MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
salah paham


__ADS_3

Hati Zakia rasanya sangat sakit bukan karena hinaan terhadap dirinya, namun penghinaan atas agamanya. Pakaian yang menutupi aurat nya bertahun-tahun, ia jaga demi suami kelak dan penghinaan atas kedua orang tuanya. zakia berlari meninggalkan rumah Abah, Abah tau jika Zakia berlari turun dari atas. Kemudian setelah hamdan sudah memakai pakaian nya kembali ia mengejar kia.


" Hamdan ada apa kenapa kalian lari-larian" tanya Abah yang bingung.


" bah siapa kia, benarkah kia istri Hamdan. bukankah kia itu istrinya Zidan bah."


" astaghfirullah Hamdan apa kamu sudah menyakiti hati kia" Abah meninggikan suaranya.


" maaf bah Hamdan tidak tau, setau Hamdan kia itu istri zidan"


" sinting kamu, kia adiknya Zidan dan Zidan masih single belum me ni kah.." Abah menekankan kata menikah di ucapannya.


" ya Allah bah, Hamdan menyakiti kia".


" kejar dia bawa kia pulang kembali, kamu itu kebiasaan saat orang lain belum selesai ngomong kamu selalu memotong. kemarin Abah minta sebelum kamu pergi bertemu dulu dengan istri mu tapi apa, justru kamu malah pergi begitu saja."


" doain Hamdan bisa bawa pulang kia kembali ke sini bah". Hamdan langsung berlari mengejar kia, namun kia sudah tidak terlihat ia sudah naik taksi kebetulan taksi lewat.


kia menangis di dalam taksi, tidak di sangka jika akan terjadi seperti ini. Bayangan nya bisa menyambut suaminya saat pulang namun justru malah kesedihan yang di dapat kan. Taksi melaju terus tanpa tau arah tujuan.


" mba kita mau kemana ". tanya sopir taksi dari tadi ia mau bertanya namun di urungkan karena melihat penumpang nya yang terus menangis.


" oh iya maaf ya pak, ke pantai dekat kota saja pak".


" baik mba" akhirnya pak sopir mengantar kia ke tujuan yang di mau.


Langit sedikit mendung, Zakia jika hatinya sedang gundah gulana ia selalu ke tempat ini. alam yang menjadi tempat curhatnya, begitulah kia tak ingin masalahnya ada orang yang mengetahui. apalagi ini masalah antara dirinya dan suaminya, ia berusaha menutupi dari orang di luar.


" ya Allah ampuni hamba mu yang lemah ini, hamba tak kuasa mendengar hinaan tentang ini. astaghfirullah padahal aku mengenalnya lebih dekat saja belum, yang ku tahu mas hamdan laki-laki yang baik. apakah diri ini salah jika menghindari nya seperti ini, beri aku waktu ya Allah untuk siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama nya". Zakia melemparkan batu-batu kecil ke dalam air. pikirannya masih teringat saat Hamdan menghinanya, namun ia mengagumi sang suami yang tampak gagah itu. ia pun berfikir jika ini adalah kesalah pahaman, namun kia terlanjur sakit hati ia masih ingin menenangkan diri. Handphone nya tak berhenti berdering, namun kia tak mau mengangkat nya tertera itu no Hamdan.


Hamdan langsung menuju rumah Abi, ia mengira kia akan pulang ke rumah orang tua nya. Abi dan umi menyambut dengan baik menantunya itu.


" mana kia Hamdan kenapa kamu sendirian" Hamdan bingung cerita dari mana.

__ADS_1


" Kia tidak pulang ke rumah bi." tanya Hamdan mulai panik.


" tidak, dari tadi abi di rumah, tapi tak mendapati kia pulang. memangnya ada apa". kemudian Hamdan memberanikan diri menceritakan asal mula masalahnya hingga membuat kia pergi.


" hanya salah paham saja Hamdan, rayu dirinya sampai ia tidak marah lagi padamu. Abi tau bagaimana anak Abi dia wanita yang sangat penurut, jika ia marah tak akan lama".


" biasanya di mana ya bi KIA pergi saat dirinya marah". tanya Hamdan dengan wajah pucatnya karena lelah .


" Abi tidak tau coba kamu tanya zidan, dia pasti tau keberadaan kia sekarang". Abi sangat bijak ia tidak marah kepada Hamdan yang sudah membuat menangis kia. Hamdan langsung mengambil handphone nya memencet nomor Zidan.


" assalamu'alaikum Zidan kamu ada di mana sekarang". tanya Hamdan panik.


" wa'alaikumsalam, aku ada di kantor ada apa." kembali Hamdan menceritakan kejadian sebenarnya.


" ha.... belum saja di mulai "


" kenapa kamu tertawa Zidan aku sedang serius di mana keberadaan kia sekarang."


" Aneh kamu Hamdan, aku masih bujang Ting Ting kenapa di bilang sudah punya istri. Makanya tanya agar tak tersesat di jalan. ha...." kembali Zidan malah menertawakan Hamdan.


" jadi maksudmu wanita yang sudah bersuami yang kamu cintai selama ini adalah kia adikku, " Zidan malah balik bertanya lagi bukannya menjawab pertanyaan Hamdan yang sudah panik.


" iya"


" ha...."


" ayolah Zidan beri tau aku di mana kia"


" kia bukan hanya anak saliha dan penurut, jika ada yang menghinanya mungkin ia tak akan semarah ini. karena kamu membawa nama agamanya dan orang tua makanya ia marah besar."


" aku sudah hubungi kia berkali-kali tapi ia tak mau mengangkat telepon ku Zidan, ayolah bantu aku".


" lucu sekali saat kau merajuk bagaimana wajahmu pak bos"

__ADS_1


" kakak ipar Zidan beri tau aku di mana kia sekarang".


" biasanya jika ia sedih kia akan berada di pantai ujung kota, ia akan meluapkan kekesalannya di pantai itu. kesanalah adikku bukan seperti apa yang kau pikirkan, adikku anak yang baik ia selalu menjaga dirinya demi laki-laki yang akan menjadi suaminya kelak dan kamu adalah pemenang hatinya."


" terimakasih banyak Zidan , terimakasih"


" panggil aku kakak ipar, haa..."


" iya kakak ipar Terimakasih gajimu akan aku naikkan"


" nah itu baru adik ipar ku, udah lekas sana susul kia".


Hamdan pamit kepada umi dan Abi bergegas menyusul kia yang masih berada di bibir pantai.


" Abi Hamdan pamit".


" sudah tau di mana keberadaan kia Hamdan" tanya Abi yang sebenarnya juga khawatir..


" iya bi Zidan ngasih tau kemungkinan kia ada di pantai pinggir kota". Hamdan menyalami dengan takzim kedua mertuanya.


" syukurlah kalau begitu mudah-mudahan kia memang berada di sana, anak itu tak pernah pergi jauh tanpa kakaknya zidan". Hamdan mengangguk lekas pergi.


Sedangkan di rumah umma sedang marah-marah dengan Abah, Abah menjadi sasaran atas kepergian kia.


" ya Allah umma Hamdan pasti akan menyelesaikan masalahnya umma percaya sama anak sendiri, bisnis saja bisa ia selesaikan masa' masalah wanita ia tak pandai". ucap Abah.


" bukan begitu Abah, baru saja semuanya akan di mulai Hamdan sudah membuatnya kacau, kia wanita baik-baik pasti dia akan marah jika itu membawa agamanya dan orang tua nya".


" iya Abah ngerti,"


"umma ngga mau tau Hamdan harus bawa kia pulang ke rumah ini. jangan pulang tanpa kia"


" iya iya umma tenang akan Abah beritahu Hamdan ma" Abah menggaruk kepalanya yang tidak gatal, masalah Hamdan Abah menjadi sasaran kemarahan umma.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2