
Setelah shalat subuh kia sudah sibuk di dapur membantu bibik memasak membuat sarapan, itu adalah kemauan kia sendiri ia senang bisa menghidangkan suaminya makanan dari tangannya sendiri. Hamdan pun menyukainya masakan kia enak ia pandai memasak, kia terbiasa dulu saat bersama uminya. mereka tak ada pembantu semenjak orang tuanya bangkrut jadi semuanya di kerjakan sendiri. hikmahnya jadi kia bisa masak.
" sayang biar diselesaikan bibik kita harus berangkat pagi nanti Abah dan umma menyusul".
" Ini masih pagi sekali mas".
" kita harus mandi dan juga berdandan sampai sana kita ambil foto dulu, kalau fotonya setelah acara nanti banyak yang lusuh." kia mengangguk ia naik ke atas bersama Zidan masakan di selesaikan oleh bibi.
Sempurna laki-laki nya sangat tampan dan wanitanya cantik sekali meskipun di balut dengan cadar. Hamdan kagum melihat istrinya meski kebaya yang berbentuk gamis modern yang longgar pas di tubuh kia yang tinggi. seperti biasa Hamdan tak melewatkan momennya bersama istrinya di pagi hari.
" mas katanya mau berangkat pagi keburu siang". kia terkekeh geli Hamdan selalu membuat nya acak,-acakan lagi.
" mas tak bisa meninggalkan momen seperti ini sayang, tak apalah coba sedikit". Hamdan terus saja membuat kia tak berkutik.
Kia merapikan kembali bajunya memakai jilbab dan cadarnya, mereka turun berdua betul-betul pasangan serasi. Banyak yang iri melihat pasangan baru ini apalagi dengan status Hamdan yang terkenal di kalangan bisnis.
Zidan sudah siap menunggu di depan akan mengantarkan adik dan iparnya itu, sebenarnya Hamdan tak ingin karena di kantor tak terlalu sibuk Zidan menawarkan diri untuk mengantar mereka terlebih dahulu. ini masih sangat pagi setelah nya Zidan bisa ke kantor.
" silahkan raja dan tuan putri". kia cekikikan melihat kakaknya, seperti di film Cinderella memperlakukan tuan putri untuk naik tandu.
" terimakasih pengawal". hamdan menjawabnya membuat Hamdan cemberut.
__ADS_1
" kok pengawal sih".
" la terus apa kakak ipar".
" nah itu lebih sopan". Hamdan mencebik meski sekarang Zidan adalah kakak iparnya tak ada ketercanggungan antara mereka.
mobil melaju dengan kecepatan sedang untuk sampai ke kampus, di sana ternyata benar sudah ada Aris yang mencarikan tempat paling depan. di susul dengan sahabat nya yang lain mereka datang untuk hari bersejarah ini. Sebelum turun Hamdan membenarkan jilbab dan cadar istrinya yang tampak sedikit miring. Menjadi pusat perhatian untuk yang lain, jelas seorang pengusaha muda idola kampus datang menggandeng istrinya wanita bercadar sebagian ada yang tau jika kia adalah mahasiswa di kampus itu banyak juga yang tak tau. Banyak yang terkagum dulu menjadi misteri tentang sosok siapa yang akan Hamdan jadikan pasangan, mereka mengira adalah Anita karena Anita sangat cantik di banding yang lainnya namun Hamdan sama sekali tidak tertarik dengan kecantikan Anita hatinya tak bergetar saat berada di sampingnya.
Acara wisuda di gelar satu persatu nama di panggil kini giliran mahasiswa terbaik di kampus yang memperoleh nilai tertinggi. Semua dag dig dug mereka penasaran siapa yang akan di nobatkan menjadi mahasiswa terbaik tahun ini. Hamdan menggenggam tangan Zakia begitu erat di usapnya lengan sang suami agar terlihat tenang. para orang tua yang ikut hadir pun jadi tegang, profesor Gunawan membacakan peraih hasil terbaik.
" dan peraih hasil terbaik mahasiswa terbaik di tahun ini adalah Hamdan Prayoga". riuh tepuk tangan meriah, Hamdan langsung memeluk istrinya dan mencium kepala Zakia. air mata kia pun luruh air mata kebahagiaan. Hamdan maju ke atas panggung para sahabatnya pun ikut senang dengan keberhasilan Hamdan, riuh para mahasiswa terdengar.
" Silahkan nak Hamdan". Hamdan mengangguk.
" Hamdan tak melupakan kita ya". ucap Aris senang ia makin kencang bertepuk tangan sangat kencang kala Hamdan menunjuk pada para sahabatnya.
Acara wisuda bergulir selesai semua melaksanakan proses dengan lancar. Di akhir acara ada suara orang yang bernyanyi mempersembahkan lagu.
Sosok laki-laki yang sangat tampan semua mata melihat dan terkagum. Ia menyanyikan lagu yang berjudul izinkan aku menghalalkan mu, belum ada yang tau lagu itu di persembahkan untuk siapa. Yara bertepuk tangan Sangat kencang, Anita malu saat tau bahwa itu Niko.
" ya Allah kenapa dia sampai senekat itu". ucap Anita kepada Yara yang masih menikmati alunan lagu yang di persembahkan Niko.
__ADS_1
" itu artinya dia sangat serius padamu nit, perjuangannya tak kaleng-kaleng. romantis banget Nita ". Anita gusar, Niko masih terus menyanyikan lagu hingga selesai. mahasiswa sangat kagum dengan sosok Niko yang sangat tampan dengan setelan tuxedo nya. tepuk tangan terus meriah, Niko mendekat kepada Anita untuk memberikan bunga. jujur Anita mukanya merah merona seperti kepiting rebus. tepuk tangan makin meriah lagi Niko berjongkok mengambil cincin yang sudah ia bawa di kantong jasnya. Dengan gugup dan keringat dingin ia mencoba untuk berani tetap maju, urusan diterima atau di tolak belakangan.
" Will you marry me" semua bersorak keras.
" terima...terima...terima..." mereka serempak.
Anita tersenyum ia sangat mengagumi keberanian Niko sampai di acara wisuda yang di penuhi dengan banyak mahasiswa hingga dosen ia berani melamar nya. Anita tak kunjung mengeluarkan suara ia masih terus menatap Niko, Niko sudah gugup tak karuan keringat nya sudah meneetes sebesar jagung rebus. Mahasiswa terdiam semua menunggu jawaban Anita, Niko terlihat sangat tampan dan berkharisma.
" Anita ayo jawab". Yara mencoba menyadarkan Anita menggoyangkan badannya.
" Will you marry me". sekali lagi kata itu terucap dari bibir Niko. Anita berdiri menoleh ke belakang di mana di sana ada papa dan mamanya, papa dan mama mengangguk mengiyakan. Spontan Anita langsung mengangguk, Aris berteriak kencang ia maju ke depan dan Niko langsung melakukan sujud syukur di situ juga. Kembali tepuk tangan riuh, membuat banyak para mahasiswi iri. Niko kemudian memasangkan cincin di jari manis Anita.
Niko berjuang lebih cepat sebelum ia melamar Anita Niko sudah menemui orang tua terlebih dahulu untuk melamar, orang tua Anita pasrah kepada anaknya karena yang akan menjalani adalah Anita.
Tomi dan Aris maju mereka bernyanyi di depan acara begitu meriah, semua bersorak senang. Hamdan lega melihat sahabat nya yang akan menikah setelah dia. Melakukan sesi foto bersama keluarga tercinta, para orang tua datang.
" mana menantu buat ibu tom". Tomi tepok jidat ia langsung menarik Yara.
" kenalin Bu ini Yara cantik kan ". seketika ibunya senang Yara hanya melotot rasanya ia ingin mengubur hidup-hidup Tomi. ibu Tomi memeluk Yara, Yara hanya diam saja tak enak juga ia mengecewakan orang tua Tomi.
_____
__ADS_1
bersambung