MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
pantai


__ADS_3

Hembusan angin di sore hari terasa begitu sejuk, sesejuk hatiku yang telah memilikimu selamanya. Akan selalu ku jaga hingga sisa hidup ku, dia yang selalu membuatku nyaman hingga raga ini bisa memilikinya seutuhnya.


Setelah dari kafe mereka semua menuju ke pantai dekat kota, benar-benar merayakan hari kelulusan. Setelah itu entah kapan lagi mereka akan seperti ini, Hamdan bersama Zakia tak ketinggalan Zidan dan Kiran mengikuti bos besarnya.


" kamu tau sayang kenapa hati ini memilihmu" kata Hamdan sembari mereka menyusuri tepi pantai berjalan bergandengan tangan.


" kia tak tau mas yang mengkhitbah kia bukan mas tapi umma". kia tertawa kecil.


" andai dulu aku tau kamu bukanlah istri zidan melainkan adiknya tak akan ku biarkan kamu pun lepas dari ku tapi benar kata jodoh itu kita pasti akan di pertemukan dengan caraNya". ucap Hamdan makin mengeratkan jemarinya.


" kia pun taunya mas sudah mengetahui apa yang umma lakukan saat itu, aku menerima karena dalam hati ini sudah ada sejak sekian lama". Hamdan tersenyum ia berhenti berjalan dan meraih tangan kia yang sebelah lagi mereka berhadapan.


" aku mencintaimu Zakia di tempat hamparan yang luas ini, ombak menjadi saksinya jadilah istriku menemaniku seumur hidupku". kia tersenyum ia terharu, Hamdan tak ingat jika masih ada teman-temannya di sana Hamdan mencium tangan Zakia kemudian kening.


" Hoy ada orang hoy... jangan di sini kalau mau mesraan" teriak Aris yang melihat mereka padahal semuanya juga melihat dan mendengarkan karena mereka membuntuti Hamdan dan Zakia.


Hamdan dan kia baru ingat kalau ada teman-temannya mereka tertawa justru Hamdan malah memeluk kia sangat mesra membuat semuanya makin meradang. Niko menelan ludah ia tak sengaja menarik jemari Anita, ada Tomi yang melihatnya kemudian memukul tangan Niko.


" belum halal tak boleh, jangan nakal kakak Niko". Niko pun mengaduh.


" maaf, so sweet banget mereka jadi pengen cepet-cepet halalin kamu sayang".


" beh... udah berani panggil sayang". Niko cengengesan, Anita terkekeh.


" maaf kawan iklan sebentar ya, biar kalian juga cepat menikah kalau sudah halal tak ada yang marahin meski ada kakaknya sekalipun". Zidan mencebik ia yang sedang berjalan dengan Kiran.


" Iyah dunia bagaikan milik kalian berdua yang lain ngontrak". kia dan Hamdan tertawa.


" ha... kenapa harus ngontrak aku kasih gratis". semuanya tertawa terlihat kebahagiaan yang ada.


" mas kia malu"


" tak apa sayang kita udah halal, mas suka buat mereka iri ". kia terkekeh lagi.


" Kiran kamu tau kenapa laut ini di ciptakan luas"


" supaya kita bebas lepas bermain di laut"


" bukan, kalau sempit itu bukan laut tapi hati karena hanya bisa diisi dengan satu nama yaitu namamu". Kiran cekikikan mendengar Zaidan ngegombal.


" tau ngga semenjak aku mengenalmu rasanya aku ingin belajar terus" ucap Hamdan.


" belajar apa kak"


" belajar jadi yang terbaik buatmu". Kiran terkekeh lagi mendengar bualan Zidan.


" kalau senyum gitu kamu cantik"


" namanya juga perempuan kak masa' aku tampan " kiran terkekeh lagi.

__ADS_1


" kamu bersinar paling terang di malam bulan yang paling terang dan kamu bersinar di siang matahari saat tak berawan".


" udah ah kak ngegombal terus". Zidan terkekeh ia melanjutkan perjalanan nya dan Zidan terkena cipratan dari Hamdan yang sedang bermain air laut bersama kia.


" aduh basah dong, kalian ini" Zidan akhirnya membalas menyiratkan air ke dua pasangan itu Hamdan membalas bersama kia dan mengenai Kiran akhirnya mereka bahagia bermain air bersama.


" kak Zidan kenapa menangis" terlihat Zidan menghapus air matanya di saat duduk di tepi pantai Kiran melihatnya.


" aku bahagia melihat adikku sekarang bahagia, Hamdan adalah laki-laki yang cocok untuknya aku sangat bersyukur".


" iya kak aku juga bahagia melihat kak Hamdan bahagia, kak Hamdan sangat mencintai kak kia".


" Semoga cinta ku pun cepat terbalas tidak bertepuk sebelah tangan"


" aamiin" Kiran tak tau doa itu di tujukan untuk nya.


" Yara sinian kenapa jangan jauh-jauh"


" isshhh.... tom diem aku lagi nikmati pantai yang luas ini" ucap Yara ia sedang menghirup udara segar nya.


" sinian " Tomi menarik Yara supaya mendekat.


" apaan sih kamu ini tom"


" aku mau nembak kamu"


" Yara aku mencintaimu, tapi aku belum mau menikahi mu masih cari modal". Tomi nyengir.


" ye... gitu berani nembak, punya modal dulu baru datang kerumah orang tua ku".


" terima ya"


" ngga..." Yara melotot.


" Ra di terima dong aku udah siapkan kata-kata terbaik Lo itu"


" iiss ngga romantis"


" Ra aku serius"


" aku dua rius, udah ah aku mau main air sama Anita"


" yah gagal nasib kalau belum punya modal gini, aku tak berani khitbah dia. ya Allah semoga Yara mau menunggu ku punya modal" gumam Tomi


" aamiin". terdengar oleh Zidan, Zidan pun mengaminkan.


" terimakasih sobat". Tomi nyengir.


" kita semua adalah sahabat selamanya". Aris berteriak di tepi pantai semua berada menghadap pantai.

__ADS_1


" mas kia mau kelapa muda itu"


" okey tunggu di sini sayang mas belikan" Hamdan berlari ke arah di mana kelapa muda itu di jual.


" mau dua ya pak"


" iya, istrinya hamil ya mas" deg Hamdan tak berfikir sampai sejauh itu ia masih menikmati masa pacarannya.


" insyaAlloh pak doain ya".


" aaminn semoga nanti anaknya menjadi anak yang salih saliha"


" aamiin terimakasih ya pak".


" sama-sama mas".


Hamdan berjalan menemui kia sambil berfikir, cuma pingin minum kelapa muda masa di bilang hamil sih. Hamdan pun senyum-senyum jika memang iya akan sangat bahagia apalagi abah dan umma.


" sayang kamu ngga mual".


" ngga mas, kenapa mual kia cuma haus pingin kelapa muda aja".


" oh ngga papa takutnya sakit" .


" kepala mudanya seger sekali mas"


" iya enak ini sesegar hatiku selalu bersamamu" kia terkekeh.


" gombal..." ucap Zidan saat berjalan di sampingnya ia juga membawa kelapa muda bersama Kiran.


" ganggu aja kakak ipar"


" biar tak ada setan "


" kakak ipar yang harus di waspadai bukan aku" Zidan tertawa


" maksudku begitu" Kiran ikut tertawa ia tak maksud dengan ucapan dua laki-laki dewasa itu.


" Nanti mau bikin resepsi seperti apa sayang". ucap Niko saat ia duduk juga di pinggir pantai mengikuti yang lain.


" Terserah papa mas, kalau Anita maunya sederhana saja tapi taukan papa dan mama punya banyak keluarga, teman juga kolega bisnis aku tak mau berdebat soal ini biarkan mereka yang mengatur".


" Iyah betul kebahagiaan mereka itu saat melihat anaknya juga bahagia bisa menikah". Anita mengangguk.


Hingga sore hari mereka di sana dan beranjak pulang karena betul-betul sudah kelelahan.


_____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2