kaleea dan calon cucu mereka yang sedang tidak baik-baik saja..


Di perjalanan dari Dubai hingga sampai ke Indonesia, Lintang sang Ummah tidak berbicara sepatah katapun semenjak mendengar apa yang terjadi pada putri kesayangan nya, walau dia tau jika anak nya biang onar dan sering membuat ulah namun tetap saja Kaleea adalah anak emas di keluarga Arrashid..


Lintang merasa seperti dejavu mengingat kejadian dulu saat pembantunya mempunyai sifat yang sama persis seperti Nadia, ingin sekali Lintang bertemu dengan Nadia dan melihat seperti apa orang yang telah berani melukai anak dan cucunya..


''Tidak boleh di biarkan.'' Gumam Lintang mengepalkan tangannya lalu menoleh ke arah Omar. ''Bagaimana? apa kau sudah menemukan Jal*ng itu?''


Omar mengangguk. ''Cepat atau lamabat Jal*ng itu pasti tertangkap, jangan khawatir.''


Sembunyi Nadia, kamu tidak akan selamat dari cengkraman ibusuri yang maha benar..





DI RUMAH SAKIT•


Jam menunjukkan pukul 7:30, Ryan sedang memaksa Kaleea untuk memakan bubur yang di berikan oleh pihak rumah sakit. Namun Kaleea yang melihat bentuk buburnya merasa mual dan ingin muntah..


''Yank aku nggak mau ini, kok aku jijik liatnya.''


''Terus kamu mau makan apa? biar aku belikan di luar.''


''Aku mau mak_'' Kaleea tidak bisa melanjutkan perkataannya ketika pintu terbuka memperlihatkan Tantan dan Siska masuk..

__ADS_1


''Kakak.'' Sapa Tantan berlinang air mata lalu memeluk Kaleea dengan erat.


''Neon kuuuu.'' Kaleea membalas pelukan Tantan.


Tantan dari semalam tidak bisa tidur memikirkan Kaleea, walau mereka suka berdebat dan saling menuduh jika membuat kesalahan. Namun dari dalam lubuk hati mereka berdua ada rasa sayang yang tidak bisa di gambaran dengan kata-kata atau bisa di jabarkan dengan lukisan. Mereka berdua hanya gengsi untuk mengatakan bahwa mereka saling menyayangi satu sama lain..


''Maafkan Tantan Kak, apa kakak baik-baik saja? bagaimana dengan dedek bayinya? apa dia tidak terluka?'' Sederet pertanyaan Tantan lontarkan pada Kaleea dan di sambut dengan senyuman dan elusan di kepala Tantan yang sekarang mulai tumbuh rambut..


''Eeii aku baik-baik saja, jangan menangis.''


Tantan melepaskan pelukannya. ''Siapa yang mangis! aku hanya kelilipan kok enak aja!''


''Ck masaaa.'' ledek Kaleea yang membuat Tantan tersenyum lalu memeluk kembali sang Kakak. ''Cepat sembuh Kak, rumah terasa sepi nggak ada Kakak.''


''Ini juga udah sembuh kok.''


Sementara Siska membuka kotak makanan yang sudah dia siapkan dari rumah. ''Bu, saya udah buat bubur untuk ibu di makan yaaa.''


Siska menagguk dan tersenyum lalu menoleh pada Ryan dan memberikan paper bag yang berisikan barang-barang milik Nadia yang Siska temukan..


Ryan menerima paper bag yang lumayan besar lalu memeriksanya, namun ketika Ryan membuka paper bag itu ia sedikit tertegun melihat alat fantasi yang Nadia punya..


''Iyuuukkk apa ini?'' Ryan memegang alat itu dengan dua jari dengan rasa jijik..


Sedangkan Siska langsung menutup mata Tantan agar tidak ternodai..


Ryan menaruh alat itu lalu mengambil kemejanya yang penuh dengan tanda lipstik dan barang-barang lain milik nya yang hilang termasuk parfum..


''Dia benar-benar gila.'' Ucap Ryan tak percaya dengan apa yang dia lihat..


Tak berapa lama, Ryan memasukkan semua barang-barang itu karna ada dokter dan Suster yang masuk untuk memeriksa Kaleea..


''Selamat pagi Ibu, bagaimana keadaan ibu?'' Tanya sang Dokter yang bernama Lisa.

__ADS_1


''Aku baik-baik saja Dokter.''


''Di periksa dulu yaaa bu.'' Dokter Lisa yang menangani Kaleea sedari kemarin memeriksa kondisi Kaleea dan bayi yang ada di dalam perutnya..


Dokter itu tersenyum lega setelah tau kondisi ibu dan bayinya baik-baik saja. ''Puji syukur semua baik baik saja, apa lagi bayi yang ada di dalam kandungan ibu sangat kuat sekali jika mengingat sang ibu terbentur dengan keras membuat pendarahan yang cukup fatal jika tidak segera di tindak lanjuti.''


''Jadi tidak ada parah kan Dok?'' Tanya Ryan sedikit cemas.


''Tidak ada Pak, namun pasien harus mendapatkan perawatan selama beberapa hari di rumah sakit. Setelah semua membaik, bapak bisa membawa ibu Kaleea pulang.'' Tutur Dokter Lisa.


''Dokter, bisa tidak jangan panggil saya ibu? kok saya tua banget yaaa di panggil ibu.'' Ujar Kaleea yang membuat Dokter itu terkekeh..


''Baiklah Nona, maafkan saya.''


''Itu lebih baik di bandingkan di panggil Ibu.'' ucap Kaleea yang membuat semua orang memutar matanya ke atas..





SEDANGKAN DI SISI LAIN•


Nadia yang masih ketakutan atas apa yang sudah dia lakukan, kini dirinya tengah melarikan diri ke salah satu kota yang dia pikir Ryan dan orang-orang suruhannya tidak akan menemukan dirinya..


Namun Nadia tidak pernah tau jika anak buah Omar sudah mengendus keberadaan nya lebih cepat dari orang suruhan Ryan..



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.JANGAN LUPA BUNGANYA....

__ADS_1


__ADS_2