MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
rumah sakit


__ADS_3

Niko bersama para wanita melaju ke rumah sakit menyusul Hamdan dan yang lainnya. Hamdan ngotot ingin menemani istrinya saat berada di ruang UGD namun dokter memerintahkan untuk keluar ruangan. Hamdan terlihat sangat kacau ia khawatir terhadap kandungan istri nya terlebih dengan sang istri.


" tolong bapak tunggu di luar biar kami bisa kerja dengan maksimal". ucap sang dokter yang menangani Zakia.


" selamat kan istri saya dok".


" kami akan lakukan yang terbaik pak, bapak bantu dengan doa. silahkan bapak keluar agar kami cepat lakukan tindakan". lalu dokter masuk.


oksigen di pasang di hidung kia, semua alat sudah terpasang dokter memeriksa.


" apa yang terjadi". tanya Niko kepada Hamdan di ikuti dengan ketiga wanita di belakangnya.


" Zakia mengeluarkan darah". Anita menutup mulutnya tampak terkejut begitu juga dengan yang lainnya.


" astaghfirullah, lalu temannya kia ". tanya Niko lagi saat itu ia hanya melihat Aris yang membopong Aulia.


" Aulia tertusuk perutnya oleh Alex" ucap Hamdan lemas, ia merasa bersalah dalam urusan nya orang lain menjadi korban.


" siapa Alex itu kenapa dia punya dendam begitu dalam dengan mu". tanya Niko penasaran.


" dulu saat sma ia menyukai ku namun aku menolaknya, dan Hamdan juga pernah menolong seseorang yang akan di lecehkan oleh Alex". sambung Anita mengingat sewaktu SMA.


" baji**** ". kesal Niko.


" beberapa hari yang lalu ia mengacaukan kerjaan ku dengan menyuruh orang, ia dendam dengan ku karena aku selalu memenangkan tender". Hamdan dengan lesu memberitahu Niko.


" dasar orang gila, yang salah itu dirinya sendiri kenapa harus di timpakan ke orang lain. masalah bisnis itukan persaingan sehat". ucap Niko ikut kesal apalagi ia mendengar jika Alex pernah menyukai istrinya.


" Aku juga tidak tau kenapa dia begitu dendam dengan ku sampai menyakiti istriku begini. Jika saja soal bisnis ia mau bicara baik-baik denganku pasti aku akan mengajak nya bekerja sama. aku tidak tau jika ia punya maksud justru balas dendam sampai fatal begini". Hamdan memegang kepalanya ia merasa frustasi.


" kak..." ucap Kiran sembari mengusap punggung Hamdan, ia mengingat saat Hamdan selalu memberikan kekuatan apapun yang terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


" tak akan aku biarkan ia lolos, akan membusuk di penjara". ucap Niko begitu geram.


***


Umi dan Abi tidak tidur sampai malam ia menunggu kabar dari Zidan, kedua anaknya tak pulang dari pagi. Zidan hanya menghubungi saat sore jika mereka akan pulang terlambat. Namun hingga tengah malam anaknya tak ada yang pulang dan Zidan tidak mengangkat telepon dari umi.


" coba telepon Zidan lagi bi". ucap umi yang tidak bisa tidur, pikirannya sangat tidak tenang.


" iya tapi Zakia tidak aktif nomornya dan Zidan belum di angkat, Abi coba lagi. Kemana mereka sampai jam segini belum pulang jika memang terlambat kenapa sampai tengah malam". Abi juga gelisah.


" assalamu'alaikum, Abi" Abi lega kini Zidan mengangkat telepon nya.


" wa'alaikumsalam, nak ini sudah tengah malam kenapa kalian belum pulang". tanya Abi begitu penasaran.


" maaf Abi, Zidan dan kia menginap di rumah sakit" ucap Zidan ia tak bisa menyembunyikan sesuatu hal dengan orang tua tak pernah sampai jika ia harus berbohong.


" kia bi ia muntah dan pusing, tapi Abi dan umi tenang tak perlu kerumah sakit, sudah ada Zidan dan Hamdan yang menemani kia. umi dan Abi istirahat di rumah saja ini sudah tengah malam, besok saja jika mau ke rumah sakit." agar orang tuanya tak panik Zidan akhirnya memberitahu jika ia ada di rumah sakit.


" terus bagaimana keadaan kia nak". tanya umi yang merebut handphone nya dari tangan Abi.


" bisa umi bicara dengan kia nak, umi sangat khawatir". Zidan bingung tak mungkin umi nya akan bisa bicara dengan kia, apalagi kia sedang tak sadarkan diri di dalam.


" kia sudah tidur mi, kasihan jika harus di bangunkan. umi dan Abi tenang istirahat di rumah saja besok saja jika mau ke sini, baterai Zidan mau drop Zidan matikan ya mi". Zidan langsung saja memencet tombol berwarna merah di layar handphone nya agar orang tuanya tak banyak bertanya lagi, Zidan tidak pandai berbohong.


" bener apa yang di katakan Zidan mi, sebaiknya kita besok saja ke sana sudah ada Zidan juga Hamdan yang menemani. istirahat saja supaya besok tak bangun kesiangan". ucap Abi ia menurut apa kata Zidan, dalam hidupnya Zidan tak pernah membohongi orang tua jadi apa yang Zidan katakan Abi selalu percaya.


" tapi umi belum tenang bi"


" sini Abi peluk kita tidur, Abi bacakan shalawat". meski sudah tua kemesraan tak pernah hilang dari keduanya, Abi selalu bisa membuat umi jatuh cinta berkali-kali.


masih belum ada kabar juga dari ruangan Aulia, Aulia menjalani operasi karena pisau yang menusuknya cukup dalam. Orang tua Aulia sudah di beri kabar lewat handphone Aulia jika ia akan menginap di rumah kia, Tomi dan Aris akan memberi tahu jujur esok ke rumah orang tua Aulia tentang kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


" bagaimana" Niko datang menghampiri Tomi dan Aris yang masih menunggu di luar ruangan.


" belum keluar dokter belum memberi kabar" ucap Tomi.


" semoga kabar baik lekas terdengar". Niko ikut duduk sebentar di bangku penunggu.


" Bagaimana dengan Zakia" tanya Tomi yang tadi tau ia melihat istri dari temannya itu pucat dan lemas.


" masih di tangani dokter juga, belum ada kabar". Tomi dan Aris mendengus lemah.


setelah hampir satu jam akhirnya Azzam keluar sebagai dokter yang menangani Aulia. sneli masih melingkar di lehernya, sikap tenang merias wajahnya. Memang begitu Azzam apapun yang terjadi di dalam ia tak pernah berwajah muram ataupun sedih.


" bagaimana kak". ucap Niko langsung mengahampiri, Niko adalah keponakan mama Raisa mereka begitu dekat.


" Alhamdulillah operasi nya lancar, pasien akan sadar esok pagi".


"Alhamdulillah" Tomi Niko dan Aris merasa lega mendengar kabar dari Azzam.


"Saya ke ruangan dulu ya mau berganti pakaian," setelah operasi Azzam memang selalu berganti pakaian ia tak nyaman memakai pakaian yang berkeringat. Azzam terkejut melihat Zidan, hamdan dan yang lainnya. Azzam tadi sedang menangani Aulia ia tidak melihat ada Hamdan.


" Hamdan ada apa". Azzam masih memiliki pertanyaan, ia tadi langsung menangani Aulia jadi belum mendapatkan jawaban nya.


" kia pingsan kak" ucap Hamdan cepat, namun Azzam tidak begitu percaya saja.


" apa ada hubungannya dengan wanita yang tertusuk tadi". Hamdan mengangguk lemah.


" astaghfirullah ada apa".


" kia di culik kak" Azzam melotot seperti tak percaya mendengar ucapan Hamdan.


" ya sudah besok saja kakak tau cerita nya, kakak masuk ke dalam dulu". ucap Azzam ia tak ingin meneruskan karena juga melihat Hamdan yang lusuh. pastinya Hamdan masih syok jiwanya tak tenang masih menyimpan amarah.

__ADS_1


____


bersambung


__ADS_2