MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
empat bulanan


__ADS_3

Hari dimana akan di adakan nya syukuran empat bulanan kia di rumahnya Abah, kia menggunakan pakaian terbaik yang di desain oleh sahabatnya bernama Nafisha. Gaun berupa gamis berwarna Sage yang sangat indah itu di kenakan oleh kia dengan cadar dan jilbab senada, kesannya sederhana tapi terlihat mewah di padukan dengan sedikit mutiara. Istri dari CEO muda yang sukses itu terlihat sangat cantik mempesona, apalagi sang suami yang menggandeng istri ia tak henti memuji Zakia. Hamdan mengenakan kemeja semi Koko yang warnanya senada dengan gaun kia, pasangan yang serasi. Mau sesederhana apapun namanya Hamdan seorang CEO ia tak bisa, karyawan nya banyak tak mungkin tak ia undang untuk makan enak begini. ini bentuk syukur lebih banyak yang mendoakan akan lebih baik.


" sayang kamu cantik". kia tersenyum di saat banyak orang Hamdan sempat menggodanya.


Banyak pasang mata melihat ke arah bos dan istri, acara pengajian yang di isi oleh Abi nya Aisha. Makanan yang di sediakan dari kafe seperti biasa mereka di minta bekerja keras lalu di beri bonus esoknya kafe akan libur. Karyawan bersorak senang mereka mengerjakan nya dengan semaksimal mungkin.


Acara demi acara terlewati, Hamdan dan kia menemui banyak tamu. Sampai di para sahabatnya, kia senang melihat Aulia datang di acaranya itu tandanya Aulia sudah benar-benar sembuh. Tak ada yang tau kedatangan Aulia bersama siapa karena Aris langsung menghampiri Abah ia berterima kasih sama Abah tak sia-sia ia berguru ke Abah.


" Aulia kamu datang sama siapa, sudah sembuh ya Allah aku senang sekali." kia memeluk sahabatnya itu.


" Sama kak Aris tadi". semua mata melotot menuju ke arah Aris, heran saja.


" aku ada hadiah buat kalian semua". aris menoleh ke arah Aulia dan Aulia mengambil sesuatu dari tasnya.


" Ini buat kalian". Aris dan Aulia mengulum senyum, semua berebut untuk melihat undangan itu. hanya satu undangan namun di tujukan kepada semuanya. Tiba-tiba Tomi memukul Aris membuat semua bingung.


" kenpa tom".


" kamu tak tau di untung Aris, kurang ajar bisa-bisanya kamu mendahului ku". semua justru malah tertawa melihat adegan mereka berdua berkelahi.


" Aulia gimana cerita nya, kemarin kamu bilang mau menerima perjodohan orang tuamu kenapa kamu malah sama kak Aris". tanya kia heran.


" Aku juga ngga tau kia, ternyata laki-laki yang mau papa jodohkan dengan ku itu kak Aris. papa ku dan papa kak Aris berteman, kak Aris anaknya teman papa". jelas kia yang di dengar oleh semua.


" MasyaAlloh Aulia jodoh memang tak akan kemana ya, Alhamdulillah kita akan terus bersama-sama Aulia". kia kembali memeluk Aulia.


" sory tom aku juga ngga tau, ternyata Aulia ini anak teman papa yang akan di jodohkan denganku. awalnya aku menolak ketika aku di ajak untuk menjenguk anak teman papa. aku juga kaget ternyata Aulia." Tomi lalu merangkul sahabatnya itu.


" selamat ya kawan kali ini aku kalah dengan mu".

__ADS_1


" bukan kalah menang tom mungkin memang jodohku sudah dekat saja." mereka tertawa masih saja tak percaya dengan Aris.


" Bagaimana kamu dengan Yara kenpa tak kamu pinang saja Yara"


" sepertinya ceritaku akan dibikin nyesek sama kak Feni, kamu beruntung tiba-tiba dapat jodoh yang kamu cintai" .


" yang sabar ya tom, jangan keras-keras nanti kak Feni dengar".


' eh aku dengar ya kalian ini ghibahin penulis' kata penulisnya ia masih melotot jam segini pantengin siapa saja yang demen like novel kak Feni, apalagi yang kasih banyak komentar semoga di murahkan rezeki nya dan di beri kesehatan selalu.


Kabar baik satu persatu terdengar sungguh mereka semua di kelilingi kebahagiaan. Tak ada yang menyangka jika Aulia akan sama Aris, Aulia juga ia tak pernah berfikir jika akan menikah cepat menyusul sahabatnya.


Namun ada yang sangat resah dengan di bebaskan nya Alex, ia di bebaskan dengan jaminan oleh kakaknya Alex yang bernama Robert. Rendi tidak tau jika Alex sudha bebas, Rendi baru tau saat ia berangkat ke kantor siang tadi. Rendi berada di tengah-tengah sahabat nya yang bahagia, ia tak ingin merusak kebahagiaan ini. Rendi hanya ikut tersenyum saja namun pikirannya masih mengarah ke Alex , ia bisa mencelakai Hamdan ataupun kia kapanpun.


" ada apa ren sini ayo kita minum". minum Yang mereka maksud adalah orange jus bukan minuman layaknya kumpulan para CEO.


Hamdan menuntun kia untuk duduk nampaknya kia kelihatan lelah ia dari tadi berdiri menemui tamu yang lainnya. Senyuman para keluarga, para karyawan, para tetua juga anak-anak yatim yang sangat senang makan dengan lahap.


" kakak ada rahasia yang ingin aurel katakan". gadis kecil itu sangat lucu.


" apa sayang".


" kak Hamdan suka dengan kakak itu sejak lama, kak Hamdan selalu memandang kakak di setiap kesempatan dan kakak tau Aurel tak boleh cerita sama kakak. Kak Hamdan takut jika kakak tau". kia terkekeh Hamdan hanya nyengir saja ia di permalukan oleh anak kecil itu.


" katanya rahasia kenapa kamu beritahu kan ke kakak". tanya kia menatap Aurel.


" karena rahasia nya sudah kadaluarsa". kia menatap ke suami nya.


" rahasia kok bisa kadaluarsa sih".

__ADS_1


" iya kak Hamdan udah lama ngga kirimin Aurel coklat jadi ya sudah kadaluarsa". Hamdan menganga ada aja Aurel bisa-bisanya kadaluarsa itu rahasia.


" maaf sayang kakak takut jika Aurel kebanyakan makan coklat nanti Aurel giginya sakit makanya kakak kirimkan makanan yang lain". ucap Hamdan mengusap kepala Aurel.


" Aurel kan maunya cuma coklat". kia terkekeh kembali.


" maafin kakak sayang, rahasia nya jadi kadaluarsa deh. terus negosiasi kita gimana". tanya Hamdan.


" batal dong kak, kakak tak tepat janji". Hamdan terkekeh ia kalah dengan anak kecil untung saja sekarang kia itu istri nya jika benar kia istri zidan bisa kena timpuk zidan itu.


" Aurel mau coklat". Aurel mengangguk senag matanya berbinar.


" tunggu sebentar ya nanti biar kak Zidan yang Carikan". akhirnya kia meminta kepada zidan mencarikan coklat untuk Aurel, Zidan keluar mencarinya coklat yang banyak untuk semua anak yatim.


" kamu kenapa sih ren sejak tadi diam saja gelisah, ada yang kamu pikirkan". akhir nya rendi menarik Tomi agar mendekat.


" tom kabar mengejutkan aku juga ngga tau kok bisa jadi begini".


" jangan berbelit ren cepat ceritakan". pinta Tomi ia penasaran.


" Alex di bebaskan dengan jaminan"


" apa maksudnya ren, kasus sebesar itu Alex bisa lolos". geram Tomi.


" aku juga baru tau tadi siang saat ke kantor".


" ya Allah apakah Alex masih akan mengancam nyawa Hamdan dan keluarga nya".


___

__ADS_1


bersambung


__ADS_2