MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
Allah akan selalu melindungi


__ADS_3

Hamdan terbangun ia langsung melihat handphone nya ada pesan masuk dari Rendi, di lihatnya sang istri yang masih terlelap. lantas Hamdan turun ke bawah dengan pelan agar tak membangunkan istrinya. Hamdan mengernyitkan keningnya saat membaca pesan yang isinya begitu membuat nya kaget. di bawah ia sudah melihat ada 4 pengawal yang berjaga di sekitar rumah.


" Mereka adalah orang nya Jack, Rendi bilang supaya keselamatan kalian lebih aman terjaga". ucap Abah langsung kepada Hamdan.


" mana Rendi bah". ia melihat ke sekeliling tak ada sahabatnya.


" ia pulang, Rendi sudah menceritakan semuanya kepada Abah."


" hukum di negara ini benar-benar lemah bah, mereka di beri uang saja sudah langsung melanggar peraturan yang sebenarnya". ucap Hamdan begitu kesal.


" yang penting kita waspada saja, jangan sampai musuh menyentuh mu". ucap Abah kini jiwa mudanya berkobar kembali.


***


Alex sedang minum di balkon, kakaknya Robert menghampiri. Robert memang jarang sekali pulang ke negaranya ia menetap ke negara asing sembari memperluas bisnisnya. Sedangkan di Indonesia bisnis keluarga nya di kelola oleh akex, jika pekerjaan Alex tidak buruk sudah pasti perusahaan itu tetap stabil. Alex masih suka minum-minuman juga bermain wanita, kakaknya Robert sudah memperingatkan berkali-kali namun Alex tak mau mendengarkan ia masih dengan egonya yaitu dendam yang Alex buat sendiri.


" ini terakhir kalinya kakak menolongmu Alex, jika terjadi sesuatu lagi kepada mu kakak tak pernah akan menolong". ucap Robert ia mengambil minuman di tangan Alex lalu membuangnya.


" kenapa kemarin pulang menolong ku jika kakak tak berniat". Alex masih menghadap ke luar ia tak ingin bicara di depan kakaknya, Alex sangat keras kepala.


" karena kamu adikku, seorang kakak tak ingin terjadi sesuatu kepada adiknya. kakak ingin kamu berubah Alex, jadilah lebih baik kembali ke jalan yang benar". Alex justru terkekeh mendengar nasehat Robert.


" aku tak pernah salah memilih jalanku kak, inilah yang aku mau". Robert sudah sangat geram dengan adik satu-satunya itu.


" kamu memang dari dulu keras kepala Alex, Hamdan bukanlah lawanmu ia berbisnis secara sehat tak usahlah kamu buat masalah dengan nya".


" aku hanya ingin dia hancur kak". alex benar-benar menyimpan dendam.


" kamu akan hancur karena amarahmu Alex, Hamdan itu orangnya tak pernah menganggap lawan bisnisnya remeh. ia selalu mengajak kerjasama dengan banyak penawaran untuk gabung dengannya. bukankah itu sangat menguntungkan untuk perusahaan mu.".


" aku tak Sudi kak, aku ingin dia hancur*.


" kakak akan kirimkan kamu uang untuk keperluan mu tak perlu kau ganggu Hamdan ia tak pernah salah Alex. apa yang terjadi padamu itu adalah ulahmu sendiri. lebur dendam mu Alex". Alex tak menjawab ia diam saja.


" ya sudah ini peringatan kakak untuk terakhir kalinya untuk mu, kakak akan kembali esok". Robert akan kembali ke Amerika lagi.

__ADS_1


" aku akan tetap membalas kan dendam ku, aku ingin Hamdan mati di tangan ku". gerutu Alex dilihat nya Robert sudah pergi.


Suara handphone Alex berbunyi tanda pesan masuk. ia membukanya tapi tampak kesal dilihat dari wajah nya.


" sial ia cepat sekali bertindak rumahnya dalam penjagaan". ucap Alex geram.


***


Kia terbangun ia melihat ke kanan dan kiri sudah tak ada suaminya. kia kemudian berusaha untuk duduk badannya terasa sangat pegal, Hamdan yang baru masuk lalu menolong istrinya.


" pelan-pelan sayang ". kia tersenyum kini suaminya sangat lebih perhatian dengannya.


" dari mana mas".


" ke bawah sebentar, melihat orang-orang yang di kirim oleh Mr Jack". jawab Hamdan ia ingin tak bilang malah keceplosan bilang.


" maksudnya apa mas, orang kiriman".


" iya sayang Alex keluar dari penjara dan untuk keamanan kita Mr Jack mengirimkan bodyguard untuk kita". kia sedikit terkejut.


" ada yang menjamin dengan bayaran yang tinggi, kamu taukan bagaimana hukum di negara kita. bisa dengan mudah di beli dengan uang".


" sungguh buruk ya hukum di negara kita ini". kia kemudian mengusap perutnya ia terasa lapar.


" kamu takut sayang" Hamdan tak ingin istrinya itu panik.


" apa yang kia takutkan mas jika mas selalu ada di samping kia. Allah akan selalu melindunginya kita. namun memang kewaspadaan itu penting". ucap kia yakin.


" istri mas ini memang hebat, cantik, pintar juga salihah".


" jangan keseringan mujinya mas, itu tak pernah membuat kia terbang melayang". kia terkekeh Hamdan menarik hidung istrinya yang mancung itu.


***


keesokan harinya ada yang sedang fiting baju pengantin, sebenarnya rencana Aulia ia ingin jika kia memilihkan langsung untuk nya namun dengan informasi yang di berikan Aris akhirnya Aulia tak jadi menghubungi kia. Aris lah yang memilihkan bajunya, dan mereka saat ini sedang berada di desainer kepercayaan mama Aris. mereka akan melaksanakan pernikahan di rumah nenek Aulia saja, supaya tak harus keluar rumah mengingat nenek Aulia yang tak bisa di bawa kemana-mana.

__ADS_1


" Ini saja akan cocok untuk mu sayang". ucap Aris memilihkan bajunya, seketika Aulia menoleh ke arah Aris karena mendengar kata sayang.


" tak usah heran kakak sedang latihan panggil kamu sayang, " Aris tersenyum namun Aulia malah terkekeh.


" tak perlu latihan kakak juga sudah bisa". ucap Aulia sembari melihat-lihat ke arah gaunnya.


" nampak mudah tapi sulit diucapkan masih Kelu rasanya Aulia, seperti orang-orang yang katanya ijab Qabul itu mudah di ucapkan. mereka sudah latihan di rumah bahkan sudah hafal tapi giliran di hadapan penghulu hal itu hilang yang ada hanya gugup". katanya seperti itu.


" berdoa kak jangan lupa ucap bismillah dan ingat selalu Allah insyaAlloh akan di mudahkan".


" subhanallah calon istriku ini bikin mas bangga saja" Aris gemas ingin mencubit pipi Aulia namun ia tahan ingat jika belum muhrim akhir nya hanya mengusap kepala Aulia yang terbalut dengan jilbab.


" coba kamu pingsan lagi, kakak bisa mengangkat mu. kakak makin gemas Aulia". ucap Aris ia tak bisa mengontrol ucapannya.


" ih kakak orang sehat gini kok di suruh pingsan sih". Aris terkekeh.


" iya maaf kakak gemas ingin cubit hidungmu tapi belum muhrim". Aulia malah memanyunkan bibirnya bikin Aris tambah menelan salivanya.


" astaghfirullah sayang jangan gitu, bibirmu kalau manyun jangan hadepin ke kakak". Aris menoleh ke arah lain.


" jaga pandangan kak, Allah sedang menguji, setan sedang menggoda. kakak masih kuatkan tinggal Minggu depan".


" bismillah kakak kuat".


" nah kan jadi lebih baik kita tidak bertemu satu Minggu besok Aulia akan di pingit seperti tradisi yang biasa keluarga Aulia lakukan."


" tak apa kan kakak bisa telepon"


" eh tak boleh telpon kakak"


" ya Allah sayang bakal kangen berat nih kakak". Aulia jadi terkekeh.


___


bersambung

__ADS_1


__ADS_2