
Hamdan turun menemui Mr Jack terlebih dahulu, Zakia mengikuti Hamdan karena tangan Hamdan tak pernah lepas dari Zakia. Zidan menurunkan koper milik Hamdan ia membawanya ke jet pribadi yang akan membawa Hamdan.
" sory Hamdan aku tak bisa ikut, kamu urus semuanya ya akan saya bantu dari sini. cek dengan sedetail mungkin jangan sampai ada yang terlewat". pesan Mr Jack untuk Hamdan, di sini juga Hamdan belajar mengurus bisnis yang baru bersama Mr Jack. Mr Jack tak pernah sungkan untuk mengajari Hamdan, Mr Jack percaya kepada Hamdan ia memberikan kepercayaan kepada Hamdan. karena Hamdan pasti mampu menyelesaikan masalah yang ada.
" insyaAlloh saya akan lakukan maksimal" ucap Hamdan.
" okey penerbangan sudah terjadwal sepuluh menit lagi, hati-hati dalam perjalanan orang ku di sana sudah menunggu mu". ada orang kepercayaan di Australia Mr Jack, ia memerintahkan untuk menjemput Hamdan yang akan menginap di hotel milik Mr Jack. sopir juga untuk mengantar kemanapun Hamdan pergi sudah di siapkan oleh Mr Jack juga. selain tuan abelano Mr Jack termasuk orang yang berpengaruh dalam bisnis.
" terima kasih Mr Jack, salam dengan kak Almira ya". Mr Jack tersenyum di Indonesia ia benar-benar menemukan keluarga besar mereka saling menyayangi.
" okey aku pulang ya, hari ini Almira masih dinas tak akan ku biarkan ia sendiri". hamdan tersenyum senang ada orang yang seperti Mr Jack begitu peduli dengan istri nya, menjadi sebuah pelajaran bahwa wanita memang harus di jadikan ratu.
Mr Jack melajukan mobilnya untuk ke rumah sakit menemui istrinya yang sedang praktek, Almira tak mau tinggal diam di rumah saja tetap ia melakukan praktek meski perutnya yang membesar.
" sayang mas berangkat dulu ya, ingat pesan mas". Hamdan mencium tangan istri nya juga mencium puncak kepala Zakia, Zakia memejamkan mata merasakan lembutnya belaian suami.
" iya mas, mas hati-hati jaga kesehatan". kia memeluk Hamdan melepas kepergian suami.
" kakak ipar titip zakia ya, jaga baik-baik". entah mengapa perasaan Hamdan dari kemarin tak enak ia selalu berpesan agar zidan menjaga kia.
" iya adik ipar bawel, cepet kerjanya kalau udah selesai cepet pulang dan oleh-oleh jangan lupa". Zidan nyengir ia hanya bercanda saja.
" akan ku bawakan oleh-oleh wanita untuk kau jadikan istri kakak ipar".
" issshh... ogah orang indo saja banyak cantik." Hamdan dan kia terkekeh.
__ADS_1
Pesawat sudah siap Hamdan naik pesawat ia melambaikan tangan kepada istrinya sebelum masuk ke pesawat. Tatapan Hamdan begitu sendu, merasakan cinta yang sudah menyatu dalam hati meninggalkan istri sedang dalam keadaan hamil.
Kia menatap jet pribadi yang di naiki suaminya hingga terbang cukup jauh, setelah nya Zidan mengajak kia pulang. untuk hari ini kia tidak ada jadwal ke kampus ia akan si rumah bersama uminya. Zidan lalu melaju ke kantor, meskipun Hamdan menyuruh nya agar tidak ke kantor tidak apa namun ia tak bisa melepaskan kantor. meskipun Tomi sudah teruji beberapa kali bisa menyelesaikan pekerjaan dengan naik, Zidan hanya mengontrol pekerjaan karyawan saja. yang pasti ia ingin melihat Kiran saat itu juga, rindu yang menggebu.
" karyawan yang rajin, jarang sekarang ada orang seperti mu". Tomi menepuk bahu zidan, Tomi sudah dihubungi oleh Hamdan jika Zidan beberapa hari tak berangkat untuk menjaga kia. Hamdan lebih percaya dengan Zidan yang menjaga istrinya.
" aku hanya mengontrol saja lagian kia juga tak ke kampus". terang Zidan yang membuka berkas untuk mengeceknya.
" pastinya tak akan tahan tak bertemu sang pujaan" Tomi terkekeh melirik ke arah Kiran yang masih sibuk dengan laptopnya.
" itu bonus tom, ha...." mereka tertawa bersamaan.
Zidan pun tidak lama ke kantor hanya sebentar, Kiran fokus ke pekerjaan nya ia tidak melihat Zidan sedikit pun. beberapa hari Tomi yang di tugas kan mengantar Kiran pulang.
Di rumah kia mulai mual lagi, tadi saat Hamdan akan berangkat kia menahan agar ia tak muntah tak ingin jika suaminya khawatir karena akan pergi.
" iya mi kenpa mual lagi y um, rasanya seperti di aduk perut kia". ucap kia sembari memegang perutnya.
" begitu lah asal kehamilan sayang, itu biasa akan terobati jika si jabang bayi ini sehat apalagi nanti jika sudah terlahir kamu akan melupakan rasa sakitmu". jelas umi agar kia tenang dan ikhlas melewati morning sicknes nya yang setiap hari terjadi.
" iya umi terimakasih sudah mengandung kia selama sembilan bulan". umi mengusahakan kepala putri kesayangannya itu.
" ya sudah istirahat saja jangan keluar rumah tanpa kak Zidan, bisa-bisa kita di omelin sama suamimu itu." umi terkekeh.
" emang mas Hamdan itu mi sensitif sekali semenjak kia hamil". kia tersenyum sedikit malu baru kali ini ia curhat dengan umi nya. terlihat jika kia juga sangat mencintai hamdan.
__ADS_1
" tapi umi senang Hamdan sangat menyayangi mu nak menjagamu dengan baik, umi sudah tak khawatir lagi ". umi mengaduk minuman jahe hangat untuk kia, agar mengurangi rasa mualnya.
Kia berlalu masuk ke kamar ia beristirahat kepala sedikit pusing mungkin karena kebanyakan muntah juga kurang darah membuatnya pusing. karena masih pagi kia tak ingin tidur dulu ia membuka buku pelajaran nya di kampus. Karena tak tahan di jam 11 akhirnya kia pun tertidur masih memegang buku dalam keadaan duduk bersandar di kepala ranjang.
Sehabis Zuhur Zidan pulang ia langsung mencari keberadaan kia, di lihatnya posisi kia yang tertidur Zidan lalu membenahi adiknya itu. Begitu ngantuk sampai tak berasa saat Zidan membenahi adiknya agar tidur dengan baik.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore kia masih ada di kamarnya handphone berbunyi dilihat nya di layar ternyata Hamdan suaminya melakukan video call.
" assalamu'alaikum sayang" terlihat hamdan berada di kamar hotel ia juga sedang rebahan.
" wa'alaikumsalam mas , sudah sampai" berbinar wajah kia seperti menang lotre saja wkwkwk.
" sayang lagi apa, istirahat kan tadi terus juga makan" hamdan selalu khawatir namun sebelum mengangkat telepon kia mencuci mukanya agar terlihat segar.
" iya mas seharian kia istirahat, tenang saja kia baik-baik saja. mas fokus kerja jika selesai cepat pulang". Hamdan tersenyum seakan gemas dengan istrinya itu, semenjak hamil kia sangat manja terhadap dirinya.
" pasti sayang baru sebentar saja mas tuh rindu". kia terkekeh melihat wajah suaminya di layar telepon.
" mas akan bekerja besok perjalanan dari Indonesia ke Australia lumayan jauh mas lelah sekali".
" mas istirahat ya sebentar lagi adzan ashar" ucap kia. Hamdan mengiyakan ia juga terasa lelah ia akan bebersih dulu sebelum shalat ashar. kemudian mereka mengakhiri vc nya kia lega mendapat kabar jika suaminya sudah sampai. begitupun Hamdan lega istri nya terlihat sangat baik-baik saja.
______
__ADS_1
bersambung