MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
Zakia pingsan


__ADS_3

" kia bangun... kia bangun". teman-temannya pun berlari menghampiri, hamdan dengan pelan menepuk-nepuk pipi kia. Temannya heran semua, yang dipegang Hamdan adalah wanita bercadar tak biasanya Hamdan sampai seperti itu dengan wanita lain yang bukan mahram.


" kak apa yang kakak lakukan, jika kia tahu ia akan bisa marah besar kakak sentuh. kalian bukan mahram, Zakia sangat begitu menjaga dirinya kak dari selain mahram. ku mohon kak lepaskan kia," Aulia memohon agar Hamdan melepaskan kia, banyak mahasiswa yang mengerubungi. Hamdan begitu panik melihat kia tak langsung sadar.


" Zakia istriku..." membuat semua yang ada di situ kaget, Aulia menutup mulutnya. Tomi dan Aris melotot.


" sadar bro..." Tomi mencoba menepuk pundak hamdan. Tomi berfikir Hamdan sedang beralusinasi.


" sudah nanti aku jelaskan, aku bawa dulu kia ke UKS". Hamdan dengan sigap mengangkat tubuh kia. Aulia terus mengikuti tanpa ia bertanya lagi, Tomi dan Aris juga mengikuti dari belakang dengan membawakan buku kia.


" gimana ini tom bos lu lagi kesurupan." Aris yang ikut berjalan cepat membuntuti Tomi.


" aku ngga tau dodol, udah diem dulu biar nanti Hamdan yang menjelaskan".


sesampainya di ruang UKS langsung di lakukan penanganan, Hamdan masih terus menunggu.


" maaf anda siapa masih menunggu ke sini tidak keluar dulu"


" kak biarkan Aulia yang menunggu" Aulia takut jika apa yang dikatakan Hamdan tidak benar, setau Aulia zakia belum menikah apalagi mereka selalu bersama saat di kampus.


" aku mau di sini menunggu kia, aku suaminya". Petugas UKS lalu membiarkan Hamdan berada di situ saja menunggu Zakia, setelah di beri minyak angin di hidung kia akhirnya mulai menggerakkan kepalanya. Matanya mulai terbuka Hamdan yang melihat langsung menghampiri kia.


" Alhamdulillah kamu sudah sadar kia".


" dimana kia mas".


" di ruang UKS, jangan duduk dulu"


" aduh..." kia memegang kepalanya ia merasa masih pusing. Hamdan dengan sigap membantu kia untuk rebahan lagi.


" kia..." Aulia memberi isyarat dengan mata yang memelototi ke arah Hamdan. Zakia mengangguk menyatakan iya. Aulia pun membulatkan mulut nya kemudian ia tutup dengan telapak tangannya.


" sudah percaya sekarang ngga perlu kaget". ucap hamdan.


" ini beneran kia..." kembali Aulia memastikan.


" iya, maaf aku tidak memberitahu mu sebelumnya." Aulia mendekat dan memeluk kia merasa terharu.


" Selamat ya kia ya Allah kamu jahat sekali tak memberi tahu sahabat mu."


" maaf Aulia belum sempat."


" kak ingat jangan sakiti sahabat ku ya, dia sahabat terbaikku" hamdan mengangguk.


" istirahat lah dulu jika masih pusing, aku keluar dulu " . ucap Hamdan.

__ADS_1


Aris dan Tomi masih menunggu di luar mereka benar-benar sangat penasaran dengan hamdan. Di luaran sana sekitar lapangan basket banyak yang berbisik mengenai Hamdan dan Zakia. Hamdan termasuk laki- laki yang menjadi idola, hamdan, Aris dan Tomi mempunyai wajah yang lumayan sehingga sering menjadi pembicaraan adik tingkat nya.


" Jelaskan kepada kami" Tomi langsung merangkul Hamdan dengan sedikit kasar, ia sangat butuh penjelasan.


" lepas dulu sakit" akhirnya Tomi melepaskan tangannya, mereka duduk didepan ruangan UKS. Tomi dan Aris sudah siap mendengarkan cerita hamdan. namun Hamdan tak mengeluarkan suara membuat Tomi geram.


" Hamdan ayo jelaskan, kalau tidak..."


" iya... iya... cerita nya kia itu adalah adik hamdan, umma menjodohkan ku dengan kia sebenarnya aku menolak dengan alasan kami masih sekolah. singkat cerita saat aku akan pergi ke Australia mama mendesakku untuk melakukan ijab kabul"


" serius kamu sudah menikah aku tidak percaya Hamdan" desak Tomi.


" ngga percaya ya sudah kamu ingin aku mengatakan yang sebenarnya, giliran aku sudah jujur kalian nggak percaya."


" tapi..."


" sudah aku percaya, tak mungkin bos kita menyentuh yang bukan miliknya apalagi wanita itu bercadar sangat menjaga dirinya". ucap Aris yang kali ini ucapannya bisa diterima.


" Lo ngga lagi somplak kan ris, tumben omongan kamu bisa masuk ke otak ku," ucap Tomi .


" terus Hamdan gimana ceritanya,".


" sudah ceritanya sampai di situ, emang apalagi ".


" MP bagaimana..."


" otw cari bini..." ..ucap Aris.


" ya ampun Hamdan aku antara percaya dan tidak jika kamu benar sudah menikah." kata Tomi sambil berfikir.


" yah mau gimana lagi aku tetap nurut sama umma, penolakan ku tak di hiraukan oleh umma. "


" selamat ya bro semoga sampai Jannah" Tomi memeluk Hamdan.


" aamiin terimakasih sobat"


" ngga akan ada resepsi bro" tanya Aris kemudian.


" insyaallah secepatnya akan kami gelar"


sudah hampir satu jam Hamdan membiarkan kia istirahat di dalam bersama Aulia. Hamdan kemudian mencoba masuk ke dalam, melihat keadaan kia.


" masih sakit kepalanya, kita ke dokter ya."


" udah baikan mas tinggal pusing sedikit saja".

__ADS_1


" mau pulang sekarang atau nanti" tanya Hamdan .


" sekarang saja mas, kia mau istirahat di rumah" hamdan mengangguk.


" Aulia aku pulang dulu, trimakasih sudah menemani ku"


" jangan ngga enak gitu kia , kita sahabatan sudah cukup lama. Lebih baik kamu istirahat di rumah saja." kia mengangguk ia mencoba untuk bangun, Hamdan membantunya. Aulia ikut mengantarkan Zakia ke mobil Hamdan di ikuti Aris dan Tomi di belakang nya.


Hamdan membukakan pintu mobil untuk kia setelah nya ia pamit kepada teman-teman nya , Aulia, Tomi dan Aris mengangguk mempersilahkan Hamdan pergi.


Didalam mobil Zakia kaku mau bilang apa dan bersikap bagaimana, Zakia hanya memandang keluar saja tanpa mengucapkan kata-kata.


" Mau makan siang dulu atau langsung pulang" tanya Hamdan membuka obrolan.


" langsung pulang saja ke rumah Abi". jawab Zakia dengan masih pandangan ke luar kaca mobil.


" Baiklah..." Hamdan melajukan mobilnya sedikit cepat. Di kampus tadi kia bersikap seperti tidak terjadi apa-apa agar sahabat dan teman Hamdan tidak tau jika mereka sedang dalam fase marahan tepat nya Zakia yang marah.


sekitar kurang lebih 15 menit mereka sampai, Hamdan membantu Zakia turun dari mobil. Di ikutinya kia masuk ke dalam rumah sampai dalam kamar, kia tidak tau jika Hamdan ikut masuk ke kamar juga. kebetulan umi dan Abi sedang tidak di rumah tadi pagi pamit jika mau ke rumah kerabat ada acara tasyakuran bayi.


" astaghfirullah mas kenapa ikut masuk". Hamdan garuk-garuk kepala nya yang tidak gatal.


" apa kamu masih marah".


" seharusnya sih iya mas, kamu nyebelin".


" tadi di depan teman-teman senyum mu ramah terhadap ku tak ada rona kemarahan".


" kia tidak mau teman-teman tau jika aku sedang marah dengan mas, keluar dari kamar kia mas ". Zakia mencoba ke arah pintu namun dihadang oleh Hamdan, Zakia pasrah akhirnya ia duduk di tepi ranjang. Hamdan mengunci pintu kamar dan mengantongi kuncinya.


" kenapa di kunci mas".


" sebaiknya begitu biar tak ada orang yang tau".


" maksudnya..." tanya kia dengan kening mengerut.


" yah itu, jika suami istri berada dalam satu ruangan sebaiknya di kunci. kan rahasia supaya ngga ada yang tau." Zakia menghembus nafas kasar.


Hamdan mendekat menyusuri jemari sang istri, jantung Zakia pun berdegup kencang.


selanjutnya....


________


bersambung

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak like komen hadiah dan vote.


terimakasih 🥰


__ADS_2