
Aulia dan kia berjalan masuk kelas, mereka menyelesaikan kelasnya terlebih dahulu. di sana Kiran sudah selesai kelasnya ia menemui Zidan menunggu kia di dalam mobil .
" sudah selesai Kiran". tanya Zidan yang masih mengunyah kacang garing nya agar tak mengantuk di saat menunggu.
" sudah kak hari ini hanya satu mata kuliah, Kiran naik taksi saja ya kak langsung ke kantor".
" jangan kita bareng-bareng saja, sebentar lagi kia juga keluar ini udah hampir siang. nih mau...". Zidan menyodorkan kacang kulit nya kepada Kiran.
" terimakasih kak".
" biar tak ngantuk, menunggu itu kadang membosankan" Zidan terus mengupas kacangnya tanpa henti.
" maaf kak sering tungguin Kiran". ucap Kiran tak enak hati dia, Zidan sering banget tunggu Kiran selesai kerja.
" jangan baper Kiran, itu hanya sebagian besar pendapat orang. kalau untuk ku ini menyenangkan karena yang aku tunggu adalah orang-orang yang aku sayang". Zidan nyengir ia keceplosan, mencoba bersikap biasa saja terhadap Kiran.
deg
jantung Kiran berasa berhenti berdetak, lagi-lagi Zidan mengutarakan isi hatinya. karena memang Zidan tak pernah menembak seorang wanita, dan Kiran mengatakan jika ia tak akan menikah sebelum lulus. Zidan hanya bisa menunggu saja, sebenarnya Kiran sudah tau di mana arah pembicaraan Zidan sering ia menyinggung nya. namun ia tetap dari pendirian awal akan menyelesaikan kuliahnya dulu lagian Zidan juga belum melamar nya. Tapi hati Kiran sudah menyukai Zidan namun ia tutupi agar tak terekspos.
" mau minum.." Zidan kembali menyodorkan air meneral ia tadi beli tiga botol kecil, kiran menerima nya. Sehabis makan kacang garing tenggorokan nya haus.
" terimakasih kak"
" hmmm"
jarak sekitar 50 meter ada mobil juga yang sedang mengintai dari jarak jauh. Mereka tidak tau jika mobil yang di naiki Zidan ada di depannya. Kia dan Aulia keluar dari kampus, ia melihat mobil kakaknya sudah menunggu tapi tak di sangka ketika bersama Aulia ia berada di tepi jalan raya mengantar Aulia nyeberang ada mobil ngebut menghpirinya. Kia dan Aulia di seret oleh dua orang yang turun dari mobil itu, mereka di masukkan dalam mobil tak sempat berteriak karena mulut mereka di bungkam oleh dua penjahat. adegan itu terjadi di depan mata kepala Zidan, ia pun kaget kenapa bisa terjadi hal seperti ini. Zidan berlari mengejar mobil yang membawa kia dan Aulia, naas mobil itu melejit dengan cepat. Zidan pun langsung mengejarnya namun ia terkna lampu merah, Zidan kabut bingung apa yang harus ia lakukan dan siapa orang jahat itu. Kiran pun ikut takut sikap Zidan membuat Kiran takut.
__ADS_1
" ya Allah kak terus gimana ini, itu tadi siapa bawa kak Zakia." Kiran pun tampak pucat, ia berfikir bagaimana jika Hamdan sampai tau orang tersayang nya si culik.
" ya Allah siapa juga yang berniat jahat sama kia". Zidan memegang kepalanya frustasi, ia sampai lupa jika ada Kiran di sampingnya.
" kak ..."
" astaghfirullah, maaf kakak lupa jika ada kamu di samping kakak. kamu tenang ya kita akan cari bersama, ". Zidan tau jika Kiran sangat ketakutan. Zidan mencari ponselnya ia langsung menghubungi Tomi terlebih dahulu, tak peduli perusahaan sedang sibuk atau tidak.
" hallo bro ada apa, perusahaan baik-baik saja tenang".
" Tomi cepat kemari aku butuh kamu ini sangat penting". ucap Zidan tergesa-gesa, Tomi langsung membesar kan suara speaker nya.
" ada apa Zidan, kamu khawatir sekali katakan".
" cepet temui aku di jalan Gangga penting". Zidan bingung siapa yang akan dia hubungi, di kota ini tak ada yang ia kenal kecuali teman kerjanya.
Tomi menutup semua berkas ia menitip kantor kepada salah satu karyawan nya. Tomi sedikit berlari keluar kantor ia langsung melajukan mobil dengan begitu kencang. Perasaan Tomi tidak enak pasti terjadi sesuatu.
Sedangkan di Australia Hamdan sedang akan minum namun gelasnya jatuh pecah. perasaan nya juga cukup tak enak, entah kenapa ia kepikiran kia istrinya. tinggal menunggu Zuhur setelahnya ia akan pulang dengan jet pribadi milik Mr Jack. Hamdan mencoba menghubungi kia namun tak ada jawaban, ia berfikir sinyal yang susah karena jarak antara mereka. Ia menepis pikirannya yang tak baik, dan berdoa dalam hati semoga istrinya dalam keadaan baik-baik saja.
Tomi menghampiri Zidan dan Kiran di pinggir jalan, Tomi langsung membuka mobil dan turun. Melihat raut wajah Zidan dan Kiran sudah di pastikan ada sesuatu, Tomi masih mengenakan jas pakaian kantor nya.
" bro ada apa, semua baik-baik saja kan". tanya Tomi.
" Zakia di culik tom". Tomi terbelalak terkejut.
" apa!.... maksudmu bagaimana zidan. kamu bercanda kan". Tomi pun bingung frustasi baru saja di tinggal Hamdan tiga hari semuanya kacau, tak terpikirkan sedikit pun jika semua ini terjadi.
__ADS_1
Zidan menceritakan kronologi kejadiannya secara detail, Kiran hanya menangis di samping Zidan.
" siapa yang punya dendam dengan kalian".
" kami tak punya musuh Tomi apalagi di kota ini kami termasuk orang baru, soal kia tak mungkin juga dia punya musuh adikku tak pernah keluar kecuali bersama ku. penjahat sangat cepat sekali tindakannya, namun yang di bawa tak hanya kia. Aulia juga mereka masukkan dalam mobil".
" apa mungkin teman kampusnya yang tidak senang dengan mereka".
" aku yakin adikku tak punya musuh". Zidan berpikir tapi ia tak punya titik temu.
" hari ini Hamdan pulang". ucap Zidan kemudian.
" what... kita harus cepat bertindak Zidan ya Tuhan .." Tomi memegang kepalanya, lalu ia mengambil ponsel dan menghubungi Aris.
" kak apa kita ke kampus menanyakan sesuatu mungkin ada petunjuk, Kiran tahu siapa teman satu kelas kak Zakia". ucap Kiran sembari mengusap air matanya.
" ya kita akan lakukan itu, tapi Kiran jangan nangis ya kakak tak bisa mengusap air matamu apalagi meminjamkan bahu untuk mu menangis". ucap Zidan sempatnya ia merayu Kiran. Kiran hanya mengangguk saja ia mengambil tisu dalam mobil kembali membersihkan wajahnya.
Setelah beberapa menit pun Aris datang, ia juga syok mendengar berita dari Tomi. Mereka berempat mencoba melakukan apa yang Kiran bilang pergi ke kampus mencari tau. Handphone kia sudah tidak bisa di hubungi lagi, waktu juga sudah siang Zidan menangis saat tak ada petunjuk sama sekali setelah dari kampus. Kiran memberikan tisu untuk Zidan, ia tau perasaan Zidan pasti hancur apalagi kia adalah adiknya dan ia di tugaskan untuk menjaga kia saat Hamdan pergi.
" tenang kak kita juga sedih, kita cari kak kia sama-sama. kak zidan jangan nangis ya, ". Kiran mengusap bahu Zidan, membuat Zidan berhenti menangis juga lega.
Suara handphone Zidan berdering, dan saat Zidan melihat nama di layar handphone itu adalah Hamdan.
_____
bersambung
__ADS_1
tolong like komen dan beri othor hadiah kak.
terimakasih 🥰