
Perbincangan ringan maupun berat tak ada yang mereka lewatkan. Hanya Hamdan orang yang tenang dari dulu ia tak pernah membicarakan masalah pribadinya dengan siapapun ketika dirinya menikah di usia masih di bilang muda membuat semuanya terkejut. Pernikahannya dengan Zakia mbuat banyak orang jadi syok, kaget.
" jadi ke Australia hamdan". tanya Niko sembari menyeruput kopinya.
" insyaAlloh lusa aku berangkat bro" jawab Hamdan ia melihat handphone ada pesan masuk dari Zidan jika semua urusan pekerjaan sudah beres.
" jadi sendirian tak bersama Mr Jack"
" iya Mr Jack tak bisa pergi istrinya hamil"
" mau berapa hari di sana".
" tak akan lama tiga hari saja, aku bisa pulang saat semua selesai. Mr Jack meminjamkan pesawat pribadinya". jelas Hamdan ia menatap layar ponselnya.
" wah kamu yang jadi pilotnya" tanya Aris penasaran.
" jika bisa pasti aku bawa sendiri, di pinjami sekalian pilotnya Aris....". Hamdan terkekeh.
" kirain, aku pikir kapan kamu belajar"
" pernah dulu itu, dalam mimpi" suara tawa membuat suasana jadi ramai, padahal bang jali sudah habis satenya ia akan pulang. tapi empat sekawan itu masih asyik mengobrol, Aris yang tau jika bang jali sudah selesai beberes ia pamit untuk pulang. keempat sekawan itu sudah siap akan pulang. waktu juga sudah menunjukkan pukul satu malam, tanpa mereka sadari dari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka. meskipun pembicaraan receh tapi yang namanya musuh akan mencari celah.
__ADS_1
Alex saat itu akan makan juga di warung sate bang jali namun ketika ia melihat motor milik Tomi, Alex hanya berhenti agak jauh dia diam-diam mendekat kan telinganya agar mendengar semua obrolan. Alex tersenyum smirk saat tau jika Hamdan akan pergi ke Australia lusa. pastilah ada rencana yang akan di susun oleh Alex jika ia benar-benar akan menghancurkan Hamdan.
orang baik saja punya musuh bagaimana dengan orang yang tidak baik, dunia ini memang jika hati sudah mati kebaikan yang telah di terimanya tak akan berpengaruh pada dirinya.
Alex segera pergi sebelum empat sekawan itu keluar dari warung bang jali, cukup informasi yang ia dapatkan kali ini.
' lihat saja apa yang akan aku lakukan, jika kamu tak bisa ku sentuh orang yang kamu sayangi akan menjadi sasaran ku' batin alex melajukan motornya dengan kencang.
" aku balik dulu ya bro" ucap Hamdan ia kini melajukan motornya di ikuti Tomi, Aris juga Niko.
Hamdan langsung masuk ke kamar ia melihat kia masih tertidur pulas, padahal biasanya jam berapa pun hamdan pulang kia selalu bangun namun semenjak hamil kia tidurnya pulas. selimut yang sudah menurun Hamdan benahi kembali malam itu cukup dingin, Hamdan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu kembali ke ranjang dan tidur.
***
" ma, bah, besok Hamdan mau berangkat ke Australia. Zakia biar di rumah Abi dulu ya ma, kalau di sana ada Zidan yang bisa mengantar kia juga Hamdan akan lebih tenang". sembari menyendokkan nasi ke mulutnya, zakia juga berada di situ namun ia diam tak enak dengan umma. bukannya tak nyaman namun kia sedang hamil dan dalam masa morning sicknes tak enak jika ia akan merepotkan mertuanya. hamdan juga lebih setuju jika kia ada dalam pengawasan zidan, dan jika kia menginginkan sesuatu akan lebih leluasa minta dengan uminya.
" iya tak apa sayang, di manapun kamu berada umma tak apa. tapi jika hamdan pulang langsung ke rumah Abah ya". kia tersenyum mertuanya sangat menyayangi nya juga pengertian terhadap nya.
" terimakasih umma" ucap kia, Hamdan mengusap kepala istrinya itu.
" makan yang banyak supaya sehat ibu dan cucu umma nanti, jangan malas makan jika kamu ingin sesuatu langsung minta ya jangan di tahan." umma menambahkan lauk ke piring zakia, semenjak kia hamil dan mengalami morning sicknes tubuhnya sedikit kurus. itu biasa terjadi bagi ibu hamil juga menyusui.
__ADS_1
" iya umma" namun kia tak bisa menerima makanan banyak di perutnya ia langsung pergi ke kamar mandi dan muntah lagi, Hamdan menyusul memijat tengkuk leher kia. umma pun ke dapur untuk membawa minuman hangat agar berkurang rasa mual dalam perutnya.
" sayang jangan di paksakan makan banyak, ingat nasehat kak almira kemarin. makan sedikit tapi sering yang penting perut tak kosong. lihat badanmu makin kurus, makin tak hangat mas peluknya". umma yang membawakan minuman hangat menjewer telinga Hamdan, Hamdan nyengir saja.
" kamu itu mikirin dirimu sendiri saja, kia sedang berjuang demi anak kalian. itu tak mudah Hamdan untuk para calon ibu, ini masih hamil belum lagi jika nanti melahirkan. nyawa taruhannya jadi jangan macam-macam sama perempuan. ingat kan surgamu ada di mana". terang umma mengingatkan anaknya, meski sikap nya tenang jika di luar rumah namun akan absurd jika di rumah.
" iya ma Hamdan minta maaf, " hamdan memeluk umma nya, seperti itulah kebiasaan Hamdan jika mengecewakan orang tuanya langsung memeluk umma. yang namanya orang tua hilang sudah kemarahan nya jika anaknya sudah merayu.
" di minum dulu sayang air hangat nya supaya mual nya berkurang". umma membantu kia untuk minum.
" mau istirahat saja apa nekat mau ke kampus sayang". tanya Hamdan sembari mengusap perut kia.
" sebentar lagi juga reda mas, kia mau ke kampus".
" jika memang tak kuat jangan di paksakan nak, ambil cuti saja dulu tak apa". umma tak tega melihat kia yang terus muntah setiap pagi.
" ngga ma, kia mau cepat selesai kuliah nya".
" Hamdan sudah meminta kia cuti ma tapi kia tak mau dia pengen cepet selesai. tinggal dua semester juga". kia tersenyum Hamdan orangnya tak memaksakan kehendak.
" ya sudah yang penting kamu jaga kesehatan ya kia, bawa bekal ke kampus makanlah sedikit-sedikit. jika makan nasi berat kamu bawa buah saja yang penting perut jangan sampai kosong agar tak mual". umma menyiapkan biskuit dan buah agar di bawa kia ke kampus untuk bekal. kia masih lemah bersandar di kursi. Hamdan masih terus mengusap perut kia, begitu katanya usapan tangan suami bisa meredakan mual istri nya yang hamil. ( mitos apa fakta pembaca ).
__ADS_1
bersambung
tinggalkan jejak ya kak, ini hari Senin jangan lupa vote.