MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
kehamilan almira


__ADS_3

Almira bangun pagi ia langsung mengambil alat tes pack untuk mengecek kebenarannya. Mr Jack masih tidur mungkin juga kelelahan saat acara di rumah hamdan, banyak kolega bisnis Jack juga yang datang karena mereka dalam bisnis yang sama. Mr Jack sibuk menemui rekan bisnisnya di dalam maupun luar negeri, Jack bangun hanya melakukan shalat subuh dan ia tidur lagi matanya sungguh tak kuat sangat ngantuk. apalagi di tambah adegan semalam bersama istrinya yang membuatnya tambah lelah. Almira meletakkan alat tes kehamilan nya ia menunggu sekitar 10 menit dan benar garis merah dua terlihat jelas di alat itu. Almira menangis ia merasa sangat bahagia akhirnya ia akan jadi seorang ibu. Almira melihat suaminya yang masih terlelap ia tak ingin membangunkan melihat suaminya yang sangat kelelahan. Almira simpan di kotak kecil nanti saja ia akan berikan kepada suaminya saat bangun. setelah Almira bebersih dan shalat ia ke bawah untuk ikut menyiapkan makanan, Almira mulai belajar memasak.


" Bik masak makanan kesukaan tuan ya bik, semua hidangkan saja."


" sepertinya nyonya Almira sangat bahagia, terlihat banget dari wajah cerianya nyoya." bibik ikut tersenyum senang melihat tuannya sedang bahagia.


" sepertinya memang begitu bik, apa yang di nantikan seorang pasangan jika itu terpenuhi akan bahagia melebihi apapun".


" bibik tebak ya, nyonya hamil". Almira berhenti saat sedang mengiris bawang.


" kenapa bibik bisa tau".


" yah iyalah apa sih yang buat pasangan bahagia kalau bukan kabar yang baik ini". ucap bibik .


" iya bik, Alhamdulillah akhirnya Almira hamil juga".


" Alhamdulillah benar itu nyonya, bibik ikut senang".


Almira melanjutkan memasak hingga selesai kemudian ia berjalan ingin membangunkan suaminya nampaknya ia juga sudah sangat lapar. Ketika sampai di kamar suaminya ternyata sudah bangun masih berada di kamar mandi. Almira sudah siap untuk memberitahukan kabar baik itu. beberapa menit Mr Jack keluar dari kamar mandi, Almira sudah menyiapkan pakaian suaminya.


" Dari mana sayang aku bangun kamu tidak ada".


" Almira di bawah mas sedang masak sama bibik"


" wah masak apa sayang"..


" spesial buat mas".


" mas Almira punya sesuatu". Jack mengerutkan keningnya.


" apa sayang".


" pakai baju dulu mas". Jack tersenyum lalu mengenakan pakaiannya. Almira mengambil kotak tadi yang berisi alat tes kehamilan. setelah Jack selesai mengenakan pakaiannya Almira memberikan kotak kecil itu.


" ini apa sayang".


" buka saja mas hadiah buat mas". Mr Jack lalu membuka kotak nya hanya tetesan air mata ekspresi yang bisa di ungkapkan...


" mas ini anak kita, mas sedih lagi".. Jack menggeleng..


" mas bahagia sayang sangat bahagia, trimakasih ini hadiah terbaik darimu". Jack memeluk sang istri lalu menciuminya.

__ADS_1


" ya udah yuk kita sarapan, Almira udah laper mas"


" iya sayang " kemudian keduanya sarapan pagi.


"***


Di balik kamar pengantin yang sedang bersama menikmati sarapannya. zakia benar-benar lapar ia menghabiskan sarapannya tanpa tersisa.


" mas hari ini ngga ke kantor,". tanya kia sembari memberskan semuanya.


" ngga dong sayang masak pengantin ngantor, kita di rumah aja sayang. apa mau kia jalan-jalan". tanya Hamdan.


" kia lelah mas tak ingin ke manapun".


" ya sudah hari ini istirahat saja, mas juga ngga ke kantor. masa' pengantin baru ke kantor, ketauan dong kalau belum unboxing". kia terkekeh juga Hamdan.


" dua hari lagi kita berangkat umroh sayang".


" tuan albeno itu baik sekali ya."


" tuan albeno itu memang kaya raya,".


seharian mereka berdua hanya di rumah saja tak keluar sama sekali, keadaan nya memang keduanya sangat lelah dan lusa harus berangkat ke tanah suci.


"Sudah di packing semuanya sayang tidak ada yang tertinggal".


" iya mas insyaAlloh, kita akan beberapa hari di sana tak usah bawa baju banyak supaya tak kesusahan kita bawanya. nanti kita beli di sana saja." kia mengangguk hanya satu koper saja berisi pakaian mereka berdua.


" ini apa". Hamdan menenteng kotak kecil yang di selipkan di koper.


" itu kado dari Aulia mas, kia juga ngga tau katanya bukanya suruh nanti saja kalau sudah sampai di Mekah".


" oh, kira-kira apa ya isinya mas penasaran".


" hus jangan di buka mas, kia janji jika nanti di Mekah saja bukanya".


Keesokan harinya mereka berangkat untuk ke tanah suci, kia pamit kepada kedua orang tuanya juga mertuanya. semua mendoakan keselamatan mereka berdua. di perjalanan dan di pesawat Hamdan tak pernah melepas tangan kia istrinya, sungguh memang indah pacaran setelah menikah itu.


" sayang kamu sudah pernah ke tanah suci". kia tersenyum.


" ini baru pertama kali mas, kia sangat senang sekali."

__ADS_1


" Alhamdulillah mas senang jika kamu bahagia". kia meletakkan kepalanya di lengan sang suami.


Pesawat sudah landing sstelah beberapa jam perjalanan, mereka sampai juga di kota Mekah. ibadah yang sempurna bersama kekasih halal. sampai di hotel mereka langsung beristirahat perjalanan yang cukup melelahkan. Di sore hari kia mandi dan melaksanakan shalat ashar, begitupun Hamdan sudah shalat di masjid terdekat hotel tersebut. Disaat pulang ia melihat kia sedangkan mengaji seketika ingat jika kia sudah bersih.


' yesssss' batin Hamdan, rasanya ia ingin langsung menerkam sang istri.


' sabar Hamdan sabar, lakukan denga kelembutan agar semuanya berpahala ibadah,' monolog Hamdan ia pun terkekeh.


kia menyudahi bacaan nya setelah ia berdzikir petang, kia melipat mukenanya dan menemui suami yang sudah duduk di pinggir ranjang.


" sayang sudah mulai sholat" kia mengangguk. kia ingat dengan kado yang di berikan Aulia dan mencarinya.


' sebenarnya apa ya isinya, jadi penasaran' batin kia ia mencoba membuka.


" kado dari Aulia "


" iya mas"


" sini mas yang buka" kemudian Hamdan meraih kado yang berada di tangan kia. dengan mengucap basmalah hamdan membuka kadonya perlahan. Hamdan terbelalak melihat isinya ia buka dan di berikan kepada kia.


" apa ini mas". kia yang polos bahkan barang seperti itu ia tidak tau.


" kamu tidak tau sayang ini apa, kado spesial dari sahabat kamu Aulia". kia menggeleng ia membolak-balikan benda itu.


" ini baju mas kenapa bentuknya seperti ini". kia masih heran saja, Hamdan menahan tawa melihat istrinya yang masih nampak bingung.


" ini namanya lingerie sayang, baju dinas istri".


" baju dinas kok seperti ini, nanti masuk angin aku pakainya mas. ada-ada aja Aulia ini belikan kado seperti ini".


" ini berharga sayang dan ini spesial nanti malam di pakai ya."..


" mas serius nanti jika aku kedinginan dan masuk angin gimana".


" mas yang akan menghangatkan mu". kia tersipu malu. Hamdan mendekat ia me****t bi*** milik istrinya yang menjadi candu setiap harinya. dan semakin dalam Hamdan sudah tidak tahan rasanya ingin mengkunkung istrinya.


drrrrttttt


suara handphone berbunyi kia menjauhkan diri dari suaminya. Hamdan kesal selalu gagal dan gagal lagi.


*kasihan....

__ADS_1


_____


bersambung*...


__ADS_2