
Aulia masih dalam mode diam ia berfikir ulang atas apa yang Aris katakan. Aris di kamar hanya senyum-senyum ia yakin jika berhasil mempengaruhi Aulia. Di sana sahabatnya heran sudah dua hari Aris tak ada kabar hanya sekedar kirim pesan lewat grup WhatsApp mereka. memang Aris saat ini sedang fokus merangkai kata-kata untuk Aulia. meski sedikit begajulan ia selalu mengingat pesan dari Abah Hamdan yang ia jadikan orang tua kedua nya. Aris menunggu Aulia membalas pesannya, ia menahan tak ingin mengirim pesan terlebih dahulu.
Aulia membicarakan hal yang Aris ucapkan tadi dengan orang tua nya, mama nya justru malah tertawa. anak gadisnya yang polos itu terkena rayuan gombal nya Aris, namun orang tua Aulia senang mereka tak akan lagi khawatir terhadap Aulia lagi. Orang tua Aulia justru malah mendukung usulan Aris, Aulia pasrah karena ia pikir juga itu yang terbaik. berkaca dari sahabatnya Zakia, tak buruk juga menikah sebelum lulus kuliah. akhirnya Aulia mengirim pesan kepada Aris jika pernikahannya di setujui orang tua Aulia dalam waktu dekat. mengingat nenek Aulia yang sakitnya sudah lumayan, karena memang sudah tua. juga nenek Aulia mengahrapkan sebelum ia meninggal ingin melihat pernikahan Aulia cucu kesayangan nya. Aris membaca pesan Aulia ia langsung berlari mencari orang tuanya yang langsung kaget di teriaki Aris.
" astaghfirullah Aris kenapa pakai teriak-teriak sih, mama masih normal telinganya". mama menutup telinga yang sudah berdengung karena teriakan Aris.
" ma pernikahan Aris sama Aulia bulan depan yah mah" mama nya melongo.
" apa maksudmu Aris, kemarin Aulia bilang mau lulus dulu kamu juga tak mau mama jodohkan". goda mama.
" isshhh... mama, Aris tak mau banyak dosa bukannya mama juga pingin cepat punya cucu dari Aris".
" terus gimana, kamu itu menikah kayak minta baju baru saja Aris". tangan mama geram lalu menarik telinga Aris.
" aduh mama sakit ma".
" ya sudah nanti bilang sama papa kamu " .
" siap mama sayang" Aris mencium mamanya, lalu ia kembali ke kamar dengan senyum bahagia.
***
Zakia sudah berkemas ia akan pulang ke rumah Abah hari ini, Hamdan membantu istrinya. Badannya masih lelah semalam Hamdan tak membiarkan zakia tidur, kerinduan nya setelah satu Minggu ia tuntaskan malam itu juga.
" Jadi pulang hari ini nak". tanya umi yang sudah mempersiapkan oleh-oleh untuk besannya. seperti biasa umi membuat cake juga puding kesukaan menantunya.
" iya ma sudah beberapa hari Zakia di sini kasian umma ia pasti kesepian". umi tersenyum mengusap kepala anak perempuan nya itu.
__ADS_1
" tetaplah menjadi istri salihah dan menantu yang baik nak, " lalu mengusap perut kia yang sudah mulai membuncit itu.
" iya umi insyaAlloh". kia tersenyum ia masih merindukan umi nya namun ia sebagai seorang istri harus ikut kemanapun suaminya tinggal.
" sudah kelihatan membuncit nak, masih merasa mual juga" tanya umi yang tak tega jika melihat kia lemas.
" Alhamdulillah sudah mulai berkurang umi, sudah empat bulan kandungan kia" .
" kapan akan di adakan syukuran nak". tanya umi.
" harus ya mi " tanya kia.
" tidak wajib namun sebaiknya kita adakan syukuran mengungkapkan rasa syukur kita terhadap Allah, di beri kesehatan, keselamatan juga sudah di titipkan janin di perut mu. di umur empat bulan ruh akan ditiupkan di janin ini. Di saat itulah Malaikat di perintahkan untuk menulis umurnya, jodohnya juga rezekinya." jelas umi yang di dengar kan seksama oleh kia.
" iya umi nanti kia bilang sama mas Hamdan". ucap kia duduk menunggu keluarga yang lain untuk sarapan.
" Jadi pulang hari ini dek". ucap zidan keluar dari kamarnya bersiap ke kantor.
" ya makan nasilah dek masa makan batu, uang suamimu tak akan habis jika ia tak bekerja setahun". ucap Hamdan.
" jangan gitu kakak ipar uang Hamdan itu buat semuanya juga , karyawan. Hamdan bisa ngga kerja setahun tetep masih bisa makan, tapi bagaimana nasib karyawan kita mereka butuh makan biaya hidup dan menyekolahkan anak-anaknya." Hamdan yang baru datang mendengar percakapan itu langsung menyahut.
" iya betul nak kita ngga akan tau juga satu detik kehidupan kita ke depan, seperti Abi. dulu Abi beranggapan begitu tapi Allah dengan mudah membalikkan roda kehidupan Abi. Abi bangkrut dan harus hidup dengan kekurangan, Abi sakit. bekerjalah seakan kalian akan hidup seribu tahun lamanya, beribadah lah seakan kalian akan mati esok." Abi menasehati anak-anaknya.
" iya Abi ". ucap Zidan.
" dan cepatlah menikah sebelum kamu lekas tua". semua nya tertawa mendengar ucapan Abi yang di tujukan kepada Zidan.
__ADS_1
" iya Abi doakan Zidan segera dapat jodoh". sebenarnya Zidan juga mencoba berta'aruf dengan murid ustadzahnya namun entahlah ia tak bisa melanjutkan ta'aruf nya itu. apalagi sekarang hatinya sudah terpaut kepada Kiran teman kantor nya.
" aamiin". semua serentak menjawab.
" apa kamu ngga ada wanita yang sreg dalam hatimu Zidan"
" ada umi tapi anaknya belum mau menikah". Hamdan menyembunyikan tawanya ia ngga enak ada mertuanya di situ.
" kamu berniat menunggu nya sampai dia mau". tanya Abi.
" insyaallah iya bi".
" mau sampai kapan nak, jangan-jangan yang kamu tunggu anak SMP lagi". Hamdan langsung tertawa terbahak tak bisa ia tahan.
" memangnya aku pedofil bi, jangan gitu bi ngatain zidan. zidan itu normal cuma belum datang saja jodohnya. kata pak ustadz sabar itu di sayang Allah". kia ikut terkekeh.
" tak usah tinggi-tinggi nyarinya nak yang penting saliha buat Abi sudah cukup". ucap Abi yang sangat mengharapkan Zidan segera menikah.
" aamiin semoga Allah mengabulkan doa Abi dan umi buat Zidan".
" aamiin". semua serentak menjawab kemudian melanjutkan sarapan paginya.
Hamdan dan kia pamit pulang di antar oleh Zidan, umma dan Abah sudah sangat rindu dengan menantu kesayangan nya itu. seperti biasa Zidan duduk di depan sebagai sopir hamdan dan kia bermesraan di belakang memang sengaja agar Zidan cepat menikah, sampai Zidan males nengok ke belakang.
Sesampainya di rumah Abah dan umma sudah menunggu di teras depan, kia langsung di sambut umma dipeluknya menantunya itu. Zidan membantu Hamdan menurunkan bawaannya, Zidan langsung pamit pergi ke kantor. Hamdan masuk dulu berganti pakaian ia akan bawa mobil sendiri. Umma banyak cerita tentang harinya selama di tinggal kia, tak lupa juga ia bercerita anak kembar Aisha dan dokter Azzam yang lucu itu. terlihat sekali umma sangat menginginkan cucu.
___
__ADS_1
bersambung
terimakasih banyak untuk hadiah dan vote nya kakak.