MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
pagi-pagi udah molor


__ADS_3

Seperti biasa kesibukan di kantor sangat menyita waktu mereka, beberapa hari harus menyelesaikan masalah yang sangat memacu adrenalin. Hamdan dengan tumpukan berkas nya yang harus di tanda tangani, cukup pegal tangannya meskipun hanya bikin coretan saja di kertas. Tomi sibuk menangani proyek yang Hamdan menangkan sebelum pergi ke Australia, bersama Zidan mereka sudah bisa mengambil alih. Hamdan tiba-tiba tertidur dengan kepala di atas meja, hari ini benar-benar ia ngantuk karena pekerjaan semalam. mengerjai istrinya kia hingga larut pagi, Kiran beberapa kali mengetuk pintu namun tak di bukanya oleh Hamdan karena ia begitu pulas. Tomi dan zidan yang datang untuk menemui Hamdan akhirnya ia membuka pintu takut bosnya pingsan di dalam. setelah melihat Hamdan yang tertidur mereka tertawa namun menutup mulutnya agar Hamdan tak terbangun. seperti biasa meskipun ia bosnya tapi Tomi tetap menganggap sahabat SMA nya, Tomi dengan iseng memfoto bos besar nya itu dan dikirim ke grup mereka. Handphone jadi rame kluntang klunting hari itu Hamdan jadi bahan tertawaan mereka, bahkan Aris yang beberapa hari tak nongol ia pun nongol berkomentar di grup.


" Sudah jangan ganggu sepertinya ia memang sangat lelah". ucap Tomi sembari tertawa pelan.


" lelah kenapa semalam itu baru sore mereka sudah istirahat, kenapa jam segini masih ngantuk". Zidan heran pasalnya semalam Hamdan masih sore sudah masuk kamar sama kia.


" mereka suami istri zidan pastinya melakukan aktivitas malam, mungkin sampai pagi. kenapa harus aku jelasin juga sih zidan". Tomi memukul kepala Zidan dengan berkas yang ada di tangannya. Kiran hanya terkekeh saja lalu ia keluar,malu juga mendengar Tomi berkata hal dewasa. meskipun ia kini sudah cukup umur namun ia malu saja.


" ya ampun dasar adik ipar ". gerutu Zidan Tomi jadi terkekeh akhirnya mereka keluar ruangan.


Waktu cukup siang saatnya istirahat, Hamdan yang biasa melakukan shalat berjamaah dirinya sudah ter manage dengan waktu shalat tanpa harus lelah membangunkan saat tertidur. Ia bangun lalu keluar ke masjid yang ada di kantor, Hamdan membuat peraturan laki-laki wajib shalat berjamaah jika waktunya sudah tiba. dan itu berjalan dengan tertib, di larang juga menunda shalat. Hamdan merogoh sakunya mencari handphone saat ini mereka sedang berada di kantin, Hamdan seperti biasa mengirim pesan kepada istrinya mengingat kan untuk makan. Ia melihat notifikasi di grup sangat banyak lalu di bukanya, ia melotot lebar dirinya saat tertidur di foto oleh Tomi dan di kirimkan ke grup. Hamdan melihat ke arah Tomi, Tomi yang tau akan pelototan Hamdan ingin menghindar namun Hamdan megang tangannya ia jewer temannya itu. Tomi mengaduh karena Hamdan cukup lama menarik telinga Tomi.


" semalam tidur jam berapa, di kantor pagi-pagi udah molor". ucap Tomi memegang telinganya yang sudah memerah, Kiran dan zidan hanya tertawa melihat dua sahabat itu.


" baru jam 9 aku dan kia sudah masuk kamar, tanya saja Zidan". Zidan hanya mengngguk ia tak mau ikut campur dengan Tomi tak mau juga di jewer oleh adik ipar, gengsi dilihat karyawan yang lain.


" iya masuk kamar jam 9 tidurnya jam 2 pagi". Kiran dan Zidan tak bisa menyembunyikan tertawa nya.


" kangen tom sudah satu Minggu". Tomi mendengus sebal Hamdan malah menjelaskan bikin iri.

__ADS_1


" sampai tidur di kantor harusnya tadi ngga usah berangkat kantor dulu lanjutin yang semalam". Tomi terkekeh.


" seandainya diri ini mampu pasti aku tak akan ke kantor lanjut sampai sore". Hamdan malah membuat semua menelan ludah.


" sudah-sudah ayo makan, ". Zidan malu karena ada Kiran di sampingnya.


***


Mr Jack bingung ke sana kemari Almira sudah merasakan mulas namun Almira tak mau ke rumah sakit karena mulasnya masih sering hilang. Mr Jack tak tega melihat istrinya dari semalem nyengir tidur sebentar bangun, kini di siang hari rasa mulas itu beraturan 10 menit sekali dan rasanya lebih sakit dari semalam. karena Almira adalah dokter spesialis kandungan jadi ia tahu kapan saat nya akan melahirkan. ia lalu mengajak suaminya untuk ke rumah sakit, Mr Jack sedikit lega jika di rumah sakit akan ada banyak yang menangani nya.


" Tahan sayang maafkan mas " Almira mengerutkan keningnya kenpa suaminya yang minta maaf, harusnya Almira yang minta maaf. atas ridho dari suaminya ia akan bisa melahirkan secara lancar.


" kenapa mas yang minta maaf" ucap Almira, Mr Jack tak henti mengusap perut istri nya itu.


" ngga perlu minta maaf mas, beginilah hakikatnya perempuan akan merasakan sakit yang nantinya hadirnya kebahagiaan" . Mr Jack panik berkeringat, Almira dengan lembut mengusap keringat suaminya itu. seharusnya yang berkeringat itu yang akan melahirkan ini justru malah suaminya.


" tapi kamu jadi begini, kesakitan sayang".


" tak apa, jangan panik gitu sebentar lagi putri kita akan keluar" . hasil USG yang di lakukan kemarin jika anak dari Mr Jack dan Almira adalah perempuan.

__ADS_1


" kita Operasi saja biar cepet keluar kamu ngga kesakitan begini".


" Almira ingin melahirkan normal mas, Almira ngga ada keluhan sama sekali dan bayi kita sehat " jawab Almira ia masih merasakan mulas yang jaraknya makin sering.


" begini kamu bilang ngga ada keluhan, kamu kesakitan sayang aku tak tega" ucap Mr Jack cukup panik tiada henti.


" ini wajar mas orang mau melahirkan memang harus merasakan sakit terlebih dahulu" .


Sampai di rumah sakit Mr Jack teriak-teriak memanggil suster, suster berlarian mengarah ke suara. Azzam yang melihatnya juga ikut berlari panik melihat Mr Jack, Almira malah tertawa melihat suster dan dokter yang berlarian.


" Tolong istri saya cepetan". teriak Mr Jack.


" ngga perlu teriak-teriak gitu mas bikin berisik". Azzam yang melihat ia geleng kepala.


" kamu tenang ya Mr Jack, Almira tidak apa-apa ia hanya mau melahirkan" ucap Azzam.


" kamu liat kan zam istriku kesakitan"


" iya nanti akan di tangani dokter. kamu mau ikut masuk atau di luar saja". Mr Jack bingung ingin ikut masuk namun ia takut teringat istrinya di masa lalu. akhirnya ia ikut masuk Almira di tangani oleh dokter Hanum, teman kerjanya spesial kandungan juga. Azzam ia ikut menunggu di luar tak mungkin ikut masuk bukan keahliannya, Azzam baru saja selesai menyelesaikan visit ke pasien setelah makan siang. Azzam memberi kabar kepada istrinya karena kedua orang tua Jack dan Almira tidak berada di Indonesia , akhirnya Aisha bersiap untuk datang menemani Almira di rumah sakit. Azzam dan Aisha menunggu sahabat nya di luar ruangan. Azzam tak melepaskan genggaman tangannya dengan sang istri, melihat sang istri sedikit gusar menunggu Almira.

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2