
Di kediaman Lulu, kini sedang tidak baik baik saja, Borkhan sang ayah tengah murka dengan kelakukan anak anaknya yang berkelahi.. Dari kecil hingga dewasa anak kembarnya ini tidak pernah berkelahi, tapi sekarang mereka malah berkelahi hanya memperebutkan seorang wanita? Terlebih melihat Gano dan calon istri dari anak tertuanya memiliki hubungan yang spesial, membuat Borkhan sakit kepala secara mendadak.
Gano, Agam, Maria tengah duduk si sofa berjauhan. sementara Lulu sama halnya dengan Borkhan sang suami yang tidak percaya bawa Gano akan berbuat nekad seperti itu..
''Apa tidak ada perempuan lain selain kekasih Kakak mu hah?''
''Dad, sudah aku jelaskan Agam lah di sini yang menjadi orang ketiga di antara hubunganku dengan Maria!'' Sentak Gano yang tidak terima ia terus di salahkan..
''Kau berbohong!'' Sentak Agam berdiri dari duduknya dan menghampiri Gano lalu...
Bugh..
''Dasar bajingan tengik.''
Bugh..
''Apa salah ku padamu hah!''
''Agam! jangan seperti itu nak.'' Lulu berteriak saat Agam kembali memukul Gano. Sementara Borkhan diam saja, karna Borkhan berpikir Gano pantas mendapatkan pukulan itu..
Bugh..
Agam memukul untuk terakhir kalinya karna sang ibu terus menjerit agar tidak berkelahi..
Sedangkan Maria, ia sudah tak perduli lagi, mau itu Agam atau Gano yang menikahinya yang jelas bayi yang ada di dalam kandungan nya harus memiliki ayah.. Terlebih rencananya untuk menjadi menantu Bilal sudah tercapai bukan! Maria benar-benar tidak perduli akan perasaan Agam atau pun Gano yang sudah ia permainkan..
''Itu sudah cukup untuk menyadarkan mu.'' ucap Agam, ''Segeralah nikahkan mereka, karna bayi yang ada di dalam kandungan Maria membutuhkan sosok ayah.'' ketus Agam dengan hati yang hancur..
''Apa, bayiii? bayi siapa?'' Lulu yang sejak tadi hanya diam kini bertanya dengan bingung.
''Bayiku Mom! Maria sedang hamil anakku.'' Ucap Gano dengan lantang, yang membuat Borkhan dan Lulu shock saat mendengar jika Maria hamil anak Gano.''
__ADS_1
Lulu melihat Agam yang nampak kecewa, ia merasa kasihan dan prihatin. ''Tidak usah menatapku seperti itu Mom, aku tidak perlu di kasihani oleh siapa pun.'' Ucap Agam berjalan dengan lunglai ke lantai atas menuju ke kamarnya..
Sementara Borkhan dan Lulu saling pandang dan menghela nafas mereka secara bersamaan.
''Istirahatlah di kamar kalain masing masing, dan kau Maria Istirahatlah di ruang tamu karna besok aku yang akan membuat keputusan nya.'' Ucap Borkhan melangkah pergi menuju ruang kerjanya, di susul oleh Lulu dari belakang..
KAMAR•
Agam terdiam menatap poto Maria yang ada di dinding, hatinya berdenyut sakit kala mengingat apa yang terjadi. Beberapa tahun ia mencurahkan rasa cintanya pada Maria dan bukan waktu yang singkat untuk bisa melupakannya..
Tapi Agam juga tidak punya pilihan lain, ia harus merelakan kekasihnya menikah dengan adik kandungnya sendiri karna Maria tengah hamil. Jika saja Maria tidak mengandung, mungkin Agam akan merebut apa yang sudah di ambil darinya. Tapi Agam kali ini tidak mau egois. ia harus mengelah demi kebaikan bersama, cukuplah dirinya yang merasakan sakit sendirian..
•••••
PAGI HARI•
Borkhan dan Lulu sudah berada di meja makan menunggu anak anaknya datang. Begitu pun Agam yang baru keluar dari kamarnya tanpa di sengaja ia berpapasan dengan Maria dan Gano yang tengah melempar senyum, membuat Agam muak melihat kebesaran mereka..
''Agam.'' Panggil Maria, namun Agam tidak menghiraukan panggilan Maria pada nya, Agam meleos begitu saja membuang muka enggan untuk menatap Maria atau pun Gano.
(Tunggu Agam, aku minta maaf karnaa_)
''I have nothing to forgive, and I don't want to serve crazy people like you.''(Tidak ada yang harus aku maafkan, dan aku tidak ingin meladeni orang gila seperti kalian.) Ketus Agam melangkah pergi, tanpa mau melihat Maria...
''Sudahlah sayang, tidak perlu kamu hiraukan dia. Aku yakin sebentar lagi dia akan mengerti dan tidak marah lagi, karna aku sudah mengenalnya dengan baik.''
Maria mengangguk, lalu mereka turun untuk sarapan bersama..
•
•
__ADS_1
•
•
•
•
Hari berlalu, dari minggu ke minggu bulan pun telah usai. hubungan Gano dan Maria semakin intim karna mereka akan melangsungkan pernikahan satu minggu lagi walau keadaan perut Maria sudah mulai terlihat buncit.
Sedangkan Agam ia jarang berada di rumah, pergi di waktu pagi dan pulang selalu lewat jam malam karna Agam lebih fokus ke usahanya dan berharap bisa melupakan Maria. Namun bagaimana pun Agam mencoba untuk mengikhlaskan Maria untuk adiknya tetap saja hati kecilnya masih menginginkan Maria tetap miliknya..
''Hufft apa yang harus aku lakukan.'' gumam Agam memijat keningnya.
''Apakah anda memiliki masalah tuan?'' Tanya sang asisten.
Agam menoleh pada asistennya lalu menceritakan semua keluh kesahnya selama ini, ia menginginkan ketenangan dan melupakan masa lalu tapi entah mengapa semakin di lupakan semakin terasa berat di jalani.
''Kenapa anda tidak liburan saja pak, siapa tau anda bisa melupakan nona Maria.'' Ucap sang Asisten membuat Agam langsung tersenyum..
''Yaaah kau benar sekali, aku memang butuh liburan agar otakku kembali ke pengaturan awal.'' Ucap Agam langsung mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada sang Paman..
''Kalau boleh tau anda ingin liburan ke mana tuan.''
''Aku akan pergi beberapa minggu di Indonesia mungkin, setelah pernikahan Gano dan Maria baru aku akan pergi.''
Sang asisten mengagguk. ''Semoga liburan anda ke Indonesia membawa berkah tuan, siapa tau anda bisa mendapatkan pengganti nona Maria disana.''
''Yaaahh semoga saja.'' gumam Agam dalam hati..
•
__ADS_1
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...