MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
petunjuk


__ADS_3

Sudah jam 9 malam Zakia merasa perutnya sangat lapar, asam lambung nya mulai naik meski tadi Aulia sudah memberinya roti dan air mineral tapi itu hanya mengganjal sedikit. Zakia sudah mulai mual kepalanya pusing, ia memegangi perutnya membuat Aulia jadi panik.


" Zakia kamu tak apa-apa". tanya Aulia panik melihat Zakia sudah mulai pucat.


" aku mual ingin muntah Aulia, kepalaku mulai pusing". Zakia mengatakan yang sebenarnya terjadi pada dirinya, ia sudah tak kuat lagi.


" huuueekkk..." Zakia mulai berasa ingin muntah namun karena perutnya yang kosong dari sejak tadi tak ada sesuatu yang ia keluarkan hanya air saja dan terasa pahit.


" Zakia ya Allah, kenapa penculik ini kejam sekali bahkan kita tak di beri minum apalagi makan" Aulia memijat tengkuk leher Zakia, kia tak berhenti muntah.


" om penculik..." teriak Aulia ia berusaha memberanikan diri.


" jangan berisik kamu, suaramu seperti kaleng susu saja". ucap salah satu penjahat itu. Tubuhnya cukup besar juga bertato.


" tidakkah kalian kasihan kepada kami berilah kami minum juga makan, kami sangat lapar apalagi temanku ini sedang hamil.". Aulia memohon kepada penculik agar mereka memelas.


" mana ada penculik kasihan sama yang di culik kamu ini gila, kami ini penjahat sudah biasa melihat orang minta belas kasihan". ucap salah satu penculik yang berjaga di depan ruangan di mana tempat Aulia dan kia di sekap.


" umur kami mungkin tinggal beberapa hari lagi atau beberapa jam lagi sebelum kalian membunuh kami berilah kami minum dan makan" Aulia mencoba merayu penculik nya namun hanya di balas dengan senyuman smirk.


" dasar penjahat tak punya hati, hati kalian sudah mati" teriak Aulia lagi.

__ADS_1


" diam kau. bikin berisik saja kalau tidak diam aku akan beri pelajaran untuk kalian". suara Aulia memang mengganggu karena ia dengan nada berteriak. Aulia tak tahan melihat Zakia sudah begitu pucat kia tidak berhenti muntah.


Terlihat seorang laki-laki gagah berjalan mendekati ruangan dimana Zakia dan Aulia di sekap. ia mendekat penjahat itu pun memberi hormat kepada laki-laki tampan itu. laki-laki itu yang ternyata adalah Alex, beberapa hari yang lalu sudah mengusik Hamdan. Alex tersenyum smirk melihat Zakia yang sudah berada dalam genggaman nya.


" kenapa kamu bawa wanita satunya itu". tanya Alex kepada penjahat.


" maaf bos kemarin mereka berjalan bersama kalau saya bawa cuma satu sulit untuk menculik wanita bertopeng itu posisi wanita yang satunya menghalangi jadi ku bawa semuanya". jawab penculik itu.


" kalian memang bo***, keluarkan dia buang saja". ucap Alex dengan sorot matanya yang tajam, Aulia hanya mendengarkan sosok itu.


" jika kita lepaskan yang satu pasti ia akan mencari bantuan keluar bos, ia akan memberitahu dimana tempat kita". Alex terdiam betul apa yang di katakan oleh orang suruhannya. Alex memerintahkan untuk membuka ruangannya ia ingin masuk ke dalam. Zakia sudah tak begitu menghiraukan siapa yang datang ia lemas dari tadi muntah dan kepalanya pusing. Aulia terus memperhatikan Alex masuk.


" Aku tak bisa menyentuh musuhku kini orang yang ia sayangi yang akan menerima balasannya" ucap alex ia mendekat ke arah keduanya.


" diam kau, aku tak ada urusan dengan mu. sekali lagi kamu berkata akan ku bunuh dirimu". Aulia ingin membalas namun di cegah oleh Zakia.


" jangan Aulia percuma saja". bisik Zakia, akhirnya Aulia diam.


" kamu tau apa yang aku inginkan dari penculikan ini, aku ingin Hamdan tersakiti." Alex mendekat kepada Zakia ia menaikkan dagu Zakia agar wajahnya sejajar dengannya.


" dari matanya kamu terlihat sangat cantik" senyum terukir dari wajah alex, jiwa kelakiannya merespon kuat. Zakia dan Aulia hanya diam saja, Zakia tak berhenti untuk berdzikir.

__ADS_1


" Aku belum ingin menyakiti mu sekarang, aku ingin melihat dirimu lemah tersakiti perlahan". Alex tertawa seperti orang gila, ia merasa dirinya menang tak ada yang tau ia menculik Zakia. Michael mendorong kia hingga tersungkur, Aulia langsung menangkap nya. zakia memegang perutnya yang terasa kram.


" Zakia ..." teriak Aulia.


Alex menarik lengan Zakia lagi ia penasaran dengan wajah Zakia lalu ia menarik paksa cadar Zakia. Alex sangat terkejut melihat wajah Zakia yang begitu sangat cantik, sempurna bahkan belum pernah ia menemui wanita secantik Zakia dalam hidupnya.


" waw surprise kamu memang cantik sekali, sangat cantik. Hamdan sangat pintar memilih istri pantas saja ia menikah muda tak ingin melepaskan mu." ucap Alex berapi-api.


" jangan sakiti Zakia, biarkan aku saja yang menanggung tapi tolong jangan kamu sentuh dia". pinta Aulia ia memegang kaki Alex memohon.


" Hay gadis aku tak ada urusannya dengan mu, jangan kau ikut campur jika masih ingin hidup". Alex mendorong keras Aulia membuat ia jatuh tersungkur. Zakia tak bisa berbuat banyak ia lemas perutnya kram terasa sangat sakit.


" Kalau sekarang aku menyakitimu terlalu cepat, akan nikmat jika kamu tak melawan dan menemani ku tidur. Kita akan bergoyang di atas ranjang ku, puaskan aku girl tak sabar aku bagaimana kamu bermain di atas ranjang Alex". Zakia sangat ketakutan kata-kata terucap lagi dari mulut laki-laki lain tentang ranjang.


" lebih baik aku mati dari pada harus menyerahkan diriku untuk lelaki baji**** seperti mu". kini Zakia bersuara ia sudah tak mengenakan cadar lagi di ambil oleh alex dan di lempar jauh sehingga sulit di jangkau oleh Zakia.


" ow... ternyata wanita seperti mu punya nyali hebat, aku lebih tampan dari suamimu bodoh itu. aku juga akan lebih panas bermain di ranjang. aku akan berikan kenikmatan untuk mu berkali-kali, aku tak akan membunuhmu sebelum aku melakukannya. aku ingin Hamdan hancur berkeping-keping melihat istrinya tidur dengan laki-laki lain". Alex tertawa seperti orang gila.


" Lepaskan Zakia aku akan menggantikan nya". ucap Aulia lagi, ia rela berkorban demi sahabat nya.


" sudah ku bilang aku tak ada urusan dengan mu, kamu akan dinikmati oleh orang-orang suruhan ku". Zakia terus berdzikir ia memohon pertolongan Allah.

__ADS_1


Hamdan dan tim lainnya sedang menyusuri di mana petunjuk itu ada, dan benar ia mendapati dua handphone yang di buang di situ. Rendi menyelidiki kemungkinan tak jauh dari sini istri Hamdan di sekap, Rendi terus berjalan menyusuri tempat itu. Polisi juga melacak di mana tempat yang kemungkinan akan bisa di jadikan markas penculikan. Jantung semuanya deg-degan berharap akan baik-baik saja Zakia.


bersambung


__ADS_2