
Hari ke dua Tomi menyamar sebagai pekerja proyek, sudah siap perekam yang ia taruh di bajunya dan di lengkapi kamera yang di hubungkan oleh laptop Zidan di kantor. Untung saja Tomi langsung nyambung ketika di beri arahan oleh Dodi untuk mengerjakan tugas nya.
" Langsung kamu laksanakan ya biar pengerjaan cepat selesai dan ingat jangan di kasih full bahannya". ucap Dodi.
" siap pak ". telepon genggam Dodi berbunyi dari siapa lagi kalau bukan Alex.
" halo bos".
" bagaimana masih aman kan, jangan lupa laksanakan dengan sangat rapi".
" baik pak itu pasti "
" saya tranfer bayaran kamu separoh dulu jika semua beres separoh nya saya tranfer lagi".
" baik bos Alex terimakasih".
' Alex ' batin Tomi, dia ingat jika itu adalah temannya saat SMA.
Tomi langsung memberi pesan ke Zidan bahwa biang dari masalah mereka adalah Alex. Zidan pun langsung ingat kalau Alex adalah orang yang kemarin ikut dalam tender besar ini.
" ada masalah apa sebelumnya dengan hamdan sampai ia berbuat seperti itu bahkan dodi pun mau di jadikan bonekanya". gumam Zidan.
Tomi pura-pura pingsan ketika ia mengangkat barang yang berat.
bugh
" ada apa" teriak Dodi ketika melihat Tomi terjatuh.
" maaf pak kepala saya pusing".
" jika kamu tak bisa kerja berat begini kenapa kamu ikut kerja dalam proyek ini, siapa kemarin yang memasukkan kamu di sini". teriak Dodi, Tomi mencari jawaban.
" bos Hamdan pak "
' songong sekali bocah ini, liat aja nanti'. batin Tomi.
" lebih baik kamu pulang kami tak perlu pekerja seperti kamu, saya yang akan bicara pada bos". ucap Dodi dengan keras.
" jangan pak lalu saya mau kerja apa pak, orang tua butuh makan". rengek Tomi berpura-pura.
" pergi sana jangan tampakkan lagi muka mu di sini". ucap Dodi mengusir Tomi.
Akhirnya Tomi dengan langkah gontai meninggal kan tempat itu. ia langsung naik ojek menuju kantor, Tomi geram seperti tak sabar.
__ADS_1
Tomi langsung masuk ke dalam kantor tanpa ia harus berganti pakaian membuat semua karyawan heran. terlihat sangat lusuh.
" tom kamu ngapain pakai pakaian begitu masuk kantor" tanya Hamdan heran dengan kostum Tomi, Tomi tak sabar ingin membongkar semuanya. Tomi menarik Hamdan ke ruangan Hamdan bosnya itu, dipanggil nya Zidan.
kemudian Zidan menerangkan semuanya dari awal, dan di berikan rekaman kemarin dan saat ini. Hamdan sangat tersulut emosi apalagi tau jika Alex adalah penyebab utama.
" aku di usir tadi sama tu Dodi tak sabar aku membongkar kebusukan dia"
" sebenarnya kita sudah punya bukti kuat jika harus membongkar saat ini juga" ucap Zidan.
" terus apa yang akan kita lakukan selanjutnya"
" sebelum semuanya berlanjut dan kita mengalami rugi besar, lebih baik segera di hentikan". ucap Tomi memberi saran.
" kalau gitu sekarang kita ke proyek, kita bawa Dodi ke hadapan Alex". ucap hamdan.
" baik ayo". Tomi bersemangat.
" kamu tak ganti baju tom pakai baju itu aja".
" iya tak apa, hayuk biar cepet selesai" ucap Tomi.
Mereka bertiga berangkat ke proyek bersamaan dengan menaiki mobil Zidan.
" mau aku ke kirim ke Yara, ha....". ucap Hamdan.
" jangan Hamdan gila kamu, aku malu hamdan. kamu tau sendiri kan bagaimana aku selalu cool " ucap Tomi membuat Zidan dan hamdan tertawa.
" jangan suka mainin cewek tom apalagi itu Yara sahabat kita"
" sekarang tidak lah Hamdan aku serius dengan Yara". ucap Tomi dalam perjalanan.
" kalau serius cepetan halalin tom jangan lama-lama". ucap Hamdan.
" pasti aku halalin tapi mungkin nanti, Yara masih menikmati kesendirian nya ia nyaman bekerja di kafe kamu". ucap Tomi.
" jangan sungkan jika butuh sesuatu langsung bilang ke aku tom". Hamdan yang tak pernah absen membantu para sahabatnya.
" jangan kawatir bro pasti kamu yang pertama aku kasih tau".
_
_
__ADS_1
Semua pekerja sedang serius Dodi masih asyik memberi pengarahan pada pekerjanya, Dodi ini adalah mandor yang telah di percaya beberapa tahun oleh Hamdan biasanya pun ia tak pernah melakukan kesalahan berbuat curang. Para pekerja melihat Hamdan sudah berdiri di belakang Dodi, mereka memberikan kode kepada Dodi namun Dodi tak ngerti jika itu kode. Hamdan menepuk bahu Dodi dari belakang, Dodi menoleh ke arah Hamdan.
" oh bos sudah dari tadi" Dodi berpura-pura jika tidak ada apa-apa.
" sudah dari semenjak kamu berbicara," ucap Hamdan masih berusaha tenang padahal dalam hatinya ia geram, Hamdan paling tak suka pengkhianatan. Dodi melihat ke arah Tomi ia berfikir Tomi yang mengadukan kepada Hamdan jika Tomi di usir oleh Dodi.
" pekerja ini yang anda rekomendasi kan tidak bisa bekerja dengan baik". ucap Dodi menunjuk Tomi, Tomi diam saja ia berdiri di belakang Hamdan.
" ya pasti karena ini bukanlah keahliannya". ucap Hamdan.
" ayo kamu ikut saya Dodi" Hamdan mengajak Dodi menuju ke arah mobil.
" ada apa pak, ada masalah lain" tanya Dodi sedikit panik.
" iya ada antarkan ke tempat bos mu" ucap Hamdan masih dengan nada tenang.
" bos, maksudnya pak. Anda bos saya." Dodi sudah di giring ke dalam mobil, Tomi duduk di sebelah Dodi Zidan langsung mengunci mobil.
" katakan pada kami kenapa kamu menjadi pengkhianat begini, di beri imbalan seberapa besar kamu oleh Alex hingga rela kamu akan kehilangan pekerjaan mu." ucap Hamdan sudah mengeratkan rahang rasanya emosinya memuncak kala ia tau ada pengkhianat di perusahaan nya.
" ayo katakan jangan diam saja". bentak Tomi yang sudah geram.
" ini adalah Tomi ia bekerja di perusahaan sudah beberapa Minggu, atasan kamu. ia melakukan penyamaran ketika merasa janggal dengan apa yang kamu kerjakan". ucap Hamdan.
" sudahlah jika kamu tak mau mengatakan nya kita langsung ke kantor polisi saja" ucap Tomi menakut-nakuti.
" i iya akan saya katakan tapi tolong jangan bawa saya ke kantor polisi". ucap Dodi wajahnya sudah sangat ketakutan.
" tuan Alex yang membayar saya untuk menghancurkan proyek bapak". kata Dodi dengan sedikit gugup.
bugh
Tomi tak sabar melayangkan bogemnya di wajah Dodi. membuat Dodi kesakitan untung saja di dalam mobil jika di luar sudah pasti Dodi akan tersungkur ke bawah.
" kenapa kamu mau melakukan hal keji seperti ini, apa kurangnya bos Hamdan terhadap mu. gaji mu sudah naik bahkan lebih banyak dari para pekerja, kamu ingat siapa yang menolongmu saat kamu tak ada perkejaan. bos Hamdan kasihan padamu makanya ia mau memperkerjakan mu". ucap Zidan yang rasanya juga ingin melayangkan bogem untuk Dodi, beda dengan Hamdan ia selalu tak tega. Dodi menunduk ia sangat malu dengan Hamdan.
" iya pak saya minta maaf, saya khilaf". dodi menangkupkan tangannya di depan wajahnya memohon ampun.
____
bersambung
beri komentar kak untuk novel ini, penulis masih belajar untuk membuat karya.
__ADS_1
trimkasih🥰.