
" cukup di sini pembicaraan kita tentang ini, Yara..." panggil Tomi.
" heh malah panggil gebetan nya". Zidan mencebik.
Yara menoleh saat ada yang memanggil, kebetulan sudah mulai tak begitu ramai lagi. Ia mendapati Tomi yang sedang duduk bersama Zidan, setelah Yara minta Zahwa untuk menggantikannya Yara menemui Tomi.
" hey tom kak zidan, sudah dari tadi di sini".
" sekitar 30 menit lah".
" oh maaf aku ngga tau, lagi sibuk cukup padat pengunjung". ucap Yara.
" iya tak apa, bagaimana kamu senang kerja di sini" tanya Tomi masih memperhatikan Yara .
" senang aku betah anak-anak di sini juga enak buat di ajak kerja sama".
" Di sini sebagian besar mahasiswa yang kerja part time, Hamdan membantu mereka dalam meneruskan pendidikan nya".
" mereka menyukai bos Hamdan yang begitu baik".
" tak hanya baik ia selalu membantu karyawan nya, hanya di minta belajar bersungguh-sungguh saja Hamdan sudah senang". ucap Zidan.
" ada janji sama temen-temen di sini". tanya Yara.
" ngga hanya mau makan malam saja kebetulan ketemu Tomi di sini". ucap Zidan agar niat yang sesungguhnya dia ke situ bukan itu tak di ketahui siapapun.
" Yara kalau bosan kerja di sini bilang saja sama Hamdan nanti kamu bisa si tempatkan di perusahaan".
" sepertinya aku sangat menyukai di sini, lebih banyak belajar dan waktu luang". ucap Yara.
" biar Tomi bisa dekeet terus sama kamu Yara, rasa yang terpendam". Yara tersenyum, Yara pun tak tau perasaan nya sendiri. sewaktu menjadi mahasiswa Yara sebal kepada Tomi karena ia selalu tebar pesona dengan cewek-cewek.
" menyelam sambil minum air gitu katanya, ha...".
" eh aku pergi dulu ya".
" mau ke mana kak Zidan belum juga puas ngobrolnya" tanya Yara heran dengan Zidan yang tiba-tiba pamit pergi.
" urusanku sama Tomi sudah selesai aku lelah mau istirahat".
" oke deh bro trimkasih ya". ucap Tomi sembari mengerlingkan matanya.
Zidan pamit dan keluar ia memberi kesempatan kepada tomi, sepertinya memang Tomi benar-benar serius dengan Yara.
" Ra udah makan ". Tomi bingung mau memulai pembicaraan saat mereka berdua.
__ADS_1
" udah tadi bareng anak-anak" ucap Yara yang juga bingug berdua duduk sama Tomi.
' ya Allah kenapa aku gugup' batin Yara.
" Ra boleh aku ngomong sesuatu". tanya Tomi kini menampakkan wajah yang serius.
" ngomong aja kali tom biasanya juga gitu kan".
" Ra apa yang kemarin aku bilang di pantai itu serius, entah mulai kapan aku juga tidak tau bisa ada rasa sama kamu. maaf selama ini aku selalu membuatmu sebal karena tingkahku". ucap Tomi yang masih memandangi Yara membuat Yara jadi gugup.
" terus apa maksudnya tom yang jelas bicaranya" . Yara hanya ingin mendengar keseriusan Tomi.
" Ra aku mencintaimu"
deg
jantung Yara kembali tak normal seperti ada banteng yang ingin menerkamnya.
" apa sih tom jangan suka bercanda". Yara tertawa.
" Ra dengerin aku kali ini aku serius, aku ingin serius sama kamu. aku sungguh-sungguh bekerja sekarang karena ingin mencari modal sebelum menikah aku ingin punya tempat agar istri dan anakq nanti nyaman". ucap Tomi masih serius.
" sadar tom"
" aku sadar Yara apa kamu tak melihat keseriusan ku".
" aku tau dan sadar dengan diriku Yara, tapi di sini aku berjuang demi kamu orang yang aku cintai. mungkin ini aneh terdengar di telingamu tapi aku benar,-benar serius". lagi-lagi Tomi berusaha meyakinkan Yara.
" aku juga tak tau perasaan ini terhadap mu tom, aku masih mengingat kamu sahabat ku".
" Yara aku berusaha soal takdir Jodoh Allah yang menentukan, tolong tunggu aku hingga aku mampu meminangmu".
' ini Tomi sungguhan ya Allah' batin Yara lagi.
" maaf tom aku tidak bisa punya hubungan pacaran". ucap Yara.
" aku juga tak mau kita pacaran, walaupun hubungan ini tanpa keterikatan aku harap kamu mau menungguku". Yara tersenyum di balas senyuman oleh Tomi yang berusaha menetralkan dirinya.
" aku liat keseriusan mu tom yang aku tau dari dulu kamu tak serius dengan satu wanita, playboy".
" maaf Yara aku hanya suka tebar pesona saja bahkan aku tak punya cewek tak ada keterikatan dengan mereka satu pun".
" aku menunggu mu " Tomi menangkupkan tangannya di wajah ia senang tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
" terimakasih Yara tunggu aku hingga aku bisa meminangmu".
__ADS_1
" jangan hanya manis di bibir saja Tomi, aku butuh pembuktian".
" pasti". keduanya kembali mengobrol dan Yara pamit untuk melanjutkan pekerjaannya karena waktu sudah malam.
***
Menikmati malam bersama istri dengan duduk di balkon melihat ke langit bintang bersinar begitu juga bulan saat ini begitu terang. Hamdan memeluk istrinya dari belakang mereka menikmati malam itu.
" mas kia lapar". Hamdan mendelik padahal baru saja tadi makan malam.
" lapar sayang mau makan apa" tanya Hamdan masih memeluk sang istri sesekali mengecup kepalanya.
" mau nasi goreng banyakin toping tapi yang pedas". ucap kia ia menelan ludahnya begitu sangat ingin.
" mau pesan dari kafe atau mas buatkan".
" mau mas aja yang bikin bahannya masih komplit di kulkas untuk topingnya, yang pedes ya mas". ucap kia wajahnya berbinar.
" oke siap sayang, temani mas bikin ya nanti kia yang ngasih aba-aba bumbu dan topingnya mas yang masaknya". kia tersenyum ia senang suaminya rela bikin nasi goreng padahal tak bisa.
keduanya turun dari atas menuju dapur, Abah dan umma sudah beristirahat juga bibik. Hamdan dengan sigap menyiapkan bahan-bahannya kia hanya duduk memperhatikan sambil senyum-senyum.
" masukinnya yang mana dulu sayang". tanya Hamdan masih mengenakan celemek.
" bumbu dulu di tumis dan itu sudah kia letakkan sesuai urutannya". ucap kia sembari makan jeruk.
" oke sayang koki Hamdan siap membuat nasi goreng bumbu cinta". kia terkekeh ia senang suaminya yang tak pernah pergi ke dapur dengan rela sibuk membuat nasi goreng. padahal meski malam begini masih mau karyawan mereka mengantar kan makanan untuk bos nya.
" kia udah ngga sabar makan nasi goreng buatan mas".
" iya tunggu sebentar sayang ". sekitar 20 menit nasi goreng tersajikan senyum termanis di sungging kan oleh kia.
" nasi goreng buatan CEO hamdan sudah siap untuk sang tuan putri". kia terkekeh suaminya selalu bikin ia tertawa.
" MasyaAlloh jarang-jarang makan masakan suami".
" mas kan ngga bisa masak sayang, ini masakan pertama dari tangan mas untuk Istriku tercinta."
" soal rasa jika kita makan bersama insyaAlloh pasti enak, tapi kia senang dengan perjuangan mas" ucap kia Hamdan tersenyum mengusap kepala Zakia.
" udah ayok di makan nanti mas suapin, mau bikin minum apa sayang".
" jus alpukat saja mas"
" oke siap mas ambilkan ya". kia mengangguk.
__ADS_1
makan malam benar-benar malam mereka menghabiskan nasi goreng dengan porsi yang cukup besar.
bersambung