
Acara kelulusan sebentar lagi tiba, Hamdan akan wisuda bersama teman-teman nya. mereka sangat bahagia malam ini mereka berkumpul di rumah hamdan karena Hamdan sudah menikah jadi tak mau ia keluar rumah satu gengnya alias sahabatnya itu datang ke rumah Hamdan. kia sibuk membuat cemilan di rumah di bantu oleh bibik karena kia juga pandai dalam memasak dari uminya. sebenarnya Hamdan ingin pesan takut istrinya itu lelah namun kia melarangnya, lebih baik kia yang bikin tak akan lama juga bibik juga membantu nya. Hamdan tak bisa menolak lagian ia juga senang bikinan sang istri lidahnya sudah lumer kayak cintanya.he...
" beneran sayang mau bikin saja tak pesan kamu tak lelah". Hamdan mencoba meyakinkan sang istri.
" iya mas lagian ada bibik juga yang bantu, mas sebaiknya istirahat saja kia tak lama bikinnya". kia membuat kue juga puding kesukaan keluarga ini. Hamdan meminta untuk bikin puding dan kue lagi untuk di kirimkan ke rumah Ammar dan Ameer keponakannya itu yang kini sudah mulai bisa duduk. Hamdan beristirahat di ruang keluarga ia tiduran di sofa tak mau ke atas.
***
Hamdan meminta sopir untuk mengirimkan puding dan kue ke rumah ponakannya itu, karena sibuk di kantor setelah menikah Hamdan belum menengok si kembar. Sebenarnya ia sangat rindu, dan saat si kembar ke sini Hamdan pas berada di kantor tak pernah bertemu.
" ada apa pak ". mama Raisa melihat sopir dari umma datang ke rumahnya.
" ini bu ada kiriman dari nak Hamdan dan nak Zakia". ucap pak sopir memberikan dua bungkusan, seketika Aisha keluar mengendong Ammar.
" siapa ma".
" ini nak ada kiriman dari Hamdan dan kia". ucap mama Raisa sembari menunjukkan kotak kue itu.
" oh makasih ya pak mampir dulu pak saya buatkan minum".
" tidak non terimakasih, maaf sudah sore saya harus lekas pulang".
" memang ada acara apa di rumah umma pak".
" tak ada sepertinya Bu itu hanya nak kia yang bikin".
" ini buatan kia sendiri".tanya Aisha menegaskan.
" iya ini buatan nak kia". jawab pak supir.
" MasyaAlloh, sekali lagi terimakasih ya pak sudah mau mengantar".
" iya bu tak apa memang sudah tugas, saya permisi Bu".
__ADS_1
pak supir meninggalkan rumah mama Raisa, mama penasaran dengan buatan kia ia langsung membuka.
" Aisha coba geh enak juga persis buatanmu". Aisha mencoba mencicipi kuenya, sudah lama ia tak membuat kue karena sibuk mengurus kembar.
" kia memang pintar ma ia juga pandai buat makanan".
" umma itu pandai sekali ya cari menantu, ngga kamu juga kia sama. mama juga kebagian bahagianya."
" selain ikhtiar semuanya juga takdir ma". agar tak berlarut mama Raisa membuka masa lalunya tak enak jika Azzam mendengar, Aisha sangat menjaga hati suaminya itu.
Terdengar suara mobil berhenti di halaman, seperti biasa pak sopir yang nanti akan memarkirkan di parkiran belakang. Azzam pulang dari rumah sakit meski lelah saat ia melihat dua buah hatinya dan istrinya yang selalu tersenyum lelahnya langsung hilang. Aisha menyambut Sang suami mencium tangan dan mengambil tas yang di bawanya, Azzam tersenyum saat melihat Ammar sudah di gendong mama Raisa. Azzam jika dari rumah sakit ia tak berani langsung berdekatan dengan anaknya, mereka yang masih bayi sangat rentan dengan virus.
" mau langsung mandi mas". Aisha mengikuti suaminya hingga ke kamar.
" iya langsung mandi aku rindu sama Ammar dan Ameer". Azzam mencoba melepaskan pakaiannya.
" jadi sama bundanya tak rindu". Azzam tersenyum ia selalu senang jika istrinya merajuk.
" gimana ya rindu tak ayah ya,". Aisha merasa sedikit kesal ia berlalu ke kamar mandi menyiapkan air untuk mandi setelah nya menyiapkan pakaian suaminya. Azzam bergegas mandi karena waktu sudah jam setengah lima. Aisha tak mengeluarkan suara lagi kala Azzam tak memberikan jawaban yang Aisha mau. setelah mandi dan berganti pakaian Azzam mendekati istrinya di peluknya Aisha membuat Aisha geli Azzam mencium istrinya bulu-bulu halus di rahang Azzam yang tumbuh membuat Aisha geli.
" Geli mas, yuk kebawah katanya rindu sama Ammar dan Ameer"
" ayahnya mau bundanya dulu " terus saja mereka bermesraan di dalam kamar, Azzam selalu membuat Aisha makin menyayangi nya. Azzam selalu pintar selalu bikin Aisha larut dalam cintanya.
***
Makanan sudah di siapkan oleh kia, mereka tak mau makanan berat hanya ngobrol ringan saja. biasanya mereka ngumpul di kampus karena semua sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing hari ini Tomi yang berinisiatif untuk berkumpul di rumah hamdan.
" mas kenapa istirahat di sini tak di dalam, badannya pasti sakit semua". kia memijit badan Hamdan yang baru bangun mengerjapkan matanya.
" ngga papa mau temenin kamu masak tapi tak kuat matanya, lelah sekali".
" pasti lelah mas tak hanya badan juga pikiran mas". kia masih terus memijit suaminya.
__ADS_1
" asal masih terus bersama istriku lelahku pasti hilang".
" gombal..." suara Abah yang baru masuk habis menyiram tanaman sama umma.
" ih Abah ganggu saja, " ucap Hamdan.
" itu namanya ngerayu kia, Abah ajarin jangan mau di rayu cuma pakai gombalan. pakai bukti yang akurat". kia terkekeh melihat Hamdan dan Abah bersiteru.
" ih Abah bukannya ngebelain anaknya, emang Abah tak pernah ngegombalin umma".
" tak pernah tidak, selalu Abah sama sepertimu Hamdan". umma langsung menjawab.
" ha...ha..." Hamdan tertawa Abah hanya cengar cengir saja.
" tapi umma suka kan, rindu kalau sehari saja Abah tak ngegombal".
" Iyah kangen pingin jitak". kia dan Hamdan terkekeh keduanya lalu ke atas untuk bebersih badan.
Abah dan umma masih saja beradu mulut dengan rayuannya Abah, ada bibik dan pak sopir yang menonton mereka tertawa terbahak-bahak. Kini kebahagiaan itu hadir kembali setelah sekian lama Hanafi tiada hanya kesedihan yang hadir, Ammar dan Ameer adalah obat rindunya terhadap sosok Hanafi. juga kia yang selalu dekat dengan Abah dan umma.
" mas mau mandi air hangat atau dingin.". tanya kia sembari menyiapkan pakaian.
" mau mandinya sama istri di mandiin". Hamdan berjalan mengambil handuk yang sudah di siapkan kia.
" mas mandi sendiri kan bisa masa mau di mandiin kia".
" tak apa lebih bersih jika kia yang mandiin". Hamdan terkekeh ia menarik istrinya masuk ke dalam kamar mandi. mau tak mau kia ikut masuk.
Cinta itu memang gila tapi kegilaan yang di bersamai dengan yang halal akan berpahala.
_____
bersambung
__ADS_1
terimakasih untuk para pembaca semoga Allah berkahi kalian semua rezeki yang berlimpah 🤲.
tinggalkan jejak vote ya di hari Senin.