MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
oleh-oleh dari Australia


__ADS_3

Pemikiran Hamdan berperang antara pulang atau nanti. Mr Jack mencoba merayu Hamdan terus mengajak nya pulang, hampir satu jam akhirnya Hamdan ikut pulang Mr Jack. betul apa yang mr Jack katakan lebih segera selesai kan seperti saat ia ada masalah dalam bisnisnya.


" Baiklah Mr Jack aku ikut pulang".


" nah itu baru laki-laki Hamdan, masa istri dirumah mau di anggurin. sayang sekali Hamdan ia sudah halal bagimu."


" ah Mr Jack kenapa aku takut begini ya."


" itu tandanya belum bertemu saja sudah ada getaran cinta."


" tak mungkin Mr Jack aku sudah mencintai seseorang".


" siapa kenapa kemarin kamu tak bilang ke Abah dan umma.*


" wanita itu sudah menikah"


" astaghfirullah Hamdan tak baik mencintai istri orang, "


" aku juga tak tau kenapa cinta itu tumbuh begitu saja".


" begitulah hakikatnya cinta Hamdan tiba-tiba tumbuh di sini" Mr Jack menunjuk ke arah dadanya.


" go kemasi barang-barangmu Hamdan"


" siap kak"


Di rumah kia sudah bersiap karena ia tau hari ini jadwalnya Hamdan pulang, kia gugup bolak balik ia menghadap cermin. kia tak pandai berdandan, namun ia sudah terlihat sangat cantik tanpa polesan sedikit pun. Kia berusaha ingin menampilkan yang terbaik untuk suaminya pertama kali nya mereka akan bertemu. kia pun sudah siap jika Hamdan akan meminta haknya, kia tersenyum rasanya ia malu pada dirinya sendiri.


Pesawat landing pukul 2 siang hari, Mr Jack langsung pulang ke rumahnya di jemput oleh sopir. Almira tidak ikut karena ada praktek di rumah sakit. Sedangkan Hamdan langsung melaju ke kantor naik taksi, ia tidak langsung pulang.


" kak Hamdan sudah pulang" tanya Kiran saat ia baru datang, Kiran baru saja dari kampus ia langsung melaju ke kantor.


" iya Kiran, kamu ke kampus hmm" Hamdan mengelus kepala Kiran seperti biasa.


" iya kak ada kuis "


" Fokus kuliah ya, bekerja jika tak ada jam kuliah saja. kamu harus tetap mengutamakan pendidikan mu"


" siap kak, Kiran selalu mengingat ucapan kakak yang satu ini"


" kakak langsung ke sini tidak pulang ke rumah dulu"


" iya kakak ingin bertemu Tomi, bagaimana dengan kerjaannya."

__ADS_1


" yah meski selalu ngebanyol seperti biasa kak Tomi masih sangat mengutamakan pekerjaan nya kak" kiran cekikikan.


" anak itu sebenarnya pandai, kita harus mendukung nya. makanya kakak minta Tomi untuk bantu kakak di kantor".


" memang seharusnya kak Hamdan tidak memforsir diri kakak, kak Hamdan harus lembur terus kak. kakak juga harus jaga kesehatan kak Hamdan ."


" iya Kiran terima kasih sudah perhatian sama kakak".


" kakak yang selalu punya perhatian lebih sama Kiran, terima kasih y kak" Hamdan tersenyum lalu ia melaju masuk ke ruangan Tomi.


" Hay bro udah pulang Alhamdulillah"


" sudah lagian di negara orang kelamaan juga habis duit lama-lama, "


" mana oleh-oleh nya"


" bukan nanyain kabar duluan malah nanyain oleh-oleh, khawatir sama oleh-nya"


" aku sudah lakukan tugasku di kantor dengan baik hamdan, aku hanya menagih janjimu". Hamdan kemudian mengeluarkan dari dalam tasnya 3 jam tangan.


" banyak amat" Tomi membolak-balik kan ketiganya.


" buatmu satu, satu untuk Zidan yang kecil itu untuk Kiran. bonus udah bantu aku seminggu ini bekerja."


" ini oleh-oleh Hamdan bukan bonus, aku mau bonus seperti yang lain".


" iyalah bro, lihatlah pekerjaan ku beres semua. lagian kamu tak akan rugi membelikan ku oleh-oleh ini"


" huh dasar, teman tapi makan".


" bukan bro tapi teman tapi sayang"


" isssh..." Tomi tertawa cekikikan.


Hamdan langsung memeriksa berkas yang sudah Tomi selesai kan, semuanya selesai tanpa ada yang salah. emang Tomi sebenarnya sangat pandai.


" di mana Zidan"


" ia tadi keluar meeting, aku panggil Kiran ya biar ini ia bawa punya Zidan sekalian. nanti kalau tetap di sini aku kantongi buat koleksi. ha..." Hamdan memukul kepala Tomi, sedikit kesal dengan sahabat nya itu tapi Tomi tetap sahabat terbaik untuk nya.


Kiran masuk saat Tomi memanggil nya, ia tinggal kan pekerjaan nya untuk memenuhi panggilan.


" iya kak ada apa"..

__ADS_1


" kamu mau oleh-oleh tak dari bos "


" mau dong kak, Alhamdulillah enaknya punya bos baik gini."


" semoga dapet jodoh yang terbaik, cantik juga salihah" ucap Tomi menggoda Hamdan, padahal Tomi tak tau tentang pernikahan Hamdan.


" aamiin" ucap Kiran, Hamdan terbatuk-batuk saat ia masih minum.


" eh ada yang grogi Kiran, pelan-pelan pak bos jangan grogi sudah saatnya petualangan cintamu di mulai. sudah kaya juga tampan seperti apa ya jodohnya nanti kiran" Tomi terus menggoda membuat Hamdan tak bisa konsentrasi.


" pasti wanita yang baik juga saliha serta cantik tiada yang menandingi, sangat pantas untuk bos Hamdan yang baik dan tampan" Hamdan lalu ia keluar tak menghiraukan kedua orang yang sedang menggodanya.


Tomi dan Kiran cekikikan, Tomi puas menggoda Hamdan. pasalnya ia selalu sensitif saat pembicaraan tentang wanita. di depan Hamdan bertemu dengan Zidan, Zidan berhenti lalu memeluk Hamdan. sempat kaget sih kenapa Zidan tiba-tiba memeluk hamdan.


" Alhamdulillah kamu sudah pulang sejak kapan".


" satu jam yang lalu, bagaimana meeting nya tadi Zidan "


" Alhamdulillah beres tinggal kamu pelajari dan tanda tangani saja."


" oke baiklah, esok saja taruh di mejaku aku akan pulang rasanya lelah sekali"


" oke Hamdan aku masuk dulu, hati-hati di jalan".


Hamdan di antar oleh supir kantor ia bergegas pulang, tubuhnya sangat lelah sekali. ia ingin segera merebahkan tubuhnya di kamar. Sesampainya di rumah ia tak melihat sekelibat orang Hamdan berfikir mungkin sedang sibuk semua, Hamdan lalu bergegas ke kamar nampaknya ia lupa sudah ada istri yang ada di kamarnya saat ini. Hamdan melepas semua pakaiannya hanya tersisa celana boxernya, kia yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sigap memakai cadar nya. kia melihat semuanya Hamdan dengan celana boxernya terlihat sexy perut yang seperti sobekan roti membuat kia menelan salivanya. Hamdan tak melihat kia karena ia langsung menghadap membelakangi kia setelah pakaian nya terlepas. Ketika melihat dari kaca yang ada di depannya Hamdan sontak kaget ia terlonjak...


" astaghfirullah..." Hamdan mencoba menutupi tubuhnya namun naas karena terlalu gugup ia hanya menarik handuk yang sudah ia siapkan tadi. dan hanya tertutup sebagian perutnya masih nampak perut sexynya.


" maaf"


" kamu kia kan istri zidan, kenapa kamu berada di dalam kamar ku. apa yang kamu lakukan di sini. ya Allah apa kamu tidak malu dengan pakaian dan cadarmu"


" maaf aku...".. Hamdan tidak ingin mendengar penjelasan kia. karena tubuhnya yang lelah dan rasa cinta yang ia anggap tak berbalas ia tak sadar jika kata-katanya saat ini menyakiti kia.


" bagaimana orang tua mu mendidikmu, ini kamar laki-laki lain kia apalagi aku sekarang sudah beristri bagaimana jika istriku sampai tau. "


" maaf mas kamu boleh menghinaku sesuka hatimu, tapi pakaian ini tidak salah. cadar ini ia bertahun-tahun menjagaku dari segala fitnah. dan orang tuaku selalu mendidikku dengan baik tidak mungkin aku melewati batas ku mas berada di tempat yang bukan mahram ku. Terimakasih mas atas ijab kabul yang sudah Engkau ucapkan di depan pak penghulu. Cinta Zakia Humaira alias kia permisi". Zidan termenung dengan semua kata-kata kia di dengarnya. kia berlari keluar kamar rasanya hatinya sakit sekali, ia menangis saat itu ketika ucapan Hamdan sangat menusuk hatinya.


" Astaghfirullah, jadi kia benarkah istriku" Hamdan pun segera memakai pakaian nya lalu berlari mengejar kia.


________


bersambung...

__ADS_1


gimana kakak readers tambah greget tidak 😁.


like komen, vote dan kasih hadiah buat author supaya semangat lagu menulis.


__ADS_2