
Tomi menceritakan kepada Niko semua kejadian dari awal detail seperti apa yang di ceritakan Zidan dan Kiran. niko sudah membawa laptopnya ia siap mencari detail di mana keberadaan kia sekarang. Nomor telepon Hamdan berikan kepada Niko, Niko langsung melacak di mana terakhir handphone kia aktif. tak lama pencarian akhirnya ketemu juga di mana keberadaan handphone kia aktif terakhir kalinya.
Handphone Hamdan berbunyi ia melihat di layarnya ternyata Mr Jack langsung saja di angkat nya. Mr Jack perasaan nya tidak tenang meskipun ia sudah tau jika jet pribadi nya sudah mendarat sore tadi, ia hanya ingin memastikan keadaan Hamdan.
" assalamu'alaikum Mr Jack".
" wa'alaikumsalam hamdan...kamu sudah sampai rumah". tanya Mr Jack langsung.
" belum masih di kafe". terdengar suara yang Mr Jack menangkap nya, Aris tak bisa berbicara pelan.
" ramai..siapa yang di culik Hamdan, kamu ada masalah". tanya Jack begitu penasaran, ia sedang duduk mengusap perut istrinya. Jack suka sekali mengusap perut Almira, setiap hari hingga Almira tertidur dengan di bacakanya Al Qur'an atau shalawat. Almira sangat beruntung sekali memiliki Mr Jack setelah dulu Azzam, ia bersyukur di pertemukan dua lelaki yang begitu baik. kali ini Almira tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan untuk kedua kalinya.
" iya Mr kami sedang melacak keberadaan Istriku, ".
" Zakia, apa maksud nya Hamdan". Hamdan sebenarnya belum selesai berbicara namun Mr Jack langsung memotong nya.
" iya Mr Jack Istriku ada yang menculiknya". Mr Jack kaget ia berhenti mengusap perut istrinya, Almira pun ikut mendengarkan seksama di dekatkannya handphone ke arah Almira lalu Jack mengaktifkan speaker nya.
" astaghfirullah, siapa yang berani mengusik mu" Mr Jack ikutan geram.
" belum di ketahui Mr Jack, kami sedang melacaknya Niko masih berusaha mencari tempat" . jelas Hamdan.
" oke akan ku siapkan orang-orang ku tunjukkan saja tempatnya di mana, aku akan mengirim beberapa orang-orang ku". Mr Jack langsung bergerak cepat ia menghubungi orang-orangnya yang biasa mengawalnya. Mr Jack juga menelepon keponakannya yang baru saja di pindah tugaskan ke daerah situ beberapa hari yang lalu. Mr Jack lebih cepat melakukan tindakan dan menunggu instruksi dari Hamdan.
__ADS_1
-
" bagaimana nik sudah jelas lokasinya". tanya hamdan ia menatap layar laptop Niko, juga zidan, Aris dan Tomi.
" handphone kia terakhir aktif di daerah lubuk dekat perkebunan" jelas Niko.
" ayo kita langsung ke sana". ucap Tomi berapi-api ia sangat penasaran siapa sebenarnya orang di balik penculikan itu.
" jangan gegabah tom kita ngga bisa langsung ke sana, kita harus pakai tak tik. kita tidak tau misi mereka apa yang mereka inginkan dari penculikan ini. kita juga harus memikirkan keselamatan kia". Hamdan dan Tomi menoleh ke arah Aris bersamaan mereka heran.
" tumben otak lu encer," ucap Tomi.
" aku suka liat film di tivi itu, seperti itu saat kita akan menyelamatkan korban". Aris terkekeh ia berpikir ternyata tak sia-sia tiap hari ia menonton film mengisi kesepian nya.
" Terus kita akan bagaimana ini, apa yang kita lakukan apa harus berdiam di sini terus". ucap zidan ia pun tak sabar apalagi kia dalam keadaan sedang hamil.
" tenang kak, mereka juga sedang berusaha". Kiran menenangkan, dari tadi ia tak jauh dari Zidan.
" tenanglah Zidan kita sedang berusaha". keponakan mr Jack menuju kafe terlebih dahulu menanyakan semua kejadian nya dan hasil yang di dapat dari pelacakan Niko.
Dengan pakaian lengkap polisi berjalan gagah menemui Hamdan dan teman-teman. Tomi melongo ia tak asing dari wajah tampan polisi yang datang menemui. Rendi pura-pura diam ia juga kaget bisa bertemu para sahabatnya itu, selama 5 tahun Rendi menjalani pendidikan nya lalu ia di tugaskan di desa baru beberapa hari Rendi menjalankan tugasnya di daerah sini. Bukannya Rendi melupakan para sahabatnya tapi ia belum sempat mencari mereka. Karena kejadian handphone Rendi yang mati, semua kontak hilang sosmed pun ia tak bisa buka karena lupa semua password-nya. jadi Rendi ganti ia juga tak bisa sering membuka handphone ia menjalankan tugasnya dengan baik. Menjadi polisi karena benar-benar cita-citanya, dan ia tak ingin mengecewakan Mr Jack yang merupakan pamannya. selama ini Rendi di biayai oleh pemannya, sebelum ia menjadi polisi Rendi sekolah terlebih dahulu di pendidikan yang menjurus pada apa yang ia citakan. Rendi langsung memberi hormat kepada semua seperti biasa saat ia menjalankan tugas, pesan dari Mr Jack menjadi polisi yang baik dan jujur agar selalu berkah untuk dirinya.
" saya di tugaskan untuk menyelidiki kasus yang sedang terjadi". Hamdan yang lebih yakin terlebih dahulu ia menahan senyum kemudian menyalami Rendi dan memeluk sahabat lamanya. kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak, Tomi dan Aris saling pandang.
__ADS_1
" kamu tampan sekali Hamdan "
" kamu gagah sekali Rendi "
" ya Allah benarkah ini kamu Rendi" Tomi mendekati langsung melayangkan tinju kepada sahabat nya itu.
" kau lupa dengan teman mu yang gagah ini tom". Rendi sembari memegangi perutnya yang sudah kena tinju oleh Tomi namun hanya pelan hingga tak sakit.
" iya aku lupa kamu makin tua " Rendi terkekeh.
" Rendi ...". Aris langsung memeluk rendi, sewaktu SMA Aris lah yang selalu membonceng Rendi dengan motornya. penampilan Rendi memang berbeda ia lebih keren.
" sudah kangenannya nanti kita langsung urus kasus ini, kata paman Jack istri dari rekan bisnisnya. istri siapa yang di culik". Rendi melihat sekeliling ada Zidan dan Niko yang tak ia kenal.
" istriku ren ". Rendi langsung menoleh ia kaget tak menyangka saja jika Hamdan sudah menikah, sewaktu SMA Hamdan termasuk anak yang paling alergi terhadap cewek.
" ngga usah kaget biasa aja, nyatanya ia lebih laku duluan ketimbang kita". ucap Tomi, Rendi terkekeh.
" oke ceritakan kejadiannya, kita kangenannya nanti aku juga mau denger cerita mu Hamdan kok bisa kamu nikah duluan". Tomi langsung menceritakan semua dari awal, lalu Niko memberikan informasi atas penyelidikan handphone kia terakhir kali aktif.
Rendi menelepon kantor ia meminta izin untuk melakukan tugas dan meminta beberapa polisi untuk menemani nya melakukan penggrebekan. Semuanya mengikuti Rendi dimana petunjuk itu terarah dari hasil pencarian Niko. Meskipun Hamdan memikirkan istri nya namun ia berusaha untuk tenang, ia yakin jika istri nya akan baik-baik saja. Hamdan pasrah dengan sang Pencipta dan selalu berdoa istri dan kandungan kia baik-baik saja. berbeda dengan Zidan yang tampak begitu terpukul atas kejadian ini.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kakak, kasih hadiah buat penulis.