MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
dosa jariyah


__ADS_3

Setelah menikah baru kali ini Zakia di bonceng motor oleh suaminya, itu keinginan kia ia tak mau naik mobil. Sesampainya di tukang rujak ia meminta Hamdan berhenti, makan rujak di tempat nya tanpa di bungkus.


" mang rujak satu ya". pesan Hamdan. mamang rujak mengangguk mengiyakan.


" kenapa cuma pesan satu mas, mas ngga mau" tanya Najwa ia sudah tak sabar melahap mangga muda udah bikin menelan ludah dari rumah.


" romantis kalau makan sepiring berdua sayang, mas nyicip aja".


" ya udah nanti bisa nambah kita makan sepiring berdua". meski sore cuaca sedikit gerah, Hamdan bukan tak terbiasa jalan pakai motor namun kali ini motor yang di naiki motor bebek dan tak bisa melaju kencang sedari tadi hanya mengibaskan kerah bajunya saja.


" kenapa mas gerah ya".


" iya panas sayang, kamu ngga kepanasan". ucap Hamdan ia melihat istrinya dengan pakaian tertutup sekali. ia yang hanya memakai kaos saja merasa sangat kepanasan.


" ngga lah mas, ini ngga panas". Hamdan mengusap kepala istri nya ia bersyukur istri nya menjaga dirinya dengan sangat baik, hanya Hamdan yang bisa menikmati kecantikan dan kemulusan kulit sang istri.


Pesanan sudah datang Zakia memakan nya dengan sangat lahap, hamdan yang melihat hanya meringis saja.


" istrinya hamil ya dek, lahap bener makannya". tanya mamang rujak yang sedari tadi tak sengaja memperhatikan mereka.


" iya mang Alhamdulillah".


" sehat-sehat ibu dan bayinya hingga melahirkan ya dek".


" aamiin terimakasih mang". mamang mengangguk tak lupa menyunggingkan senyum.


" oh iya ini adek yang suka ke sini sama mas Zidan itu kan, adek ini kakaknya atau adiknya. wah mas Zidan pasti senang ya istri nya hamil gini". kia tertawa namun tidak dengan hamdan ia merengut kesal.

__ADS_1


" mang, kak Zidan itu kakak saya yang benar dan ini suami saya". ucap kia menjelaskan ia tak mau suaminya tambah emosi mengingatkan ia di masa kebodohannya.


" oh maaf mamang ngga tau, lagian kalian seperti suami istri. mas Zidan orang nya tampan adek di lihat dari matanya saja juga pasti sangat cantik". mamang itu menatap kia beberapa detik, kia masih menahan tawa melihat Hamdan mukanya yang sudah di penuhi marah.


" apa aku kurang tampan untuk menjadi pendamping Istriku mang". kia mengusap lengan suaminya agar tak meletup emosinya.


" bukan tampan tapi lumayan lah, "


" kenapa cuma lumayan mang," kia terkekeh geli melihat suaminya.


" lumayan sangat tampan tak ada saingannya di sini, mamang belum selesai ngomong tadi" Hamdan menoleh ke arah kanan dan kiri, yang berlangganan rujak saat itu cewek semua.


" mang aku lebih tampan dari Zidan kan".


" i iya adek ini tampan, ngga mungkin kan wanita cantik seperti adek ini punya suami jelek". Hamdan membusungkan dadanya ia pede tingkat kabupaten. Kia dari tadi hanya terkekeh saja.


***


Di kamar ukuran empat meter itu Aulia masih menyunggingkan senyumnya, entah apa yang di rasakan nya ia terlihat begitu bahagia. kejadian yang baru saja di alami hingga akan meregang nyawanya membuat ia menemukan kebahagiaannya. Tak di sangka seseorang yang orang tuanya jodohkan adalah Aris teman dari suami sahabatnya. cinta itu tumbuh begitu saja saat di rumah sakit, Aris dengan sabar menunggu Aulia meski ia tak mengenal nya. Kini sama yang di rasakan Aris ia tak henti berkaca lewat handphone nya, senyum-senyum sendiri seperti tak waras.


' assalamu'alaikum Aulia sedang apa' Ting suara notifikasi pesan di handphone Aulia berbunyi. Aulia pun langsung membukanya ia pikir adalah Zakia.


' wa'alaikumsalam kak lagi di kamar ' polosnya Aulia menjawab pesan dari Aris. ia pun juga tersenyum senang.


' kakak mau tanya tapi Aulia jawab iya ya ' Hua.... Aris maksa tuh pembaca.


' kenapa Aulia harus bilang ya kak '. Aulia mengerut kan keningnya berulang kali ia membaca pesan Aris.

__ADS_1


' kakak mau pernikahan kita di percepat '. Aulia melotot Aris to the point tak ada manis-manisnya, kayak le mineral gitu.


' kenapa kak buru-buru amat aulia sebentar lagi lulus apa ngga lebih baik setelah Aulia lulus kak, Aulia ingin fokus'.


' adek tau ngga yang namanya dosa jariyah '. wkwkwk pakek caramah segala Aris pasti ini belajar ngegombal dari Abah nya Hamdan.


' dosa yang terus menerus kan, lalu apa dengan hubungan kita kak. kita ngga ngelakuin apa-apa kan kak'. Aulia dengan polosnya membalas pesan Aris.


' yang kita lakukan sekarang ini termasuk dosa jariyah ' Aris mencoba merayu Aulia ia pantang menyerah.


' kok bisa kak kenapa begitu '.


' karena di saat kakak ada di sini selalu mengingat mu, di saat kakak menelepon atau mengirim pesan ini hati kakak berasa ingin selalu bertemu dengan mu. kakak ingin melakukan yang lebih dengan mu, dan kakak tak tahan jika satu hari saja tak mendengar suaramu.'


' terus gimana dong kak '. Aulia nampak khawatir di seberang sana, Aris pun rasanya ingin melihat wajah Aulia saat ini.


Aulia memang tak ingin bertemu dengan Aris jika tidak terlalu penting, tapi hati nya gusar rasanya juga ingin menemuinya.


'kamu juga tak ingin dosa kita jadi tambah banyak kan, makanya dari itu kita lebur dosa kita ini menjadi hal yang berpahala. kita menikah seperti halnya Hamdan dan kia meski kia belum lulus. sekarang apa yang mereka lakukan semuanya berpahala'. narsis persis Abah berhasil mengajari Aris.


Aulia tak membalas lagi pesan dari Aris, ia memikirkan hal itu, konsekuensi nya adalah dosa. jika tak bertemu ia rindu, berkirim pesan atau menelepon pun dosa karena ada rasa yang tak bisa di tahan. Aulia bingung ia lalu browsing memutar ceramah ustadz yang ia sukai ustadz Felix Siauw, betul jika memang belum akan menikah lebih baik putus dan jangan menjalin hubungan. pacaran itu akan membawa ke lembah ke maksiatan, begitulah kira-kira inti dari ceramah ustadz Felix Siauw. Jarak khitbah dan akad sebaiknya 3 bulan. Aulia pun berfikir jika menunggu ia lulus akan satu tahun bisa lebih. Aulia takut jika ia terlalu banyak memupuk dosa, apalagi yang di katakan Aris tadi dosa jariyah.


____


bersambung


follow ig othor ya @fenitri_azzukhruf

__ADS_1


__ADS_2