
Hamdan membeli dua stel baju santai untuk di pakai di rumah mertuanya, naas dirinya tak bisa satu kamar dengan sang istri. Hamdan memilih untuk tetap tinggal di rumah abi untuk merebut kembali hati Zakia. Membeli beberapa cemilan juga dan buah. Sesampainya di rumah Abi, Hamdan langsung saja mandi membersihkan diri, Zakia berada di kamar ia tidak tau jika Hamdan suaminya kembali ke rumah Abi lagi.
jam makan malam tiba Zakia menyiapkan makan untuk orang rumah bersama umi, Zakia sudah duduk di kursi yang biasa ia tempati. Di ujung sebagai kepala keluarga ada Abi, di depan kia ada umi dan Zidan. kini Zidan pindah posisi ia menduduki kursi di samping umma yang biasanya ada di samping kia.
" kak kenapa pindah di situ ".
" tempat kursi kakak udah ada yang punya sekarang, jadi kakak pindah di sini ".
" Siapa emangnya kak, kia di biarin duduk sendiri"
" kan udah ada yang nemenin sekarang dek, "
Hamdan datang dan langsung duduk di samping kia, saat itu juga kia ingin pergi namun tangan yang masih berada di bawah meja di pegang nya oleh Hamdan agar tetap tinggal di situ. Hamdan menahan pergelangan tangan Zakia, jantung Zakia rasanya berdesir dengan posisi tangan Hamdan yang menahan tangannya. karena tak ingin ada keributan di meja makan Zakia diam, ia hanya mematung saja. Umi seperti biasa menyendok kan nasi ke piring Abah, biasanya Zakia pun melakukan untuk Zidan kini Zakia diam hanya termenung kala ada Hamdan di sampingnya. Hamdan dengan sigap mengambil nasi untuk di letakkan di piring zakia, membuat ketiga yang lainnya di meja makan tersebut tersenyum-senyum.
" makanlah yang banyak, biar kuat nanti marah-marahnya" . zidan yang mendengar ucapan hamdan menahan tawa yang hampir terlepas.
" makan yang banyak nak Hamdan ngga perlu malu" ucap umi.
" iya umi terimakasih".
" lagi ngga nafsu umi makannya minta di suapin istri" . ucap Zidan menggoda.
Hamdan tersenyum sedangkan Zakia melototi Zidan rasanya malu kia dengan Abi dan uminya.
" Biasa aja dek matanya, makan yang banyak biar kuat marah-marahnya. Harus nya biar kuat malam pertamanya, UPS". Zidan menutup mulutnya ia kelepasan menggoda adik dan adik iparnya.
" Zidan..." umi menegurnya.
" maaf umi Zidan kelepasan, baru nemui di sini pengantin baru harus tidur terpisah. sabar ya Hamdan banyakin sabarnya."
" iya kakak ipar tenang aja doakan Hamdan berhasil lekas memberimu keponakan". Hamdan tidak canggung dengan Abi dan umi karena sudah dekat sejak lama.
" semangat pokoknya adik ipar" Zakia selesai makan langsung memunguti piring dan gelas nya untuk di bawa ke dapur. ia tak tahan di goda oleh kakaknya zidan, Zakia mencuci piring Hamdan mencoba membantu Zakia. Abi memerintahkan umi untuk tidak masuk ke area dapur ia membiarkan Hamdan leluasa mendekati Zakia.
" aku bantu ya". Zakia hanya diam saja tak menjawab ucapan Hamdan.
" tak baik marah sama suami, istri itu wajib meminta ridho suami. agama mengajarkan jika senyum itu adalah sedekah apalagi senyum istri kepada suami pahalanya akan berlipat." Zakia masih tetap membersihkan piring-piring dan meja makan. Di saat akan mengambil tempat nasi untuk di bawa masuk kedalam tangan mereka bertemu, Hamdan terus menggoda Zakia ia malah mengeratkan genggaman pada punggung tangan Zakia.
" sudah halal banyak pahala pula" ucap Hamdan. Zakia mencoba menarik-narik tangan nya agar terlepas tapi tak di hiraukan oleh Hamdan.
__ADS_1
" halal...halal...." teriak zidan yang melewati mereka sedang mengambil cemilan.
" ganggu aja kakak ipar, Sono". Zidan terkekeh melihat tingkah adik iparnya itu.
" lepasin mas" ucap Zakia.
" mas rindu suaramu kia, alhamdulilah ternyata masih ada suaranya".
" mas lepasin atau aku teriak".
" teriak saja tak akan ada yang peduli, toh kita sudah suami istri." Zakia geram, Hamdan kemudian melepaskan tangannya.
Zakia masih terus merapikan meja makan Hamdan masih setia menemani sang istri membantunya. Zakia pun terus mengerjakan kegiatannya tanpa mempedulikan Hamdan.
setelah selesai Zakia masuk ke dalam kamar biasanya setelah makan malam mereka akan berbincang bersama keluarga namun Zakia memilih masuk dalam kamar. Hamdan mengikuti dari belakang setelah sampai pintu Zakia menutup pintu dan ia kunci hingga membuat Hamdan tak bisa masuk.
" ha...." tawa pecah Zidan terdengar mengetahui Hamdan tak di hiraukan Zakia.
" Zidan jangan begitu kasian Hamdan" ucap umi tak enak hati dengan menantu nya yang mendapat perlakuan seperti itu.
" Ke sini adek ipar kita ngobrol saja trimakasih cemilannya, sering-sering bawa ya."
" issh... pakai nawar syarat pula"
" bantu aku buat ngebujuk kia". Hamdan merajuk kepada kakak iparnya yang masih asyik terus mengunyah keripik kentang.
" kalau itu tak bisa kamu berjuanglah sendiri, apalagi soal hati aku tak berpengalaman."
" bujang lapuk dasar". umi dan Abi tertawa, Zidan memukul Hamdan layaknya teman.
" Lapuk juga tak menutup kemungkinan aku dapat yang lebih muda, masih kress..." sembari menguatkan gigitannya pada keripik kentang nya hingga berbunyi berisik.
" aaminn semoga kakak lekas dapet jodoh."
" Maafin kia ya nak Hamdan, ". umi ngga enak terhadap Hamdan dengan kelakuan kia, umi tak pernah mengajarkan seperti itu.
" tidak apa-apa umi yang salah ini Hamdan sudah buat kia sakit hati sampai menangis. "
" kapan resepsi akan di gelar nak Hamdan." tanya Abi.
__ADS_1
" Insyaallah segera Abi, saya selesai urusan ku dan kia dulu. masa di pelaminan kami harus marahan".
" Baiklah lebih baik segera di resmikan agar tak ada fitnah antara kalian, meski kalian sudah sah menikah secara agama tapi banyak yang belum tau pernikahan kalian."
" Baik Abi semuanya akan segera Hamdan urus".
" di sini aku kakak ipar ya keluarga calon mempelai wanita, kamu suruh Tomi saja mengurus semuanya".
" Iya kakak ipar kedudukan mu sekarang lebih tinggi dari ku tak mungkin aku melawanmu atau menyuruh mu lagi." ucap Hamdan sembari merebut keripik kentang goreng dari tangan Zidan.
" Pekerjaan Tomi bagus ia sangat pandai, juga lekas selesai bisa serius dalam bekerja".
" Sebenarnya memang anak itu pandai, hanya begitulah ia suka ngebanyol".
" Terimakasih sudah mencarikan ku teman kerja yang berkualitas".
" sama-sama kakak ipar, rencana perusahaan nanti kalian yang handel semuanya. aku akan sibuk dengan pengawasan pekerjaan ku di luar negeri".
" katanya mau cepat kasih keponakan kok ke luar negeri".
" hanya pengawasan kakak ipar aku tak pergi lama. meski ke luar negeri akan aku ajak Istriku, di sana sudah ada asisten Mr Jack yang bekerja kita tinggal mengawasi saja."
" oke oke semoga kalian lekas baikan".
" Bantulah aku bicara padanya".
" imbalannya"
" apapun".
" Zidan kenapa sekarang kamu matre tak baik nak, Abi tak pernah mengajarkan".
" becanda bi cuma mau ngerjain adik ipar." Abi dan umi geleng-geleng kepala melihat anaknya yang terus saja menggoda sang menantu.
________
bersambung
Minta vote nya kakak ini hari Senin.
__ADS_1
terimakasih 🥰.