
Semua menunggu Hamdan kecuali Aris dan Yara yang Niko usir supaya cepat pulang, Niko kasihan dengan Aris terus saja menelan ludan melihat istrinya. Aulia memang cantik senyumnya manis ada sedikit lesung pipi. Aris pulang dengan memakai mobil Zidan esok pagi ia akan ke datang ke rumah sakit. si sepanjang jalan Aris senyum-senyum ia sesekali menengok ke arah istri nya.
" nyetirnya yang fokus dong kak gelap halamannya" Aris terkekeh ternyata istri nya sejak tadi juga memperhatikan nya.
" iya sayang maaf kakak sekarang fokus". Mereka pulang ke rumah Aulia karena memang sebelum ke rumah sakit keduanya di resmikan di rumah Aulia.
" Alhamdulillah akhirnya kalian pulang, ". mama yang langsung menyambut anak dan menantunya itu.
" iya ma kak Hamdan sudah baikan dan di sana banyak yang menunggu". Aris menyalami tangan mertuanya dengan takzim.
" temui nenek dulu dari tadi ia menanyakan kalian, jangan katakan apapun ya." mereka berdua mengangguk berlalu menuju kamar neneknya.
" nek ini Aulia dan mas Aris". Aulia langsung duduk di samping ranjang neneknya dan Aris berdiri di belakang Aulia.
" dari mana saja kalian sejak pernikahan belum menemui nenek, sibuk bikin cicit buat nenek sampai lupa sama nenek".
" liat aja belum nek". Aulia sontak memukul Aris.
" mas..." Aris terkekeh.
" maaf ya nek kami sibuk ikut ngeberesin rumah, sibuk membuka kado-kado yang banyak". nenek tersenyum.
" Aulia Aris ini ambillah semuanya milik kalian, nenek hanya ingin menyampaikan wasiat kakekmu jika ini akan diberikan untuk mu cucunya". Aulia dan Aris membuka kotak kecil yang di berikan nenek. terdapat kunci rumah dan seperti kunci lemari Karena yang satunya kecil.
" ini apa nek". Aulia saling pandang dengan Aris.
" ini kunci rumah dan ini kunci lemari di dalamnya ada semua aset nenek kakek menginginkan ini semua untuk mu".
" Aulia ngga ngerti nek".
" bukalah lemari itu" .nenek menunjuk lemari yang sudah nampak tua. Aulia dan Aris berjalan menuju lemari cukup terkejut ada banyak perhiasan juga ada sertifikat rumah dan perusahaan.
__ADS_1
" nek ini apa". tanya Aulia nampak terkejut.
" itu punya nenek untuk mu semua, jagalah rumah ini juga kelolalah perusahaan kakekmu. sekarang kamu sudah saatnya mengelolanya dengan suamimu". Aris pun terkejut ternyata Aulia seseorang yang kaya hanya saja kehidupan nya nampak sederhana.
" Aris nenek minta jagalah Aulia sayangi dia. nenek titip Aulia ya"
" iya nek Aris akan jaga Aulia selalu"
" ya sudah hanya itu saja yang ingin nenek sampaikan pada kalian, kini nenek sudah tenag. sekarang kalian berdua istirahat lah". pinta nenek. mereka pamit naik ke atas menuju kamar Aulia. Aris memandang semua sudut kamar, ruangan yang luas ada foto Aulia yang sedang tersenyum manis.
" sayang ada Hadiah ini dari anita". Aulia langsung menerima hadiah itu.
" apa ini kak".
" kakak juga ngga tau buka aja ". ucap Aris ia sedang melepas bajunya untuk berganti pakaian santai. Aulia membelalakkan mata terkejut lingerie warna merah mencolok membuat yang liat pun langsung bergairah.
" kak ini..." di ambilnya dari tangan Aulia, Aris malah terkekeh.
" ini Aulia pakai kak, sekarang" . Aulia ragu lingerie yang tak masuk akal dengan belahan dada yang menohok.
" iya pakaj sekarang kakak tunggu cepat ganti". Aulia berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi, meskipun ia berhijab belum lama tapi malu juga dengan pakaian begitu meski Aris sudah sah menjadi suaminya.
" sayang kenapa lama". Aris memanggil Aulia yang tak keluar dari tadi hampir satu jam. Aulia keluar ia malu- malu di depan pintu kamar mandi ia tak berani melangkah. Aris yang mengetahui jika pintu kamar mandi di buka langsung menoleh ke arah Aulia.
" kak Aulia malu, bajunya tak ada akhlak". Aris terkekeh ada-ada aja istrinya itu bikin gemas saja.
" kamu cantik sayang, kesini tak apa. ayo cepat sayang ingat pahala menyenangkan suami bikin suamimu kenyang di rumah". Aulia tau apa yang di maksud Aris ia dengan perlahan jalan menuju ranjang nemuin suaminya. Perlahan Aris memandang Aulia sekujur tubuh istrinya yang ternyata memang sempurna putih mulus ia tak berkedip.
" kakak jangan gitu liatnya Aulia jadi malu". Aris melepas ikatan rambut Aulia, rambut yang panjang dan hitam tergerai baunya juga masih wangi meski seharian pakai jilbab.
" satu pandangan mata untuk mu itu pahala dek". rayuan maut Aris membawa Aulia terus terbang melayang. pelan-pelan dan terjadilah malam pertama antara Aris dan Aulia akhirnya mereka kesampaian juga malam pertama ya pembaca wkwkwk.
__ADS_1
***
dari hasil kesepakatan tadi mereka mengatakan nya kepada Hamdan jika rencana yang di katakan Riko berharap Hamdan menyetujui. Semua berkumpul cuma Aris saja yang tak ia bebani dengan pikiran ini, mereka membiarkan Aris pulang dengan Aulia supaya Aris tak penasaran dengan yang katanya kebanyakan orang malam pertama itu indah.
" bagaimana Hamdan rencana ini kemungkinan besar akan berhasil, sampai kita tak bisa menangkap Alex. tak ada bukti yang kuat, penjahat tak mau membuka suaranya juga". ucap Tomi, Rendi sudah mengatakannya panjang lebar
" aku ingin hidup kalian tenag tanpa adanya ancaman seperti ini Hamdan. Kamu tau bagaimana aku melihat mu tertembak, apalagi sampai melihat adikku menangis seperti ini. Diriku pun rasanya hancur Hamdan, ". Zidan tak mau menyembunyikan kekhawatirannya.
" kita harus berbohong tom kematian ku bagaimana nanti para masyarakat dengan adanya berita bohong".
" tak usah pikirkan netizen dulu yang penting sekarang keselamatan kalian. mereka pandai pasti akan menilai mana yang menurut mereka baik." ucap Rendi kemudian ia tau kekhawatiran Hamdan, Hamdan adalah pabrik figur CEO terkenal dan di kenal religius oleh semua nya.
" berbohong demi kebaikan kata pak kiyai itu boleh kan," sambung Niko.
" baiklah apa yang menurut kalian baik aku setuju asal tidak melukai kalian juga yang terpenting berikan keamanan yang lebih, aku tak ingin terjadi sesuatu dengan istri ku". Hamdan langsung memegang jemari istri nya yang tak pernah jauh darinya.
" iya kami aparat akan mengerahkan keamanan saat proses di makam, karena di situ mereka pasti akan melihat nyata pemakaman mu ini". dengan mengucap bismillah mereka semua setuju dan siap melaksanakan aksi.
" tinggal kita minta izin dengan aparat keamanan minta pengawalan dari mereka". ucapa Tomi.
" kita kerahkan semua nya pada Rendi soal keamanan". ucap Zidan.
" oke siap kita akan beraksi kawan siap-siap saja". Rendi rindu dengan sahabat nya itu untuk bersama-sama mengerjakan pekerjaan menantang.
" kapan kamu di perbolehkan pulang Hamdan, sepertinya kamu harus sehat dulu baru bisa kita bisa melaksanakan aksi, aku khawatir sama kamu"
" aku sudah mendingan mungkin luka bagian dalam yang masih basah. besok kita tanya sama kak Azzam dulu". semua mengangguk mengiyakan, di lanjutkan dengan ngobrol bincang asyik hingga pukul 10.
__$
bersambung
__ADS_1