Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh ~S2


__ADS_3

DALAM MIMPI•


...•••••...


''Kita akan bulan madu ke sana jika kita sudah Sah menjadi suami istri.''


''Kita tidak akan menikah, dan aku tidak mau menikah dengan Kakak.''


''Why?(kenapa)."


"Karna aku tidak mencintai Kakak. Kakak itu bukan tipe cowo idaman itu."


Pria itu tertawa saat sang wanita mengatakan jika dia bukan tipe pria idamannya.


''Mengapa tertawa? perasaan gak ada yang lucu deh.'' Ucap sang wanita yang berada di dalam mimpi..


PLETAK.


''Oyyyyy sakit Kak.'' Teriak sang wanita saat jidatnya di sentil lumayan keras, lalu menatap sang pria dengan kesal.


''Hehehe rasakan! Heii gadis kecil, kau pikir kamu itu adalah tipe wanita idaman aku gitu ck, ck, ck, apa kamu tidak punya cermin di rumah? coba lihat dirimu dari atas sampai bawah, tidak ada yang spesial, tidak ada lakukan mahabrata, tidak ada tonjolan gunung kembar pembawa berkah. Heh, lempeng udah kaya jalan tol T-E-P-O-S.'' Ledek sang pria membuat sang wanita mencibikkan bibirnya...


Hingga sang wanita memukul pundak pria itu dan membuat kesepakatan antara mereka. ''Baik, ayo kita buat taruhan! setelah kita menikah dan melakukan ITU kita lihat siapa yang akan ketagihan, Kakak atau Aku." Ucap sang wanita..


''Baik, deal."mereka berdua bersalaman.


Dan mimpi itu berpindah, di mana seorang pria dan wanita yang sedang bercanda tawa, makan bersama, dan masih banyak mimpi berputar seperti kaset yang membuat Cleo/Dayan tidak tenang dalam tidurnya..


Hingga terdengar suara tembakkan yang membuat Dayan terbangun dari mimpinya..


''Tidaaakkk! haaah haaah haaah." Dayan terbangun dari tidurnya dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya..

__ADS_1


Dayan mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya, ia merasa heran dengan mimpinya dan bertanya-tanya dalam hati siapa pria di dalam mimpinya. Terlebih wanita yang datang dalam mimpinya tidak memperlihatkan wajahnya sama sekali, hanya terdengar dengan suara yang familiar di dengar oleh telinganya..


''Hanya mimpi tidur.'' Ucap Dayan melirik ke arah jam yang ada di dinding, lalu turun dari ranjang untuk cari obat yang sering dia minun dan ia pikir itu hanya sebuah obat untuk menyembuhkan kebiasaannya yang tidak bisa tidur.


Namun Dayan tidak menemukan obat itu di dalam tas mau pun koper miliknya, ia pun mengecek di dalam nakas namun nihil juga. ''Apakah Mark melupakan obat yang sering aku minum?''


Dayan menghela nafas lalu terbaring kembali di atas kasur, ia lelah dan mencoba untuk memejamkan matanya kembali..






PAGI HARI•


''Sweety, aku ingin ke toilet dulu yaaa You don't mind if mom stays for a while(Kamu tidak keberatankan jika ibu tinggal sebentar.''


''No mom, I'm here waiting for you.''


Setelah mendapatkan persetujuan dari putrinya, Shasha pergi ke toilet dengan tergesa-gesa hingga ia tidak menyadari jika dirinya berpapasan dengan Dayan dan Mark.


Deg...


Dayan menghentikan langkah kakinya, saat jantungnya tiba-tiba saja berdetak begitu kencang. Namun kali ini detak yang ia rasakan bukan sakit, melainkan Detak yang berbeda dan tidak bisa di definisikan getaran yang Dayan rasakan secara tiba-tiba. ''Ada apa dengan jantungku?'' gumam Dayan dalam hati meraba dadanya..


''Tuan anda baik-baik saja.'' Mark sangat khawatir..


''Ah, yaa aku baik-baik saja.'' Dayan melanjutkan langkah kakinya lalu duduk di kursi dan memesan sarapan yang dia inginkan..

__ADS_1


Setelah Dayan memesan, netra matanya tak sengaja melihat gadis kecil yang dia goda di bandara kemarin. Dayan langsung tersenyum menghampiri Dayyi.


''Tuan anda mau kemana?''


''Kepo!'' Dayan melengos begitu saja, membuat Mark memcibikkan bibirnya..


''Dasar pria aneh, sejak kapan dia suka menggoda anak kecil.'' gumam Dayan dalam hati dan tak perduli.


Sedangkan Dayan yang akan menghampiri Dayi, tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu memegangi perutnya yang tiba-tiba melilit. Ternyata sang alam memanggil dia untuk menyetor harian paginya, dan itu membuat Dayan berbalik arah dan berlari ke arah toilet.


''Alamakkk, kenapa harus sekarang!'' Dayan berlari kocar kacir ke arah toilet. Namun tanpa di sengaja Dayan menubruk Shasha yang baru keluar dari toilet.


Bruugghh..


Ahhhkk..


Shasha berteriak melototkan matanya saat tubuhnya akan jatuh ke lantai, namun dengan sigap Dayan memeluk pinggang Shasha, hingga dada mereka saling merapat dan saling pandang..


Deg.. Deg.. Deg..


Jantung keduanya berpacu dengan cepat, terutama Dayan yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari mata teduh milik Shasha. Ada rasa yang tak biasa hadir di lerung hati Dayan secara menyeruak di kalbu, rasa rindu yang meluap namun tak bisa di ucapkan dengan kata-kata.. ''Apa kita pernah bertemu?'' Tanya Dayan pada Shasha yang langsung di jawab gelengan oleh Shasha..


''Ti_tidak! bisa kau lepasakan tanganmu dari pinggangku?!''


''Oh maaf.'' Dayan melepasakan tangan dari pinggang Shasha. Dan entah mengapa satu tetes airmata jatuh tanpa di komando saat netra matanya melihat kepergian Shasha. Dayan mengusap pipinya dan melihat tetesan airmata..


''Ada apa denganku?'' gumam Dayan dalam hati, lalu melangkah kembali ke arah kursinya tanpa melepasakan pandangannya dari Shasha. Bahkan Dayan sampai lupa kalau dia ingin buang air besar saking terkesima melihat Shasha..



...••••...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2