
Lebih segar bangun pagi meskipun hari pertama bersama istri harus ia yang mengurus keperluan sang istri yang seharusnya suami di layani. Namun karena Aulia susah jalan karena perbuatan Aris semalam mau tak mau Aris mengerjakan nya sendiri menyiapkan air juga pakaian nya dan istri. Tapi Aris senang ia merasakan surga dunia, akhirnya keperjakaan nya musnah hanya dengan waktu semalam.
" maaf ya sayang masih sakit ya". Aulia hanya mengangguk saja. Aris mengusap kepala Aulia, keperawanan nya sudah di uji secara klinis semalam.
" Tapi mas mau ke rumah sakit jika masih sakit sayang di rumah dulu saja ya"
" iya kak malu juga pasti jalannya Aulia beda, sesakit ini ya kak". Aris terkekeh melihat wajah istrinya cemberut.
" Sakitnya hanya hari ini saja sayang lain kali udah ngga akan. hanya ada nikmat terasa, kita coba besok lagi ya". Aulia menabok lengan Aris, Aris kembali terkekeh.
" ini saja masih sakit kak. Aulia laper kak tapi malu sama mama mau turun".
" ya sudah di sini saja, kakak ambilkan sarapannya". Aris turun ia ambil sarapan di bawah untuk di bawa ke atas.
" Mana Aulia ris".
" itu ma katanya mau makan di atas saja".
" apa Aulia sakit". tanya mama.
" mama ini kayak ngga pernah jadi pengantin baru saja". ucap papa siap sarapan.
" oh iya mama lupa pa". Aris hanya meringis saja mendapat sindiran dari mertuanya.
" Ya sudah bawakan ke atas saja ris, suruh Aulia istirahat perih nya akan sampai besok. " . Aris garuk-garuk kepala nya yang tidak gatal ia sedikit malu tapi tak apalah emang, ia bikin cuek aja.
__ADS_1
" Kata mama, sayang di minta istirahat saja itu perihnya akan sampai besok".
" ya Allah mas mama beneran ngga sih mas masa sampai besok". Aulia murung ia malah menangis.
" eh kok malah menangis sayang, ya ampun jangan gitu orang kamu nya juga kan yang mau semalam malah menikmati". Aulia memukul lengan tangan aris.
" ini mama bawakan jamu tak apa nanti juga sembuh, hal itu wajib Aulia kalau kamu menolak keinginan suami bisa di laknat Malaikat sampai pagi" mama nya datang membawa segelas jamu tradisional perintah dari neneknya.
" ya ampun ma masa gitu". Aulia terkejut ia belum begitu tau hukum pernikahan yang luas hanya sedikit pokoknya saja, karena di bilang pernikahan Aulia juga cepat.
" ya memang begitu hukumnya, mama juga pengen cepet punya cucu sayang." kata mama sembari merapikan rambut Aulia yang menutupi mata.
Aris pamit ia harus bergegas ke rumah sakit karena mobil yang di bawanya kemungkinan akan di pakai yang punya. Aulia sangat ingin ikut tapi ia malu jika di tertawa kan yang lain karena jalannya berubah.
Persiapan sudah di lakukan informasi atas kematian Hamdan akan di sebar oleh Riko, Hamdan belum bisa melakukan aktivitas secara normal jadi Azzam melarang nya. lukanya cukup lumayan dalam masih butuh istirahat beberapa hari lagi. Atas musyawarah mereka akhirnya Azzam menyarankan mayat yang di pakai adalah mayat di rumah sakit yang tidak diketahui identitasnya hingga saat ini. Aparat keamanan sudah Rendi siapkan izin dari kantornya juga sudah beres semua tinggal melakukan aksinya. Didalam ruang Hamdan rumah sakit mereka mengucapkan bismillah bersama semoga berhasil. Zakia yang menemani Hamdan untuk tetap di rumah sakit, kini Anita yang menggantikan posisi Zakia ia memakai cadar untuk mengelabuhi penjahat. Tak akan terlihat jika itu bukan Zakia karena ukuran tubuh Zakia dan Anita sama.
" Kamu siap sayang". ucap niko Anita mengangguk ia deg-degan tapi dengan mengucap bismillah dan suaminya ada di sampingnya ia tak perlu khawatir lagi ada beberapa polisi yang mengawal dengan menggunakan baju biasa tak tampak seperti polisi. Ada yang membisikkan di telinga Rendi jika dua hari ini sepertinya ada mata-mata yang mengikuti gerak mereka. Rendi justru senang itu akan mempermudah informasi langsung ke telinga Alex.
Sandiwara harus di lakukan secara maksimal mulai dari ruang di mana Hamdan di rawat mereka harus berakting. Mayat sudah di persiapkan sejak pagi sebelum subuh, brankar di dorong beberapa suster keluar ruangan tampak Anita yang menangis menyebut nama Hamdan. Teman-teman nya juga berdampak lesu tanpa terkecuali, Aris yang baru saja datang terkejut ia tak percaya dengan semua ini. Aris tak tau rencana semalam pembaca ia ketinggalan gara-gara harus menuntaskan malam pertamanya.
" tom apa ini maksudnya kalian bercanda kan, ya Allah hamdan. Rendi kalian bohongkan, Hamdan jangan tinggalin kita Hamdan". Aris menangis hebat ia memukulkan tangannya di tembok. Tomi yang melihatnya meringis pasti sakit, Tomi baru ingat jika Aris belum tau rencana ini. Tapi ia sudah tak bisa memberitahu nya akting sudah berjalan dengan rencana, begitu juga dengan Rendi ia malah senang Aris tak akting ia sungguhan tak akan ada yang curiga juga jika kejadian itu akting. Mata-mata yang di kirim Alex langsung menghubungi Alex ia yakin jika Hamdan benar-benar mati.
" Berikan saja informasi penting jika tak penting tak perlu kamu laporkan". ucap Alex di seberang telepon, tak ada yang tau jika mata-mata itu di ikuti dari belakang ia merekam semua ucapannya.
" Hamdan mati bos". Alex langsung berdiri ketika itu ia duduk sembari menghisap nikotin nya.
__ADS_1
" apa kamu bilang jangan bercanda"
" aku akan mengirimkan gambar agar bos percaya". Alex terbelalak melihat foto dan video yang dikirimkan pesuruhnya. Alex langsung menutup teleponnya ia tertawa terbahak-bahak.
" akhirnya kamu mati juga Hamdan, tuntas dendamku kini. ha....." Alex langsung mengambil minuman di dalam kulkas ia pesta sendiri menyambut kemenangan nya, tak sia-sia ia menyuruh orang untuk membunuhnya batinnya.
Aris betul-betul terpukul dengan apa yang ia lihat saat ini, bahkan ia merasa sangat bersalah semalam tak menemani Hamdan justru ia malah enak-enak sama istrinya.
" Kenapa semalam kalian tak mengubungi ku jika Hamdan kritis". Aris menarik lengan Tomi lalu ia angkat kerah bajunya menuntut Tomi.
" maaf ris kami tak sempat lagian kami tak ingin ganggu kamu yang masih enak-enak". justru Tomi dengan nada bercanda membuat Aris jengah dengan kasar melepas kan Tomi.
" persetan dengan malam pertama, seumur hidup ku aku akan merutuki malam pertama ku".
" jangan gitu ris berkatalah yang baik, doakan saja mayat ini ya". Tomi panik juga Aris membabi buta marah.
Mobil ambulance siap mayat di geledek masuk ke dalam mobil Niko dan Zidan yang ikut masuk dalam mobil menyusul Aris berlari masuk. Niko membiarkan Aris terus menangis buatnya itu lucu, Zidan juga malah ikut-ikutan. Anita menunduk menutupi wajahnya pura-pura menangis padahal ia tertawa menertawakan Aris.
" mau lihat Hamdan akan aku bukakan" ucap Zidan yang tak tega juga melihat Aris.
" jangan tak baik di mobil di buka ia sudah di sucikan". ucap Niko ia senang saja sudah mengerjai Aris, lagian datang-datang langsung marah tak karuan. Tangan Aris pun sudah merah karena ia meninju tembok.
___
bersambung
__ADS_1