
Hamdan sudah sehat ia beraktivitas seperti biasa umur kandungan istrinya sudah delapan bulan itu artinya tinggal dua bulan lagi kia akan melahirkan. Kia masih bolak balik ke kampus dengan perut besarnya, ia tak pernah mengeluh sedikitpun. Namun Hamdan sudah tidak lagi pergi jauh, bisnisnya ada yang menghandel ia hanya kerja dari rumah saja. Setiap hari Hamdan mengantar kia ke kampus kalau tak sibuk di kantor ia menemani istrinya. Membuat iri semua teman-teman nya, pasangan yang ideal juga romantis. Hari-hari Hamdan di pakai untuk membantu tugas kuliah kia, ia ingin istrinya cepat selesai.
" Mas jemput ya sayang hati-hati jalannya pelan-pelan saja". ucap Hamdan kepada kia yang ke kampus sembari mengusap kepala istri nya.
" kia berangkat dulu ya mas" Hamdan membukakan pintu untuk istri nya kia Salim seperti biasa Hamdan akan mengecup kening sang istri juga perut kia. menjadi pemandangan manis setiap hari.
Hamdan meninggalkan kampus setelah ia tau bener kia sudah masuk, Hamdan menuju perusahaan seperti biasa. Perusahaan sudah di fokuskan oleh Zidan dan Tomi Hamdan sekarang mengurus bisnisnya yaitu hotel dan kafe, kini kafe nya sudah bercabang ke beberapa daerah. Bisnisnya lebih melebar dan lebih banyak waktu luang untuk istri nya, Zidan dan Tomi sudah cukup lihai menangani perusahaan ia tak akan ful turun seperti dulu lagi.
" Aulia kamu kenapa ". tanya Zakia ia melihat Aulia sedikit pucat.
" ngga apa-apa emang ada apa kia". Aulia memang merasa lemas tapi ia nekat berangkat ke kampus, Aulia juga ingin cepat menyelesaikan kuliahnya.
" kamu pucat Aulia, apa belum sarapan".
" sudah tadi bareng kak Aris aku sarapan, hanya hari-hari ini aku malas untuk makan tak nafsu". terang Aulia kini merasakan perbedaan dalam dirinya.
" Jangan lupa istirahat Aulia, meski sibuk dengan tugas kampus kamu bisa minta bantuan kak Aris". seperti Zakia Hamdan yang siaga dalam menyelesaikan tugas kampus nya.
" kak Aris selalu bantu aku kia, bahkan hampir semua tugas kak Aris yang selesaikan" jelas Aulia ia juga kini di perlakukan Aris seperti ratu.
" sudah periksa ke dokter". kia khawatir jika ada apa-apa dengan sahabat nya.
" belum aku ngga apa-apa hanya lemas"
" okey nanti jika kamu merasa tak kuat jangan di paksakan lebih baik izin pulang" Aulia mengangguk.
" ya ampun Zakia ini sudah besar, wah ia menendang tanganku kia". Aulia mengusap perut sahabatnya yang sudah terlihat sangat membuncit.
" aktif sekali memang bayiku ini, sering kebangun aku kaget karena di tendang". kia terkekeh.
" semoga lahir dengan lancar sehat ibu dan bayi".
__ADS_1
" aamiin doanya, oh ya kamu sudah terlambat datang bulan". tanya kia penasaran belum ada kabar hamil dari sahabatnya itu.
" belum bulan kemarin aku juga haid".
" tak apa-apa mungkin memang belum, semoga secepatnya Aulia"
" doakan saja ya kia".
" pasti, kamu sahabat terbaikku".
" kamu juga kia". Aulia merangkul bahu kia.
kedua nya langsung masuk ke kelas sebentar lagi dosen akan datang dan akan di mulai kelasnya.
Hamdan datang ke kantor hanya mengecek pekerjaan dan melakukan sedikit tanda tangan saja. Semua bekerja dengan sangat serius, Tomi dan zidan sedang meeting dengan beberapa direksi. Setelah selesai Tomi dan zidan menghampiri Hamdan serta Kiran untuk membicarakan sedikit pekerjaan, bagaimana pun juga mereka tetap meminta persetujuan Hamdan jika memutuskan sesuatu meski sudah di limpahkan ke Zidan semuanya.
" oke saya pelajari dulu berkas ini secepatnya besok saya akan berikan keputusan". ucap Hamdan.
" Alhamdulillah ngga kak, ada kak Zidan kemarin yang bantu Kiran". Tomi mencebik mendengar penuturan Kiran sedangkan Zidan cengengesan.
Suara handphone Hamdan berbunyi langsung saja ia mengangkat nya ketika nama kia terpampang di layar.
" assalamu'alaikum sayang sudah selesai kuliah nya". tanya Hamdan, yang lainnya langsung saja melempar tubuh mereka ke sandaran sofa mendengar ucapan sayangnya Hamdan ke kia.
" wa'alaikumsalam mas, mas sekarang ada di mana". tampak suara kia yang panik.
" ada di kantor kenapa sayang, kamu kok panik". Zidan yang mendengar ia langsung menegakkan badannya.
" Aulia pingsan sejak tadi kia hubungi kak aris pakai handphone Aulia tapi tak di angkat tak bisa kak".
" waduh... kemana Aris juga ini". ucap hamdan.
__ADS_1
" ya sudah sekarang sayang tenang ya ini mas ke sana biar Aris di datangi Tomi di kantor nya, mungkin ia sedang meeting atau hp nya tertinggal". Hamdan menenangkan istrinya takut ia malah istri nya yang kenapa-napa, karena kia dalam keadaan hamil.
" iya mas cepat ke sini". Aulia kini di bawa ke ruang UKS.
Tomi dan zidan meluncur ke kantor Aris ternyata benar Aris sedang ada meeting di kantor nya hp ia silent mode diam tanpa suara ataupun getaran. Tomi langsung meminta satpam untuk mengetuk ruang meeting, syukur langsung di buka sama orang di dalam.
" maaf pak ada yang mencari bapak katanya penting sekali " Aris sedikit kesal sih kini meeting nya terganggu padahal ini sangat penting. Aris lalu keluar ia melihat Tomi dan Zidan, kalau tak penting mereka juga tak mungkin sampai menganggu meeting nya.
" kalian ada apa". tanya Aris langsung.
" mana handphone mu ".
" ada dalam saku celana ku". di ambilnya handphone ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Aulia.
" astaghfirullah ada apa dengan istri ku". Aris jadi panik.
" udah ayo". Tomi menyeret Aris, kelakuan mereka benar-benar masih seperti anak SMA jika bareng.
" katakan dulu tom ada apa, aku mau telepon istri ku dulu. tadi dia ku antar ke kampus ini banyak banget telepon."
" istrimu pingsan". Aris melotot.
" ya Allah kenapa istriku".
" makanya ayo ikut aku, sekarang aulia ada di rumah sakit". Hamdan yang sudah sampai kampus langsung membawa Aulia ke rumah sakit.
Aris berjalan cepat mengikuti Tomi hingga ia terseok-seok, meeting pun lupa tak ia tutup langsung di tinggalkan saja. Karyawan nampak bingung akhirnya mereka juga membubarkan diri kembali lagi nanti jika bos sudah kembali, di lanjutkan juga tak mungkin karena yang mempunyai bahan meeting adalah bos nya. Semenjak Aris di amanahi perusahaan oleh nenek Aulia ia sangat sibuk, tapi meskipun begitu waktunya untuk Aulia selalu ia khusus kan meski untuk mengantar jemput kampus. Terlihat Hamdan dan kia ada di luar ruangan berdiri dengan gelisah menunggu dokter memeriksa Aulia, Almira yang sudah kembali bertugas menangani Aulia. Aris yang datang langsung ingin masuk tapi belum bisa dokter masih memeriksa Aulia. Semua tegang tanpa terkecuali tiba-tiba Aulia pingsan saja.
___
bersambung
__ADS_1