MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
akan ku jaga senyummu selalu


__ADS_3

Hamdan dan kia sampai di rumah di sambut oleh umma, umma sangat bahagia kini menantunya sudah pulang. umma menyuruh kia dan hamdan untuk istirahat dulu, perjalanan yang jauh sudah pasti melelahkan. kia yang lelah setelah bebersih iapun tidur di ranjang, Hamdan tersenyum melihat istrinya sudah memejamkan matanya. Hamdan membelai kepala sang istri kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping kia.


***


kia harus kembali ke kampusnya lagi juga Hamdan kembali mengurus pekerjaan nya, kia di antar oleh Hamdan terlebih dahulu ke kampus. Kia pamit dengan mencium tangan sang suami Hamdan tak lupa mencium kening istrinya sembari mendoakan.


" mas kia masuk dulu ya".


" nanti kabari jika akan pulang, jika mas sibuk langsung hubungi Zidan ya sayang". kia mengangguk ia kemudian masuk, setelah tau jika istrinya masuk Hamdan melajukan mobilnya ke kantor.


" kia, Zakia Humaira..." kia menoleh ke arah suara ternyata Aulia yang memanggil nya.


" ya ampun Aulia pelan-pelan jangan lari gitu". Aulia cengengesan.


" bagaimana kadonya kak Hamdan suka kan". Zakia terkekeh melihat wajah penasaran nya Aulia.


" kamu tuh aneh Aulia baju begitu di beli untung mas Hamdan suka tapi aku risih memakainya Aulia"...


" ye itu kan memang baju dinas istri Zakia, kamu itu terlalu polos sih". Aulia terkekeh.


" Zakia apa kamu menunda untuk punya anak". tanya Aulia kemudian.


" pasrah aja Aulia sama Allah jika memang lekas di beri Alhamdulillah aku bersyukur sekali, aku tidak menundanya Aulia biarkan semua mengalir". ucap Zakia.


" aku tak menyangka kamu bisa nikah sama kak hamdan luar biasa kia kok bisa sih".


" takdir yang menemukan kita Aulia, aku juga tak menyangka akan cepat menikah begini". jelas zakia.


" aku penasaran sama ceritanya Zakia". rengek Aulia.


" kak zidan kan kerja di perusahaan mas hamdan, kamu tau kan kemana-mana aku pergi sama kak zidan dia mengira aku itu istri kak Hamdan. nah pernikahan ku terjadi karena orang tuanya yang melamar bukan mas Hamdan. pernikahan ku terjadi di rumah sakit tempo hari dan aku tak di pertemukan sama mas Hamdan dia tak mau karena dia belum siap bertemu istrinya waktu itu.".


" terus kia gimana selanjutnya sampai kak Hamdan tau jika kamu istri nya".


" ya gitu saat sudah tau aku istrinya mas Hamdan ternyata sudah lama suka sama aku, padahal mas hamdan belum tau wajahku dia hanya menyimpan rasa. patah hatinya jika tau bahwa aku selalu nempel sama kak Zidan. doakan ya semoga pernikahan kami akan bahagia".


" aamiin aku selalu mendoakan kalian, kalian pasangan yang sangat serasi. "


" terimakasih Aulia kamu sahabat terbaikku". mereka berpelukan sejenak dan masuk ke kampus mengikuti mata kuliah hari itu.


***


" pengantin baru seger banget ". goda Tomi membuat banyak karyawan menyimpan tawa tak berani mereka menertawakan bosnya hanya Tomi yang berani.

__ADS_1


" Tau aja kamu tom namanya udah ada yang ngurus jelas bedalah tom, semua sudah di persiapkan sama istri."


" Enak yah punya istri".


" cepat nyusul tom".


" aku akan kerja giat supaya bisa menikah, cari modal dulu bro. nyesel aku kenapa ngga dari dulu aku ikuti kamu gini kan udah punya modal bisa nikah". Hamdan terkekeh.


" bagaimana pekerjaan". Hamdan mengalihkan topik pembicaraan.


" alhamdulilah semua beres," Hamdan lega ia sudah tak khawatir lagi jika ia tinggal pergi.


" di mana Zidan dan Kiran tom". tanya Zidan ia mendapati ruangannya kosong.


" Kiran ke kampus, Zidan mengantar ayahnya ke rumah sakit".


" ya Allah kenapa Zidan tak menyuruhku, mereka mertua ku".


" tak enaklah bro, selain lu jadi adik ipar juga bosnya".


" aku tetap ingin tak ada jarak di antara kita tom, mereka menganggap aku benar-benar menantu bukan atasannya Zidan".


" mungkin esok bro, ."


" assalamu'alaikum iya mas ada apa".


" wa'alaikumsalam, pulang jam berapa sayang".


" ini sebentar lagi kia masih siap-siap".


" kamu pulang sama Kiran ya di jemput Zidan tunggu didepan sebentar lagi sampai, langsung ke kantor".


" iya mas sayang, mau di bawain makan siang apa".


" tak usah mas sudah pesan, pekerjaan mas banyak kita makan siang di kantor saja". Hamdan kemudian menutup teleponnya. kia bertemu Kiran di depan yang masih menunggu jemputan, Kiran mendapat pesan dari Hamdan jika Zidan akan menjemput bersama kia.


" Kiran kamu sudah mengenal lama mas Hamdan ya".


" iya kak dari semenjak Kiran SMP".


" pantesan kalian begitu akrab sekali, "


" Alhamdulillah kak, kakak adalah wanita yang sangat beruntung bisa bersanding dengan kak Hamdan. kak Hamdan itu malaikat bagiku dari dulu ia selalu menolong ku, kak Hamdan menganggap aku adiknya".

__ADS_1


" Alhamdulillah Kiran kakak juga tak menyangka akan berjodoh dengan mas Hamdan, dia memang orang yang baik."


" semoga kakak dan kak Hamdan selalu bahagia".


" aaminn., terimakasih kiran. kamu sudah punya calon atau pacar gitu Kiran".


" isshh... kakak tak boleh pacaran kata kak Hamdan, Kiran harus fokus sekolah dulu".


" nah iya betul itu Kiran, tapi kamu taukan meski kakak masih kuliah kakak sudah menikah. kamu pun bisa juga begitu".


" beda kak, aku harus berjuang demi sekolah ku kehidupan ku. aku hanya anak yatim yang punya nasib beruntung di pertemukan dengan kak Hamdan. jadi Kiran tak ingin buat kecewa kak Hamdan, "


" kamu menyayangi mas Hamdan".


" iya Kiran sayang banget ia kakakku kak, aku seneng liat kak Hamdan sekarang bahagia bertemu kekasih halalnya". Zakia lega bukan karena ada rasa lain melainkan rasa sayang seorang adik kepada kakak dan sebaliknya.


Mobil Zidan sampai menjemput mereka berdua. mereka masuk dalam mobil naik ke belakang membuat Zidan mengerutkan keningnya.


" kalian ngga ada yang duduk depan nih".


" di belakang saja kak, kia mau ngobrol sama Kiran."


" jadi ceritanya hari ini kakak sopir pribadi kalian ya".Kiran dan kia terkekeh.


" tak apalah kak ya sekali-kali kakakku yang baik biarkan adikmu ini menjalani misinya". Kiran terkejut misi apa.


" misi apa kak, Kiran ngga di ajak nih".


" kamu jadi pemeran utamanya, kakak jadi sutradara nya".


" maksudnya kak".


" maksudnya yok kak Zidan kita lekas jalan kia sudah lapar mas Hamdan pasti sudah menunggu ku".


" baik nyonya laksanakan". kia terkekeh saat kakanya manggil nyonya.


Zidan tak bisa matanya tak melirik Kiran dari kaca mobil, Kiran tersenyum bahagia saat ia bercengkrama dengan Zakia.


' akan ku jaga senyummu selalu". monolog Zidan ia pun tersenyum dan fokus dengan setirnya.


_____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2