
Tomi langsung bebersih di kamar mandi yang letaknya ada di ruangan Tomi, ia sudah membawa baju ganti. Hamdan sudah tak mau mengingat lagi kejadian tadi, ia menyuruh Tomi dan zidan agar segera mengurus proyeknya dengan baik. Minggu depan Hamdan harus berangkat ke Australia untuk mengecek bisnisnya di sana, Mr Jack tidak bisa ikut ia tak mau jauh dari Almira yang sedang hamil.
" Assalamu'alaikum sayang lagi apa". Hamdan jika hatinya sedang tak baik ia langsung menelpon istrinya obat gundah dalam hatinya.
" wa'alaikumsalam mas istirahat kia ngga ke mana-mana masih berasa pening kadang-kadang kepala kia juga mual". ucap kia dengan manjanya saat video call.
" nanti pulang mau di bawain apa, sayang kepengen makan apa".
" bawain rujak aja mas yang syeger ada mangga mudanya ya mas". ucap kia.
" oke sayang, sekarang istirahat saja tidur ya sayang jangan lelah. jika sudah selesai mas akan cepat pulang". ucap Hamdan
" iya mas, kia mau bobo dulu".
" iya sayang assalamu'alaikum".
" wa'alaikumsalam". balas salamnya kia pada suaminya. Hamdan lega saat ia sudah bisa berbicara dengan istri nya.
Hamdan sedang sibuk mengotak-atik laptopnya ia memeriksa pekerjaan nya di Australia, bisnisnya dengan Mr Jack cukup baik tak ada kendala yang serius kepercayaan mereka di Australia bekerja dengan sangat baik. memang saatnya Hamdan harus mengecek ke sana, jika saja istrinya tak hamil muda ia ingin mengajak kia ke Australia. namun kia masih merasa mual kadang juga pusing bawaan hamil muda. Tomi masuk ke ruangan Hamdan saat di panggil Hamdan untuk menghadap.
" sudah segar mandinya, sudah keren".
" sekarang boleh lah kamu foto kirimin ke Yara biar dia tambah kesem Sem sama cowok tampan ini" Tomi merapikan rambutnya dan senyam senyum tampak bahagia.
" ngga mau aku tom, jika kamu serius sama Yara usaha sendiri tom rebut hatinya. Yara itu meski begitu hatinya juga lembut". ucap Hamdan.
" iya betul katamu makanya aku jadi jatuh cinta padanya, ngga tau kapan perasaan ini ada".
" saking kalian sering bersama jadinya tumbuh perasaan itu".
" kalau di lihat-lihat dia cantik juga manis" ucap Tomi sembari tersenyum membicarakan Yara.
" kamu baru nyadar, hnaya penampilan saja dia terlihat tomboi".
" iya tapi dia begitu melindungi dirinya".
" ya sudah semoga kalian berjodoh dan jangan lama-lama cepat nikah saja".
__ADS_1
" itu pasti Hamdan aku iri sama kamu" ucap Tomi sembari tertawa.
" kita kembali ke pekerjaan ya, lusa aku akan berangkat ke Australia tolong jaga perusahaan. saat aku tinggal mungkin Zidan tak bisa full ke perusahaan ia aku tugaskan untuk menjaga Istriku" Hamdan sangat mengkhawatirkan kia apalagi ia sedang hamil muda juga masih kuliah kia tak mau mengambil cuti.
" oke aku akan laksanakan tugasku dengan baik".
" bawa mobil mu pulang nanti biar motor mu di antar satpam".
" ya ampun Hamdan aku baru beberapa hari kerja dengan mu sudah kamu kasih bonus semewah ini".
" tak apa itu sesuai juga dengan keringat mu". Hamdan menepuk bahu sahabatnya, Tomi berdiri kemudian memeluk Hamdan.
" terimakasih sobat aku tak tau harus bagaimana membalas nya".
" balaslah dengan kerja keras mu dan terus lakukan yang terbaik, terutama untuk orang tuamu".
Kiran masuk saat pintu di ketuk beberapa kali tak di sahut. ia pun terkejut melihat bos masih memeluk Tomi.
" maaf kak aku ketuk tak di dengar dari tadi". ucap Kiran
" Tomi ihhh..." Tomi pun tertawa lepas.
" ini tidak seperti yang kamu pikirkan Kiran kita normal aku juga punya istri, istriku sedang hamil". Kiran pun terkejut mendengar kabar jika kia hamil.
" kak kia hamil kak, MasyaAlloh Alhamdulillah". Kiran bahagia.
" iya Alhamdulillah baru masuk dua bulan".
" bisa juga kamu bikin istrimu hamil bro".
" aku normal Tomi sudah teruji" ucap Hamdan .
" ya ya aku percaya" Kiran tertawa melihat kedua sahabat itu.
" oh ya ada apa Kiran kamu masuk". tanya Hamdan melirik ke arah Kiran yang sedang membawa berkas.
" ada yang mau bertemu kak Hamdan di luar katanya penting".
__ADS_1
" siapa Kiran saya tak ada janji dengan siapapun".
" Dodi pekerja lapangan". sudah pasti Dodi datang ia akan memjnta maaf atau mengambil pesangon.
" ya sudah silahkan kau suruh masuk saja". Tomi heran dengan Hamdan bisa-bisanya dia masih baik sama orang yang telah berkhianat padanya. Dodi masuk dengan wajah yang sudah memar, Tomi yakin jika itu perbuatan Alex.
" kenapa kamu balik ke sini nanti pesangonnya bisa kamu ambil di bagian admin" ucap Tomi sangat kesal ingin menambah tinju di muka Dodi.
" saya mau pamit dulu kepada bos Hamdan maaf kan saya bos yang telah khilaf mau menerima suap dari Alex. saya berterima kasih sudah di terima kerja di sini dan kehidupan saya sudah cukup baik dari sebelumnya. saya khilaf lupa akan kebaikan bos tempo dulu, pikiran saya hanya uang yang banyak". Dodi berlutut di depan Hamdan.
" sudah ku anggap masalah ini selesai tak perlu di bahas lagi, aku sudah memaafkan mu ada sedikit pesangon kamu bawa dan pakai lah untuk usaha dengan baik. di manapun kamu berpijak berpeganglah pada kejujuran". pesan Hamdan kepada Dodi.
" iya bos terima kasih banyak saya akan ingat pesan bos hamdan".
" kamu lihat Dodi betapa baiknya bbos Hamdan terhadap mu kalau orang lain di luar sana belum tentu akan sebaik bos hamdna".
" iya pak Tomi saya juga minta maaf sama pak Tomi ".
" kalau bukan karena Hamdan sudah aku bikin babak belur dirimu Dodi. masih untung kamu tak di jebloskan ke penjara dan bos Hamdan masih berbuat baik padamu memberimu pesangon" ucap Tomi.
Hamdan sudah tak ingin berbicara panjang lebar lagi, ia sudah tak ingin memikirkan Dodi lagi. akhirnya dodi pamit undur diri Tomi menggiring ke bagian administrasi untuk mengambil pesangon. cukup banyak jika di pakai untuk usaha di kalangan Dodi sudah bisa bikin usaha lumayan besar.
'Alhamdulillah masalah sudah selesai aku mau lekas pulang Istriku pasti sudah menunggu. ' ucap hamdan yang sedang merapikan meja kerjanya.
Hamdan ke luar ruangan dengan wajah cukup ceria di banding kan tadi.
" Kiran saya mau pulang, kamu jangan sampai kesorean pulangnya minta antar Zidan saja mulai besok ngga usah bawa motor kakak tak tenang jika kamu pulang kadang sampai malam". ucap Hamdan yang selalu memberikan perhatian lebih pada Kiran. semua karyawan pun sudah tahu hubungan antara bos-nya Hamdan dan Kiran bagai adik kakak. Hamdan selalu khawatir.
" iya kak tapi nanti merepotkan kak Zidan kak, biar Kiran bawa motor saja".
" kakak bilang tidak ya tidak Kiran, nurut sama kakak". Kiran diam tak bisa berbicara lagi
" tak apa Kiran saya siap antar jemput kamu". ucap Zidan yang baru keluar dari ruangan nya.
Akhirnya Hamdan pamit pulang sebelumnya ia akan cari pesanan istrinya terlebih dahulu.
____
__ADS_1
bersambung
tinggalkan jejak like komen dan hadiah.