
" mungkin karena baru mengenalku beberapa waktu saja jadi Anita belum bisa mengambil keputusan, aku tidak akan menyerah seperti apa yang kamu bilang". ucap Niko ia tak ingin Hamdan menyudutkan Anita karena Niko tau orang yang di cintai Anita adalah Hamdan.
" ya memang betul semuanya butuh proses, jodoh tak akan kemana yang penting tetap ikhtiar. Apa rencana mu selanjutnya apa kau mau balik ke Amerika". tanya Hamdan.
" papa menyuruhku pulang ke Indonesia agar aku mengurus perusahaan papa, kamu tau sendiri kan papa sudah tua".
" baguslah memang itu seharusnya yang di lakukan anak membalas Budi orang tua. hayuk makan lagi ini buatan istri Lo, masih ada kan sayang di dalam".
" iya mas masih ada banyak".
" Alhamdulillah". ucap Aris makin asyik melahap kue nya membuat Tomi geleng-geleng.
" kia jangan kaget ya dengan geng kami apalagi dia itu yang suka makan". ucap Tomi menunjuk ke arah Aris.
" tak apa kak selagi ada yang di makan". ucap kia sambil terkekeh.
" Hamdan no...." Aris mencoba memperingati Hamdan kala Hamdan memegang jemari istrinya.
" apaan sih lu ris ngiri aja".
" gue masih pengen lama jadi bujangan jangan racuni kepala gue". ucap Aris ia tetap tak henti memakan kue nya.
" ya udah tak apa kalau mau ngebujang sendiri aku mah ogah, aku akan cepat nikah jika nanti modalku sudah cukup". sela Tomi mengingat kan Aris. kemana-mana Aris memang selalu ngebuntut sama Tomi.
" jangan lupa besok kita datangnya pagian ya biar dapet tempat duduk paling depan, aku mau hal bersejarah dalam hidupku di abadikan". ucap Tomi.
" yang penting yang datang duluan langsung amankan tempat untuk kita ya". ucap Yara masih asyik dengan handphone nya sejak tadi ia membalas pesan entah dari siapa.
" oke siap yang datang duluan dapat gratis traktir". kata Aris.
" baiklah tapi jangan ditanya ya kalau aku datang terlambat, aku bawa istri".
" iya tau ngga perlu di jelaskan". terkekeh mendengar Aris tak ingin telinganya ternodai.
Hampir jam 11 malam Niko tak enak bawa gadis orang keluar rumah, apalagi dua gadis pula. Niko akan mengantar Yara terlebih dahulu baru Anita, ada hal yang ingin ia bicarakan dengan Anita.
__ADS_1
" bro aku antar mereka dulu ya tak enak bawa perawan orang jam segini belum pulang". ucap Niko bergegas ingin pergi.
" aku pamit ya kita bertemu besok". ucap Anita ia memeluk kia salam perpisahan. entah apa yang dirasakan Anita merasa damai saat memeluk kia, ia mengikhlaskan Hamdan demi kia. Anita tau jika kia memang benar-benar cocok untuk Hamdan saliha dan sangat baik hati.
Yang lainnya hanya mengacungkan jempol tanda setuju jika Yara dan Anita akan pulang.
" Niko antar aku duluan ya, ngantuk banget mata aku udahan". Yara pura-pura menguap padahal mata nya masih bening.
" oke siap, Anita kita antar Yara dulu ya". Anita hanya mengangguk saja.
Sampai di rumah Yara langsung turun dari mobil Niko ia langsung berpamitan dengan Anita dan Niko. Yara memberi kesempatan agar Niko bisa bersama Anita, Yara ingin Anita bisa melupakan hamdan dengan adanya Niko.
" nit apa yang membuatmu tak yakin menerimaku, aku tak akan main-main kita sudah dewasa tak mungkin hubungan ini akan ku bawa untuk main-main saja".
" entahlah aku juga bingung takut kamu akan kecewa dengan ku saja Niko, maaf". ucap Nita ia tak ingin menoleh ke arah Niko yang sedang menyetir. karena Anita tau jika Niko orang baik ia tak mau menyakiti nya, masih ada tumpukan cinta nya untuk Hamdan.
" aku akan terima nit, aku akan menemanimu melupakan rasa sakit hatimu".
" memangnya apa yang kamu ketahui tentang ku"
" aku tau semuanya sebelum aku memutuskan untuk mengkhitbah mu aku sudah tau siapa dirimu orang tuamu tentangmu, bahkan kisah hatimu yang kini masih tergores. Percayalah padaku aku yang akan menyembuhkan luka di hatimu. aku yang akan mengobati, memberimu obat bius, memberi infus juga perban akan ku lakukan sendiri."
" ya ampun Niko emang aku habis kecelakaan ha..." Anita tertawa nikopun ikut tertawa.
" aku tak pandai merangkai kata untuk merayu wanita, tapi aku senang bisa membuatmu tertawa nit."
" lagian tak bisa ngegombal kenapa kamu coba gombalin aku jadi terdengar lucu kan perut ku sampai sakit tertawa". Anita masih tertawa.
" Cintamu hanya bertepuk sebelah tangan aku tau itu dan Hamdan adalah orang nya kan yang membuatmu terpuruk beberapa hari ini".
" nik..." Niko memutus ucapan Anita.
" tak perlu di sesali cinta itu anugerah, beruntung kita masih bisa merasakan cinta yang kadang bisa membuat kita gila. tapi apalah daya jika memang bukan jodoh kita sekuat apapun kita bertahan dan meraih nya pasti ia akan pergi bersama jodohnya. aku yakin kamu pasti mengimaninya". Anita menutup wajahnya iapun menangis.
" sulit nik aku belum bisa". Anita berucap sambil terisak.
__ADS_1
" jika kamu membuka hatimu untuk yang lain dan memohon pertolongan Allah tak ada yang tak mungkin pasti bisa. menangis lah sekarang sepuasmu supaya kamu lega, bangunlah nanti malam di sepertiga malam adukan semuanya pada Allah dan jangan lupa istikarah untuk ku". sudah tidak terdengar lagi isak tangis Anita, Niko kemudian melajukan mobilnya untuk mengantar Anita sampai rumah.
" Cukup di sini saja nik tak perlu kau ikut masuk papa mama pasti juga sudah tidur, terimakasih sudah mengantar aku nik". Niko melihat Anita hingga ia masuk rumah memastikan jika Anita aman baik-baik saja.
Niko melajukan mobilnya sedikit kencang kembali ke rumah Hamdan lagi. masih ada mereka betiga namun Zakia sudah masuk ke dalam beristirahat.
" Niko kamu beneran serius sama Anita, dia sahabat ku aku tak ingin siapapun menyakiti nya termasuk kamu". ucap Tomi sedikit tegas.
" kamu kan kenal aku pasti taulah bagaimana aku ini, aku bener-bener serius dengan Anita aku mau melamar besok di acara wisuda kalian bantu aku ya". membuat ketiga nya bengong Niko bener-bener ngebet kayak ayam mau bertelur saja.
" siapa tau setelah sekian lama kamu di Amerika kamu sakit syaraf lupa sama norma agamamu"
" ya ampun tak semua orang begitu Hamdan saja percaya dengan ku, boleh kalian tanya sama kakak keponakan ku dr Azzam".
" nekat amat Luh nik, nanti kalau di tolak bagaimana banyak orang kali di acara wisuda. pasti kami malu setengah mati, cuma takut aja kamu loncat dari gedung kampus". ucap Aris sedikit khawatir.
" aku tak gila ris emangnya kamu patah hati berbulan-bulan nangis, kayak bukan laki". Niko mengingatkan Aris saat Aris di tolak sama orang yang ia suka.
" lagian Aris ketinggian juga levelnya, ".
" ya ampun aku udah ngukur diri tau, kekayaan okelah masih bisa aku ngasih dia makan, pendidikan aku kuliah. terus apalagi dong".
" pengen tau, ngaca..ha....". bikin semuanya terbahak-bahak Aris yang pasang muka cemberut sebal.
" okelah Niko kalau itu niat kamu, semoga berhasil. semangat berusaha".
_____
bersambung...
mampir ke novel terbaru Fenitri azzukhruf ya kak " Rahim Untuk Suamiku".
dukung author untuk terus menulis.
terimakasih 🥰.
__ADS_1