MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
cinta bersanding dengan luka


__ADS_3

"Hey nit kamu kenapa tak semangat banget". Yara datang ke rumah Anita.


" ngga tau aku Ra rasanya aku masih menyimpan rasa sakit hati ini".


" memang siapa yang menyakitimu Hamdan. ia tak menyakiti mu Anita move on dong itu artinya kalian tidak berjodoh, biarkan ia bahagia dengan istrinya yang sekarang. giliran kamu yang bahagia nit sekarang, yuk ke mall. kita nonton terus belanja jangan di rumah aja."


" aku males Yara, ". anita merebahkan tubuhnya menutupi kepalanya dengan bantal.


" udahlah yuk, apa aku minta Hamdan buat bujuk kamu".


" gila apa kamu Yara".


" makanya ayok keluar aku juga udah bosan di rumah terus kuliah telah usai tinggal tunggu wisuda saja". akhirnya Anita dengan malas berganti pakaian mengikuti kemana perginya Yara.


Yara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia akan ke mall nonton juga belanja. Anita masih dalam sikap yang sama diam saja tak bersemangat, Yara cekikikan yang ia tonton adalah film komedi.


" nit ya ampun masak selucu itu kamu tak ketawa".


" nikmati saja filmnya ra aku menemani mu". Anita mengotak atik handphone nya.


Yara meraih telepon genggam milik Anita ia tau Anita sedang melihat-lihat foto kebersamaan nya dengan Hamdan.


" Yara apa-apaan sih kamu".


" lupakan Hamdan nit, kalau kamu masih banyak menyimpan fotonya di galeri ini kamu akan merasa sakit hati terus". Yara mencoba menjelaskan kepada Anita ia juga tak tega melihat sahabat nya yang selalu murung.


" tapi Ra aku belum bisa, perasaan ini terlalu dalam"...


" makanya ayo lupa kan, maaf aku hapus semua fotonya"...


" Yara jangan, "


" nih aku sisain satu foto kebersamaan kita saja". Anita tampak kesal ia menutup wajahnya tampak menangis.


" ya Allah kenapa cinta itu ada hanya untuk menyakiti".


" jangan salahkan perasaan cinta, karena cinta itu bersanding dengan luka".Yara mengusap pundak Anita menenangkan sahabat nya itu.


" Kita keluar yuk makan terus belanja perut ku sudah sangat lapar" Yara keluar dari bioskop bersama Anita.


" aku ke kamar mandi dulu Ra mau cuci muka".


" oke aku tunggu di sini ya jangan lama-lama, cacing dalam perut ku sudah teriak dari tadi".


Anita berjalan menuju ke kamar mandi sekitar 10 menit, saat ia berjalan menuju di mana Yara menunggu Anita bertabrakan dengan seseorang sampai ia terjatuh.


" maaf,,, maaf,,, saya tak sengaja". terlihat seorang cowok tampan ia masih berbicara di handphone nya.


" aduh..." Anita merasa kesakitan.

__ADS_1


" Anita kamu Anita kan teman Tomi dan Hamdan, kita bertemu di saat pesta pernikahan Hamdan ". Niko membantu Anita berdiri.


" maaf aku tak ingat". benar saja ia tak mengingat nya waktu itu Anita masih dalam mode dirinya tak baik-baik saja.


" aku yang menumpahkan minumanmu". jelas Niko.


" nit lama bener yok aku lapar".


" aku boleh gabung kebetulan aku juga belum makan". Yara melihat ke arah Niko ia menunjuk Niko mengingat wajah nya.


" oh ya boleh Ayuk". Anita sebenarnya tak ingin bersama Niko tapi apalah daya Yara mempersilahkan.


Mereka makan dalam meja yang sama, Niko, Yara dan Anita.


" pesanlah apa yang kalian mau, aku yang akan mentraktir nya" Yara tampak senang beda dengan Anita wajahnya tak bersemangat.


" nit kamu mau pesan apa".


" apa aja samakan dengan mu". Yara heboh memilih menu kesukaan nya.


" Anita maaf ya aku tadi benar tidak sengaja, maaf membuat mu jadi sakit".


" iya tidak apa-apa". masih sama ucapannya datar.


" semangat dong nit kita kesini mau senang-senang, jangan tekuk wajahmu". Yara menarik pipi Anita dua-duanya.


" apaan sih Ra, ".


" kita cuma mau keluar aja suntuk di rumah melulu".


Makanan cepat datang mereka bertiga menyantap makanannya,Yara tak tanggung-tanggung memesan makanan kesukaan nya.


" Ra banyak amat kamu pesannya, ini semua makanan kesukaan mu kan".


" husssttt... mumpung gratis".


" astaghfirullah Ra bikin malu aku saja ini namanya pemerasan". Anita tampak kesal dengan Yara, sikap Yara justru malah acuh melahap semua makanan nya.


" Nikmati saja tidak apa-apa, mau nambah juga boleh jangan sungkan aku juga teman kalian". ucap Niko ia melirik ke arah Anita.


" yesssss" ucap Yara.


Hampir satu jam setelah makan mereka berbincang sebentar, niko asyik sekali di ajak bicara iapun bisa sedikit melawak mencairkan suasana. Anita akhirnya bisa tersenyum juga, Niko sangat pandai merubah suasana.


" jangan suka cemberut nanti lekas tua, ya ampun kasihan nanti suamimu gandeng ninik-ninik". Yara tertawa, akhirnya Anita pun tak tahan jadi tertawa.


" iya Anita aku juga tak mau punya sahabat ninik-ninik, kesannya bawel".


" kamu yang bawel itu Ra". Anita tertawa lagi.

__ADS_1


" kalian akan langsung pulang". tanya Niko.


" tidak kami akan berbelanja sejenak". ucap Anita kini dia yang berbicara.


" baiklah aku juga akan cari beberapa baju, aku tak ada pakaian di sini".


" kalau gitu kita jalan bareng ya". Yara langsung menimpali di cubit oleh Anita.


" okey pilihkan untukku aku tak pandai memilih baju". Niko merasa ada lampu hijau, semenjak pertemuan pertamanya di acara Hamdan Niko langsung menaruh hati kepada Anita. Anita itu cantik ia berasal dari keluarga berada ia juga baik.


Setelah Niko membayar semua makanan nya mereka langsung berjalan di pusat perbelanjaan. Niko memilih baju namun bingung itu adalah siasatnya agar Anita memilihkan nya, Yara sibuk sendiri memilih. Anita pun tanpa sadar berjalan berdua dengan Niko memilih pakaian untuk Niko.


" yang ini bagaimana Anita aku pantas tidak" Niko memilih satu kemeja untuk nya.


" jangan itu, tak cocok untuk mu. nah yang ini saja warna ini juga cocok untuk mu". Niko senang semua baju adalah pilihan Anita.


Niko berjalan berdampingan dengan Anita, setelah selesai pilihan Niko giliran Anita ke tempat pakaian wanita. ia memilih tunik celana panjang longgar dan hijab. Anita masih mengingat Hamdan saat berbicara wanita itu perhiasan sebaiknya di tutupi agar tak sembarang orang bisa menyentuh nya.


" Niko sedang apa". deg Anita hafal betul dengan suara itu, Anita berbalik betul ternyata itu Hamdan dengan istrinya.


" wah pengantin baru apa kabar".


" Alhamdulillah aku baik, kok bisa kalian bersama. kalian sudah kenal, hmmm hanya berdua nih".


" tidak-tidak aku bersama Yara juga, tuh dia di sana". Anita menunjuk di mana Yara sedang memilih pakaian nya.


" oh kirain".


" kami tadi tak sengaja bertemu di sini, kenal saat pestamu kemarin".


" hai Zakia bagaimana kabarnya, pengantin baru". Zakia tersenyum, tangannya masih bertautan dengan Hamdan suaminya. Hamdan tak melepas genggaman nya.


" Alhamdulillah kak baik, bagus kak bajunya". Zakia melepas genggaman suaminya kini ia mengobrol dengan Anita memilih lagi pakaian. sedangkan Hamdan mengobrol dengan Niko, Yara masih sibuk mengobrak abrik mall.


" Niko sepertinya..." Hamdan tak melanjutkan kata-katanya.


" doakan saja "..


" yah pasti itu bro, dia baik kok aku mengenalnya ia sahabat kami".


" aku lagi coba dekati dulu".


" aku mendukungmu semoga kalian berjodoh"


" aamiin".


Zakia bergantian memilih gamis dan Anita ikut memilih kan. Zakia suka dengan semua pilihan Anita, Zakia memberi tau dulu kepada Hamdan cocok atau tidaknya. Hamdan mengangguk ssmua pilihan Anita tepat.


_____

__ADS_1


bersambung


.


__ADS_2