
Mr Jack sudah siap mengantar sang istri ke rumah sakit, ia tak pernah absen menunggui Almira saat bekerja membuat iri para staf rumah sakit. saat makan pun Jack menyuapi Almira tanpa ada rasa malu walaupun ia seorang CEO. Sesampainya di rumah sakit sudah berjejer pasien, ada yang mau sekedar hanya konsultasi saja ataupun periksa kehamilan.
suara dering telepon Almira terdengar Jack yang mengangkatnya.
" halo Hamdan ada apa". tanpa salam Jack mengangkat karena pasti ada hal darurat.
" Mr Jack di mana kak Almira" tanya Hamdan langsung.
" Almira sedang praktek banyak sekali pasiennya".
" ya Allah istriku sakit aku mau kak Almira yang menangani". ucap Hamdan panik.
" sebentar bicara langsung sama istri ku". Jack memberi kode pada Almira yang sedang menangani pasien, Almira segera menyelesaikan pemeriksaan nya.
" ada apa mas".
" Hamdan telepon kamu dengar sendiri saja". ucap Jack karena Jack tak bisa mengambil keputusan pasien lumayan banyak.
" halo ada apa hamdan". tanya Almira ia menghentikan suster memanggil pasiennya.
" kakak di rumah sakit? kia sakit kak Hamdan bawa ke kakak ya". padahal yang di khawatir kan lagi enak-enak nya ia molor lagi.
" iya bawa ke sini saja lewat pintu belakang ya kalau depan kamu harus ngantri". ucap Almira kemudian menutup teleponnya.
" ya ampun kia jangan pingsan dulu sayang". kia menggeliat ia ngantuk semalam tak nyenyak harus bolak balik ke kamar mandi.
" apa mas kia tak pingsan kia ngantuk mas kalau mataku terbuka masih pusing dan mual".
Hamdan langsung menuju ke ruangan Almira lewat pintu belakang sudah di tunggu oleh Jack.
" kenapa kia wajahmu pucat sekali". Almira memang melihat kia pucat.
" aku tidak apa-apa kak mungkin lelah saja mas Hamdan yang terlalu khawatir".
" apa yang kamu rasain sekarang"
" dari semalam aku mual muntah dan pusing mungkin lambungku bermasalah kak".
" sudah telat berapa Minggu haid". kia menoleh ke arah Hamdan ia tak berfikir sampai ke arah itu beberapa bulan menikah memang rasanya ia baru kali ini terlambat datang bulan agak lama.
" baru dua Minggu kak telatnya tapi itu biasa buat kia kadang maju kadang juga mundur". Almira tersenyum ia menyuruh kia berbaring di ranjang untuk USG.
" semoga tebakanku benar Zakia". kia hanya terdiam di ikuti Hamdan menuju ranjang.
Almira mengoles jel yang biasa ia gunakan untuk USG, di gerakkan nya alat itu di atas perut kia Almira tersenyum tampak di layar ada janin masih sebesar kacang tanah. Almira terus menelusuri hingga ia yakin bahwa itu adalah janin.
" kalian liat itu di layar gumpalan sebesar kacang tanah itu adalah janin calon anak kalian". kia dan Hamdan kaget tak di sangka kia akan cepat hamil.
__ADS_1
" maksud kak Almira kia Hamil kak". tanya Hamdan antara percaya dan tidak.
" iya Zakia hamil umurnya masih 6 Minggu" ucap Almira sambil tersenyum.
" ya Allah Alhamdulillah" Hamdan langsung mencium kening Zakia.
" kita akan punya anak sayang, terimakasih ya". luluh lah air mata Zakia menunjukkan bahwa ia bahagia.
" jangan nangis kamu tak suka hamil secepat ini". kia lalu tersenyum dengan air mata yang masih menetes.
" ini air mata kebahagiaan mas". kembali Hamdan mencium kening Zakia.
" makan makanan sehat, minum vitamin dan susu ibu hamil. ini kakak kasih kamu obat pereda mual, semoga sehat selalu ibu dan bayinya".
" terimakasih kak almira"
" Hamdan di jaga istrimu, ibu hamil itu labil karena perubahan hormon".
" iya kak insyaAlloh Hamdan selalu jaga Zakia".
" kak almira terimakasih". ucap Zakia.
" kami permisi ya kak, nampaknya di luar masih banyak sekali pasien. tak baik jika aku lama-lama ".
" iya, telepon langsung jika ada apa-apa".
" sakit apa istrimu Hamdan". tanya Jack yang penasaran.
" sakit manja"
" issshhh... model sakit apaan itu ada-ada aja" Hamdan nyengir ia langsung pamit pergi membuat Jack jadi penasaran.
Di luar Hamdan bertemu dengan Azzam yang akan visite pasien pasca operasi kemarin. Azzam berhenti sebentar menyapa Hamdan dan kia.
" ada apa di rumah sakit, siapa yang sakit Ndan? ". tanya Azzam.
" kia kak sakit yang di nanti".
" sakit kok di nanti oh kakak tau kia hamil".
" kakak kok langsung bisa nebak".
" ya iyalah sakit apaan kalau bukan itu untuk pasangan baru. selamat ya semoga sehat ibu dan bayinya hingga melahirkan".
" aamiin ya rabbal alamin terima kasih kak Azzam".
" okey kakak visite pasien dulu, "
__ADS_1
" iya kak selamat bekerja kami akan langsung pulang".
Di perjalanan Hamdan tak melepaskan kia, ia nampak sangat bahagia dengan kabar baru ini.
" sayang mau makan apa" tanya hamdan.
" tak mau kia mau istirahat mas, kepala ku pening". kia menyenderkan kepalanya di dada suami.
" ya sudah istirahat dulu nanti mas bangunin kalau sampai ke rumah."
Mungkin karena terlalu lelah dan lemas Zakia masih tidur, mobil sudah sampai di depan rumah Abah. Hamdan tak tega melihat istrinya yang tertidur pulas karena semalam susah sekali tidurnya. Hamdan akhirnya mengangkat istrinya untuk di bawa ke kamar, bertemu umma di depan.
" ada apa dengan menantu umma Hamdan". Hamdan memberi kode umma agar tak bicara keras-keras. umma terus mengikuti Hamdan hingga ke kamar, umma begitu khawatir melihat kia harus di gendong Hamdan.
Setelah meletakkan kia di ranjang Hamdan meminta umma agar keluar dari kamar bicara di luar. Hamdan merapikan istri nya melepas sepatu dan cadar agar tak kesusahan saat tidur.
" umma tenang dulu ya," terlihat Abah juga menghampiri Hamdan.
" ada apa dengan kia Hamdan, ia sakit apa" Abah juga panik.
" kasih tau ngga ya".
" jangan becanda Hamdan, ini serius itu menantu umma". umma tampak kesal Hamdan justru malah senyum-senyum sendiri.
" Alhamdulillah ma kia hamil" Abah dan umma terkejut.
" jangan becanda Hamdan"
" umma ini di kasih tau malah ngga percaya, ya sudah kalau gitu Hamdan mau temenin KIA dulu".
" Alhamdulillah ternyata jagoan abah bisa bikin wanita hamil juga".
" issh... Abah ini, Hamdan itu laki-laki normal bah". Hamdan kesal selalu saja Abah menggoda anaknya itu mereka sering tak akur.
" jaga baik-baik istrimu nak, kamu sekarang sudah dewasa apalagi sebentar lagi menjadi seorang ayah". ucap Abah memberi nasihat.
" iya Abah trimakasih wejangannya, Hamdan akan jaga kia selalu. menantu kesayangan Abah dan umma melebihi sayangnya dari pada anaknya". jawab Hamdan yang membuat Abah terkekeh selalu saja Hamdan ini bisa ngeles.
" Alhamdulillah beneran ya yang kamu bilang Hamdan menantu umma hamil, semoga sehat ibu dan bayinya akhirnya umma punya cucu juga". umma menangis sejenak mengingat Hanafi.
" bahagia umma jangan nangis ya Hamdan tak mau liat umma menangis".
Umma mengangguk kemudian di peluk Hamdan, Hamdan tau jika umma nya pasti mengingat kakaknya Hanafi.
__________
bersambung
__ADS_1