
Banyak sekali kolega bisnis yang datang, meski ini bukan untuk pertama kalinya bagi Hamdan ia terasa gugup juga. Tender besar ini adalah impian setiap semua perusahaan, nama Hamdan mulai muncul sebagai pengusaha termuda saat ia pernah memenangkan tender besar tahun lalu. kini proyek besar lagi di buka oleh perusahaan Dirgantara, Hamdan sudah mempelajari nya dengan detail sebelum ia berangkat untuk meeting. Ada satu yang tidak bisa berdamai dengan Hamdan yaitu Alex dulu kakak kelas Hamdan sewaktu SMA. Hamdan kelas satu dan Alex kelas 3, Hamdan berhasil menghalau Alex saat akan mengerjai adik kelasnya geng Alex begitu kotor suka bermain dengan wanita. Alex juga pernah menyukai Anita namun Anita menolak Alex karena Anita menyukai Hamdan sejak SMA.
" Terimakasih bagi kalian yang sudah bersedia datang atas undangan saya, silahkan ajukan proyek kalian masing-masing jelaskan dengan detail agar saya bisa menilai mana yang lebih layak". ucap Tara selaku CEO dari perusahaan Dirgantara.
Semua CEO ternama sudah mengajukan proyeknya masing-masing tanpa terkecuali sekitar 10 undangan perusahaan terbaik yang di undang. Banyak sekali yang kagum dengan penampilan hamdan ia begitu detail menjelaskan bagaimana proyek itu harus berjalan. Hamdan adalah seorang CEO termuda namun pekerjaan nya tak diragukan lagi terbukti mereka yang telah bekerja sama dengan perusahaan Hamdan semua senang. Hamdan tak hanya memikirkan keuntungan untuk dirinya saja. Tapi ia selalu menerapkan sistem berbagi, maka nya perusahaan Hamdan berkembang begitu sangat pesat. Tara juga kagum dengan Hamdan bahkan penyampaian Hamdan terlihat tidak kaku dan tenang, Tara dari awal sudah sangat penasaran dengan Hamdan. nama Hamdan muncul di dunia bisnis belum lama ini, apalagi namanya melambung saat majalah bisnis menyatakan jika pengusaha muda Hamdan telah menikah dan wanitanya adalah wanita bercadar.
" Baiklah kalian semua luar biasa, proyek yang kalian ajukan semuanya saya acungi jempol. tapi di sini dunia bisnis bukan kalah dan menang. dengan berat hati saya tetap harus memilih satu di antara kalian yang menurut saya lebih saya terima dalam logika saya. Maaf sekali lagi, kali ini tender yang akan kami ajak kerja sama yaitu dari CEO hamdan". Hamdan yang mendengar cukup kaget tak di sangka dia yang akan memenangkan tender itu, tepuk tangan meriah dari semua kalangan bisnis dan memberikan selamat kepada Hamdan hanya satu yang tak suka dengan diri Hamdan yaitu Alex sejak lama ia menyimpan dendam tanpa Hamdan ketahui.
" Alhamdulillah, terimakasih tuan Tara terimakasih banyak ini kejutan luar biasa untuk saya". ucap hamdan.
" Aku suka dalam penyampaian mu juga rencana dari proyek ini, semoga kita bekerja sama dengan baik". Tara akhirnya bersalaman dengan Hamdan dan seluruh CEO yang lain kemudian ia meninggal kan ruangan.
Para ceo masih saja mengobrol dengan Hamdan, ia tak pernah sombong. Hamdan pun berbagi pengalaman kepada setiap CEO yang lain. Hamdan pun punya slogan yang sangat ia kagumi, Pekerjaan apapun bisa saja di tiru tapi rezeki sudah ada yang membaginya. Tak ada yang bisa meniru rezeki kita, semuanya sudah di atur oleh Allah kita di perintahkan hanya untuk ikhtiar saja selanjutnya Allah yang memberi keputusan atas kelayakan kita menerima rezeki itu.
Canda tawa bergulir hingga akhirnya waktu hampir saja ashar, Hamdan pamit ia akan menjemput istrinya terlebih dahulu di kafe sebelum pulang. Zakia pun sudah menunggu suaminya, Hamdan dan Zidan belok ke masjid dulu. adzan ashar sudah berkumandang, Zidan sudha tau kebiasaan Hamdan jika adzan berkumandang sebaiknya menepi untuk melakukan shalat terlebih dahulu.
Zakia sudah bersiap untuk pulang, ia tak akan pergi jika suaminya belum satang. beberapa menit lalu Hamdan mengirimkan pesan jika ia akan segera tiba. Sesampainya di kafe Hamdan langsung mencari istrinya, kia ada di depan sedang berada di tempat kasir ia mengganti kan Rini sebentar karena Rini masih melaksanakan shalat ashar. Hamdan yang datang langsung memeluk kia di saksikan oleh karyawan yang lain seakan Hamdan benar-benar lupa karena hari ini ia sangat bahagia.
" terimakasih sayang semua atas doa mu". Para pengunjung dan karyawan pun sempat melihat adegan mesra mereka, Zahwa yang tepat si depan matanya hanya menelan ludah melihat suami istri itu sedang berpelukan.
" mas ini di luar bukan di dalam". Hamdan kaget ia tertawa kecil lupa jika ini tidak di ruangan.
" maaf aku lupa," ia melihat sekeliling karyawan nya kikuk mengalihkan pandangan untuk melanjutkan pekerjaan takut di marahin bos, padahal selama mereka bekerja di situ Hamdan tak pernah marah.
__ADS_1
" mentang-mentang sudah halal sampai lupa tempat". zidan mencebik melihat adik iparnya main sosor aja.
" he... enaknya begini kakak ipar kalau sudah halal" .
" bikin spot jantung Zahwa tuh kalau di luar lihat toh karyawan Lo liat semua". karyawan yang mendengar terkekeh.
" Zahwa akan biasakan kak Zidan, hitung saja ini tadi latihan biar ngga jantungan". ucap Zahwa sambil cengengesan.
" kenapa mas senang sekali".
" Alhamdulillah sayang hari ini mas menang tender lagi,".
" Alhamdulillah tetap di jalur yang Allah ridhoi ya mas".
" yuk pulang sudah sore".
" laju langsung angkut". ucap Zidan.
" jangan syirik kakak ipar, istri itu harus nurut suami". Zidan hanya mencebik saja, kini pasti hamdanlah yang menang. ia yang lebih berhak atas kia sekarang.
" iya mas tunggu sebentar kia lagi menggantikan Rini, ia sedang shalat ashar pengunjung juga lagi banyak tuh". kia menunjuk ke arah pengunjung yang sudah berjejer banyak. Hamdan cengengesan nampaknya adegan pelukannya menjadi konsumsi publik.
" Zahwa kamu sudha shalat". tanya Hamdan.
__ADS_1
" belum kak, tadi kafe sangat ramai jadi Rini duluan yang shalat".
" Zahwa ingat shalat itu harus di dahulu kan minta bantuan yang lain untuk menjaganya, jangan terlalu menunda shalat lihat itu sekarang jam berapa. Para pembeli pasti ngerti jika kasir sedang shalat". Hamdan menjelaskan ia tak ingin karena sibuk nya bekerja karyawan nya sampai melupakan shalat.
" Baik bos Zahwa shalat kebelakang dulu". Hamdan mengangguk.
" aku pulang dulu ya, nitip adikku".
" pasti itu kakak ipar tenang saja pasti aman bersama ku".
" aman apanya pasti kamu sudah memporak porandakan kia". Hamdan terkekeh.
" kakak..." kia malu mendengar ucapan Zidan. Zidan hanya cengengesan.
" wajib kakak ipar hukumnya, menanam saham". Hamdan kembali menggoda istrinya. kia pun memukul lengan suaminya ia malu di bully oleh kakak dan suaminya.
Hamdan pamit dan pergi pulang.
bersambung
Senin kakak pembaca jangan lupa tinggalkan jejak vote.
terimakasih 🥰.
__ADS_1