Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Part 108. Jadi siapa


__ADS_3

Ryan keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang fresh, ia melihat kanan kiri dan tidak menemukan istrinya. ''Heh, kemana dia?''


Ceklekk..


Pintu terbuka bersamaan dengan Kaleea masuk. ''Kau sudah selesai mandi Yank.''


''Kamu dari mana?''


''Mencari hantu yang kamu maksud, tapi tidak ada ah.''


Ryan menoleh dan menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir jika istrinya sampai segitunya. ''Aku hanya bercanda sayangggg, mana mungkin ada hantu di rumah ini '' Ucap Ryan merangkup wajah Kaleea dan mengecup bibirnya beberapa kali hingga menjadi ******an yang menginginkan lebih dari sekedar ciuman..


''Kak, sebentar lagi makan malam Ahh.'' Kaleea menggelinjang saat Ryan membangkitkan gelora yang sedang tertidur.


Ryan menghentikan aktivitas nya, lalu melihat mata Kaleea yang sebenarnya menginginkan hal yang sama. Jika mereka melanjutkan aktivitas penuh dengan keringat, kasihan anak orang yang sudah menunggu mereka berdua di meja makan..


Ryan pun mengalah dan meminta jatahnya nanti malam untuk menengok dede bayi, yang langsung di sanggup oleh Kaleea.


Ck, si Gokong emang maunya.



__ADS_1


...••••...


Makan malam di meja makan seperti biasa pada malam malam sebelumnya, penuh dengan ocehan non faedah dari mulut lemes Kaleea. Tantan dan Ryan hanya sebagai pendengar di setiap Kaleea mengoceh, namun kali ini Ryan lebih jeli memperhatikan tingkah Siska.


Ryan masih mencurigai Siska yang mengirimkan pesan pesan itu, hingga makan malam pun berakhir dengan Kaleea dan Tantan yang sudah tidak bisa menampung makanan di dalam perutnya.


Jika Kaleea dan Tantan mereka langsung pergi ke kamar mereka masing-masing, namun tidak bagi Ryan yang masih duduk di kursinya. Ryan tengah memikirkan cara bagaimana membuktikan jika Siska yang mengirimkan pesan padanya..


Tak mau pikir panjang, Ryan pun membawa gelas bekas dia minum lalu pergi ke area dapur.. Dari arahnya Ryan melihat Siska dan Nadia sedang membereskan piring dan barang yang lainnya..


Thak..


Ryan menaruh gelas di wastafel. ''Cuci ini juga Nad.''


''Oh iya Sis, boleh tolong belikan saya obat flu di mini market ini uangnya.''


''Dengan senang hati pak.'' Siska mengambil uang itu lalu pergi dengan tergesa-gesa menuju mini market terdekat.''


Ryan yang tidak sengaja melihat ponsel Siska tergeletak di meja, terbesit di pikirannya untuk memeriksa ponsel Art nya itu, ia melihat ke arah Nadia lalu mengambil ponsel itu dan pergi dari dapur menuju ruang kerjanya..



__ADS_1


Sebelum masuk ruang kerjanya, Ryan menoleh ke belakang untuk memastikan jika tidak ada orang yang melihat dia mengambil ponsel Siska untuk di periksa..


Ryan tau ini sangat bersifat pribadi, namun demi mencari bukti bahwa Siska lah yang mengirim pesan itu. Bukannya tidak apa-apa jika dia memeriksa dan memastikannya..


Ryan duduk di kursi, lalu membuka ponsel milik Siska, untung saja Siska tidak mengunci layar ponselnya hingga Ryan dengan leluasa bisa memeriksanya..


Ryan mencari dari galery, penyimpanan pesan, W.a bahkan Ryan memeriksa riwayat sampah. Namun sialnya Ryan tidak menemukan apapun di ponsel milik Siska, yang ada hanya pesan pesan gombal retceh Siska pada beberapa pria..


''Kenapa tidak ada apapun? seharusnya ada pesan bukan! apakah Siska menghapus semua pesan bahkan sampai menghapus riwayat di sampah?''


''Ketika Ryan masih memeriksa ponsel Siska, tiba-tiba ponsel Ryan bergetar dan menampilkan nomer yang sama yang mengirimkan pesan padanya tadi sore..


"Istrimu selingkuh."




Lantas jika bukan Siska siapa lagi?


...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2