Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Part 93. Mengaku suami.?


__ADS_3

Cup..


Ryan mengecup kening istrinya dengan lembut. ''Hati hati di rumah ya Hon, jangan membantu apapun atau angkat berat apapun. Biarkan bibi dan yang lainnya yang mengurus kepindahan kita.''


''Iya Yank.'' Jawab Kaleea untuk kesekian kalinya, saat Ryan memperingati dirinya untuk tidak membantu packing memeking barang yang akan di bawa ke rumah baru..


Ryan pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor di mana dia bekerja. Sedangkan Kaleea masuk kedalam rumah dan melihat Bi Mina sedang memasukkan barang-barang kedalam dus..


''Bi, bibi beneran gak mau ikut kita.? Tanya Kaleea pada Bi Mina yang tidak akan ikut bekerja lagi padanya..


''Bibi sam Tantan di suruh ikut sama anak bibi Non, Non Kaleea jangan khawatir karna bibi udah suruh sodara bibi dari kampung untuk kerja sama Den Ryan sama Non Kaleea..


''Bukan masalah itu Bii, tapiiii hidupku sepi kalau Tantan jauh dari pandanganku Biii..''


''Maaf yaa Non.''


''Hmmmmm.. Btw sodara bibi yang mau kerja di sini siapa namanya.?


''Namanya Siska Non, paling nanti siang dia sampai kesinii mudah-mudanan Non Kaleea cocok sama Siska, dia baru umur 17thn Non.''


''Ya udah gak papa Bii, yang penting dia baik dan rajin kerja.''


''InsaAllah Non.''


.


...........


Sedangkan Ryan masih dalam perjalanan menuju kantor, Ryan menepikan mobilnya ke kedai kopi favorit nya. Ryan pun turun dan masuk kedalam kedai kopi lalu memesan satu cup kopi dingin..


Ketika Ryan sedang menunggu pesanannya, seseorang dari belakang memanggilnya dengan tergesa-gesa..


''Maaf tuan, istri anda pingsan di depan sana.'' Ujar seseorang menunjuk ke arah luar..

__ADS_1


''Hah, istri? istri saya di rumah pak.'' Jawab Ryan bingung.


''Dilihat dulu pak, sebelum wanita itu pingsan! tadi nunjuk nama anda Tuan.''


''Yang benar pak.? tanya Ryan memastikan, dan di jawab anggukan oleh pria di depannya ini..


Ryan pun mau tak mau ikut untuk melihat kerumunan orang, dan terlebih dia penasaran siapa orang yang mengaku dia suaminya..


''Nah ini suami datang.''


''Pak cepat bawa ke rumah sakit.''


''Dia pingsan pak.''


''Ya Allah tega bener sih.''


Orang orang terus berucap saat Ryan datang, Membuat Ryan bingung dan langsung berjongkok untuk melihat wanita yang mengklaim bahwa dia adalah suaminya.


''Dasar suami brengsek! istri hamil besar di biarkan. Percuma ganteng tapi nelantarin istri yang lagi bunting.'' Itulah teriakkan yang terdengar dari orang-orang, dan masih banyak lagi kata kata kasar yang terlontar..


''Maaf bapak ibu, dia bukan istri saya.'' Ryan berdiri dan menjelaskan bahwa wanita yang pingsan ini bukan istrinya.


''Bohong! udah jelas-jelas waktu kamu masuk ke kedai kopi dia berteriak memanggil nama mu.'' Ucap salah satu ibu-ibu.


''Udah jangan ngelak dan bawa istri mu ke rumah sakit.!! teriaknya lagi, yang membuat Ryan ingin sekali menjedotkan kepala wanita yang berani berteriak padanya.


''Ya sudah bawa masuk kedalam mobil saya.'' Ryan pasrah karna tidak mau di keroyok masal oleh orang-orang yang sedang berkerumun dan menatap horor dirinya..


Ryan mengambil ponselnya dan mengabari orang kantor bahwa dia datang agak terlambat sedikit, lalu Ryan menjalankan mobilnya membawa Aurell ke rumah sakit terdekat.


Di dalam mobil Ryan terus menggerutu melihat ke arah belakang lewat kaca kecil di atasnya, dalam hati Ryan ingin sekali menendang mereka yang menghakimi dirinya..


Beberapa menit berlalu, Ryan membawa Aurell ke rumah sakit Kasih Bunda dan membawanya untuk di periksa oleh dokter. Namun Ryan masih bingung dengan dua wanita yang masih berdiri menunggu, Ryan pun mendekati dua wanita itu dengan tatapan curiga.

__ADS_1


''Apa Aurell yang menyuruh kalian.? Tanya Ryan melipat kedua tangannya di dada.


Kedua wanita itu saling pandang dan menggeleng. ''Sa_saya tidak mengerti apa maksud anda pak.''


''Waaahh sekarang kamu berucap sopan yaaa, tadi kamu berteriak dengan lantang dan menyangka jika aku suami dari wanita itu.! Apa maksud kalian.?!


''Kami tidak mengerti pak!!


''Jika kalian tidak mengerti, ngapain kalian masih disini HAH! pergi sana! dasar manusia tidak berguna.'' Usir Ryan dengan lantang, membuat kedua wanita itu berlari menjauhi Ryan yang akan mengamuk.


Ryan yang sekarang sangat sensitif akibat hormon kehamilan istrinya. Jika dulu dia sopan, lemah lembut dan baik hati pada orang, lain halnya dengan sekarang. Ryan seperti tertular sisi lain dari sang istri yang suka seenak jidatnya dan membentak orang jika dia tidak suka..


''Kalian pikir aku akan terjebak dengan permainan kalian!!^##^#&&÷€÷^^÷&@££. '' Mulut Ryan menggerutu tak jelas berkomat kamit sambil berkacak pinggang..


''Suami pasien.?


''AKU BUKAN SUAMINYA.!


Bentak Ryan pasa Suster, yang langsung mengelus dadanya karna terkejut..


''Itu pak, ummm dok mm Dokter memanggil anda.'' Suster masih terkejut dan berbicara gagap..


Ryan melengos masuk kedalam ruangan sang Dokter, dengan rasa sejuta kesal dalam hatinya. lalu apa yang akan dokter ucapkan pada Ryan..


.


.


...........


...LIKE.KOMEN....


...JANGAN LUPA...

__ADS_1


__ADS_2